
“Lian, kau…” Xing memapah Xian Lian, melihat darah di pakaiannya yang berantakan.
Pakaian Xian Lian sedikit terbuka, Xing bisa dengan jelas melihat gundukan
payudara Xian Lian di dalamnya “Pergi, jangan menyentuhku…” Xian Lian meronta
dan berguman dengan lirih.
Xing segera tersadar “Lian, kau seorang gadis…” tidak sadar akan kebahagiaan yang
terdengar dalam suaranya. Xian Lian menelan ludah susah payah dengan bibir
pucatnya “kenapa kalau seorang gadis ? pergi dari sini !” Xing segera memeluk
Xian Lian “tidak, aku tidak akan meninggalkanmu…”.
“Argh… kau menyentuh lukaku…” Xian Lian berteriak kecil dengan tubuh gemetar, menahan
sakitnya. Xing segera melerai pelukan “biarkan aku melihatnya…” membuka pakaian
Xian Lian “lukamu terkena air jadi membuka kembali… kemarilah…” menarik Xian
Lian menjauhi jalur air.
Xing membantu memerban luka Xian Lian “kita tidak bisa keluar dengan kondisimu
seperti ini !” Xian Lian menggeleng “tidak perlu, kau pergilah… aku tidak mau
mereka melihatku seperti ini…” berkata dengan kesadaran yang sudah menurun.
Xing melihat Xian Lian yang sudah tidak sadarkan diri, kembali memeriksa lukanya
“sudah 3 hari… Lian mengobati dirinya sendiri 3 hari ini. Maaf Lian, aku
terlambat menemukanmu…” memeluk Xian Lian.
Xing membelai wajah Xian Lian “ternyata perasaanku tidak salah… Lian adalah seorang
gadis hahaha… Lian, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini pada gadis
manapun… Aku akan mempertahankanmu di sisiku, apapun yang terjadi. Kau sudah
menyelamatkanku 2 kali, aku akan membalasmu dengan diriku” mengecup singkat
bibir Xian Lian.
Xing tercengang “bibir ini…” mengusap lembut bibir mungil Xian Lian dan tersenyum
“kau yang menyelamatkanku pertama kali dengan bibir ini. Lian, kau sudah mengambil
ciuman pertamaku, kau harus bertanggung jawab padaku… Lian… Lianku…” memeluk
Xian Lian.
“Tuan… Tuan…” terdengar panggilan Achang dari luar gua. Xing segera menyahut “Achang,
Lian berada disini dan terluka. Tidak bisa membawanya keluar dengan kondisi
pintu gua sesempit ini”. Achang melihat situasi pintu gua yang memang sangat
sempit “Tuan, bertahanlah, aku akan membesarkan pintu gua…” Xing menyahut dan
mengiyakan.
Achang memanggil bantuan dan membesarkan jalan masuk ke gua. Sementara Xing merapikan
__ADS_1
pakaian Xian Lian dan menggendongnya keluar “segera kembali ke Istana, panggil
tabib…” menggendong sendiri Xian Lian hingga ke Istana.
Xing merawat sendiri Xian Lian, mengingat Xian Lian yang tidak ingin identitasnya
sebagai seorang gadis, diketahui. Xian Lian sadar kembali 2 hari berikutnya
“Kau sudah sadar…” Xing segera memapahnya.
Xian Lian bangun dan memegang bahunya “masih sakit ?” Xing bertanya dengan lembut.
Xian Lian mengangguk “Ini Istana ?” Xing mengangguk “jangan banyak bergerak…
lukamu cukup parah hingga menembus bahumu…” memapah Xian Lian.
Xian Lian bersandar dan tersenyum lemah “aku mana selemah itu !” Xing tersenyum “kau
sangat kuat, hanya aku yang tidak sanggup melihatmu kesakitan…” membelai wajah
Xian Lian. Xian Lian terkejut, sementara Xing tidak dapat menahan diri, memeluk
Xian Lian “apa yang kau lakukan ?” Xian Lian tidak sanggup memberontak.
Xing membelai punggung Xian Lian “biarkan seperti ini sejenak Lian… Aku sangat takut
tidak dapat menemukanmu saat itu. Aku hampir gila mencarimu…” menghela nafas
lega ‘Lian, jika saat itu tidak dapat menemukanmu… aku tidak tahu akan seperti
apa ! Aku pasti akan menghancurkan Sekte Mohang’ membatin.
Xian Lian juga membelai punggung Xing “sudah… bukankah aku baik-baik saja !” Xing
mengangguk dan melerai pelukan “jangan seperti itu lagi… Lian, aku bukanlah
bagiku, mati di medan pertempuran daripada melarikan diri” cemberut menatap
Xian Lian.
Xian Lian tersenyum “aku tahu… Apa boleh buat, kedua shushu itu sungguh berisik di
telingaku… Lagipula, kalian keluar dari Istana karenaku. Jika sesuatu terjadi
pada kalian, akan menjadi kesalahanku. Aku tidak akan bisa mengambil tanggung
jawab itu” memberikan senyuman manisnya.
Xing tersenyum “maka kau jangan pergi dariku, aku tidak akan mengejarmu hingga
keluar Istana…” menggoda Xian Lian. Xian Lian cekikikan “sudah kukatakan jangan
terpesona padaku… Setelah luka ini sembuh, aku akan pergi… Kau kembalilah
menjadi Kaisar-mu itu hihihi…”.
Xing menggeleng, langsung memeluk Xian Lian “tidak, jangan pergi… jangan pergi…”
merasa takut dan dadanya sakit “Lian, aku menyukaimu… tinggallah disisiku… Aku
tahu usiamu masih kecil, aku bisa menunggumu, tapi jangan pergi dariku…”
Xian Lian terkejut “suka ?” ‘bukankah Ming Jie Xing Jun mengatakan Kaisar tidak bisa
mencintai ? begitu banyak selir di Istana, tidak seorangpun yang disukainya.
__ADS_1
Apa yang terjadi ?’ mengerutkan kening.
Xing mengangguk “aku menyukaimu Lian…” ‘aku belum tahu menyukaimu sampai sedalam apa
, tapi aku tahu aku tidak bisa kehilanganmu’ Xian Lian mendorong Xing “Apa itu
suka ? bukankah kau tidak menyukai semua selirmu ? Apa yang terjadi sekarang ?”
bertanya dengan wajah kebingungannya.
Xing membelai wajah Xian Lian “suka… senang melihatmu tersenyum dan tertawa bahagia…
sedih disaat melihatmu bersedih… khawatir dan sakit hati saat melihatmu
terluka… frustasi saat tidak melihatmu… takut kehilanganmu… saat bertemu
denganmu, dada ini berdebar-debar… selalu merindukanmu saat tidak melihatmu di
sisiku… Lian, aku tidak tahu sudah menyukaimu sejauh mana ! Ini juga pertama
kali bagiku. Tapi aku tahu, aku tidak bisa kehilanganmu, Lian” menaruh tangan
Xian Lian di dada kirinya.
Xian Lian menyimak kata-kata Xing dengan seksama, melihat tangannya yang berada di atas dada
Xing, merasakan jantung Xing yang berdebar-debar. Xian Lian mengerutkan kening
‘apa yang sebenarnya terjadi ? aku harus kembali dan bertanya pada Ming Jie
Xing Jun’ “kau… kau… kau menjauhlah… Kau membuat kepalaku semakin pusing…”
mendorong Xing menjauh.
Wajah Xing berubah sedih “Lian, kau tidak menyukaiku ?” Xian Lian mengerutkan kening,
melihat wajah sedih Xing “aku tidak tahu… aku tidak tahu apa itu suka !” Xing
tersenyum dengan wajah sedihnya “tidak masalah Lian, aku bisa menunggu… maukah
kau belajar menyukaiku ?” bertanya selembut mungkin, takut mengejutkan Xian
Lian.
Xian Lian terdiam “aku tidak tahu… kau… kau keluarlah… aku mau istirahat…” Xing
mengangguk “baik, tolong fikirkan kata-kataku… Lian, aku menunggumu !” mengecup
kening Xian Lian dan keluar dari ruangan.
Setelah menutup pintu kamar Xian Lian, Xing menghela nafas panjang ‘Lian, kuharap kau
tidak mengecewakanku… Ini pertama kalinya aku jatuh cinta, aku hanya ingin
bersamamu sepanjang sisa hidupku. Lian, kaulah yang mengambil semua pertama
kaliku. Kau juga yang sudah menyelamatkanku 2 kali, aku akan menyerahkan
hidupku padamu. Lian, hidupku adalah milikmu, kuharap kau mau menerimaku. Jika
tidak, aku tidak bisa membayangkan akan jadi apa diriku !’ menunduk.
Xing mengangkat kepala, melihat pintu ruangan Xian Lian yang tertutup “sebelum itu
semua, aku akan mengurus semua yang sudah melukaimu…” matanya menajam dan
__ADS_1
berlalu dari ruangan Xian Lian.