Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 7 - Sakit yang tidak dirasakan


__ADS_3

        “Tuan Lian, anda tidak memakai senjata ?” Achang ragu-ragu menyerang. Xian Lian


menarik sabuknya, yang awalnya terlihat seperti sabuk lemas. Xian Lian


menghentakkan kain tipis di tangannya, langsung berubah kaku menjadi sebuah


pedang tipis yang mengkilat.


        “Achang shushu, silahkan !” Xian Lian langsung menyerang Achang setelah mempersila.


Hanya dalam 3 jurus, Xian Lian berhasil menjatuhkan pedang dari tangan Achang.


        Achang terkejut “Bagaimana bisa ? Aku sudah memegang erat pedang ini” tidak mengerti


cara Xian Lian menjatuhkan pedang dari genggamannya. Achang semakin tidak


mengerti, karena merasa pukulan Xian Lian hanya pukulan pelan saja, tidak


mungkin bisa membuatnya melepas genggamannya.


        Xian Lian memasukkan pedang ke pinggangnya dan merubahnya kembali menjadi sabuk


lemas. Xian Lian menghampiri Achang, memegang tangannya dengan ringan dan


menekannya “aaa…” Achang berteriak kesakitan.


        Xian Lian melepas tangan Achang “Apa sakit ?” bertanya pada Achang yang sudah hampir


jatuh berlutut, menahan sakitnya. Achang memegang tangannya “Tuan Lian, sakit


sekali…” Alu memapah Achang.


        Achang dan Alu melihat tangan Achang bersamaan. Achang membolak balik tangannya, tidak


menemukan apapun “tidak ada luka !” saling bertatapan, memperlihatkan tangan


Achang pada Xing.


        “Lian, apa yang terjadi ?” Xing bertanya dengan penasaran. Xian Lian mengangkat pedang


yang terlepas dari genggaman Achang “kalian sudah terbiasa berlatih dengan


pedang ini hingga tidak merasakan apapun, tapi sebenarnya pedang ini sudah


merusak tangan kalian” semua fokus melihat Xian Lian.


        Xian Lian mengangkat pedang dan berusaha menyeimbangkannya dengan 1 jari “lihat,


pedang ini tidak memiliki keseimbangan, yang berarti berat di seluruh bagian


pedang ini tidak beraturan. Berat pedang ini akan membebani tangan dan sangat


berpengaruh pada saat diayunkan.”


        Xian Lian menunjuk tangan Achang “Jika hanya berlatih, mungkin tidak masalah, pihak


lawan akan menyeimbangkan. Tapi saat pertarungan sesungguhnya, dimana semua


dituntut berada dalam keseimbangan, kalian sudah kalah langkah” menancapkan


pedang ke tanah.


        Raut wajah Xian Lian berubah dengan cepat. Setelah memberi masukan pada para pria,


Xian Lian kembali melihat tangannya yang memerah “ah tanganku sakit… tidak main


lagi…” meniup-niup tangannya dengan wajah mencucunya.

__ADS_1


        Semua yang melihatnya, tercengang dengan cepatnya perubahan pada wajah Xian Lian.


Xing langsung tersenyum dan menarik tangan Xian Lian dengan lembut “Ayo, aku


membawamu mengobati tanganmu ini…” “Jangan menarikku, sakit !” Xian Lian


menarik tangannya kembali dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


        Xing langsung mengangkat kedua tangannya “baik… baik… tidak menarikmu… ayo…”


mempersila dan berjalan bersama, kembali ke istana Xing “Apa sangat sakit ?”


Xing bertanya, perlahan memberikan saleb pada tangan Xian Lian yang merah.


        Xian Lian mengangguk dengan mata berkaca-kaca, menahan sakit. Xing meniup-niup


tangan Xian Lian “Apa perlu di perban ?” bertanya, khawatir melihat Xian Lian


yang menahan sakitnya. Xian Lian menggeleng, menarik dan melihat tangannya


dengan sedih.


        “Lian, tanganmu sudah seperti ini, kenapa tadi masih berlatih ?” Xing bertanya “tadi,


aku memakai tangan kiri kan ! Bukan tangan yang ini !” Xian Lian memperlihatkan


kedua tangannya pada Xing.


        Xing terkejut dan segera menyadari kebenaran kata-kata Xian Lian “Kau bisa memakai


kedua tanganmu dalam pertarungan ?” Xian Lian menatap polos Xing “Apa perlu


seterkejut itu ?”


        Xian Lian melihat kedua tangannya “Bukankah tangan kita ada dua ? Jika tidak


difungsikan bersama, bukankah hanya akan menyia-nyiakannya ?” bertanya dengan


        Xian Lian yang kebingungan, sangat menggemaskan di mata Xing. Xing tersenyum “yah


kau benar, harus difungsikan dengan baik secara bersamaan…” Xian Lian tersenyum


dan mengangguk.


        Xian Lian menatap Xing “Apa pekerjaanmu sudah selesai ?” Xing membuka mata lebar


“Apa kau sudah bosan di sini ?” Xian Lian memainkan wajahnya “bukankah kau


mengatakan akan membawaku jalan-jalan, setelah menyelesaikan pekerjaanmu ?”


bertanya dengan wajah polosnya.


        Xing juga memainkan wajahnya “hmm… sepertinya aku memang pernah mengatakannya…” “ah…


kau jangan pura-pura melupakannya…” Xian Lian merengek. Xing cekikikan


“baiklah…” membelai kepala Xian Lian “tunggu tanganmu membaik, aku akan


membawamu jalan-jalan. Kau juga sudah lelah hari ini, istirahatlah” Xing


menasehati Xian Lian.


        Xian Lian langsung cemberut. Xing merasa tidak tega “2 hari… Aku janji, setelah 2


hari kau beristirahat, akan membawamu berkeliling. Bagaimana ?” menawarkan.


Xian Lian dengan wajah cemberutnya, melihat Xing “kau jangan berpura-pura

__ADS_1


melupakannya lagi !” Xing mengangguk “sepakat !”


        Xing menemui Achang, setelah menenangkan Xian Lian “Wang Jun…” Achang langsung


memberi hormat. Xing adalah Kaisar Kerajaan Song yang dicari Xian Lian, bernama


Song Jin Xing. Xing mengangguk dan duduk di kursinya.


        Xing menunjuk tangan Achang “tanganmu…” Achang memperlihatkan tangannya yang


baik-baik saja “Baik-baik saja, tidak ada luka apapun…”.


        Xing menekan di tempat yang sama dengan yang sebelumnya di tekan Xian Lian “tidak


sakit ?” bertanya pada Achang dengan kerutan di wajahnya “tidak sakit Wang Jun,


hanya merasa ada sedikit kram…” Achang menjawab jujur.


        Xing menatap dingin Achang “panggilkan tabib…” Alu segera menjalankan perintah. Xing


menyuruh tabib memeriksa tangan Achang “Wang Jun, nadi Jenderal terjepit…”


tabib mengatakan hasil pemeriksaannya.


        Xing melihat Alu dan memberi kode tabib “periksa Alu…” Tabib pun segera menjalankan


perintah Xing “yang mulia, hal yang sama. Bahkan nadi prajurit Alu, jauh lebih


parah daripada Jenderal Achang” ketiganya mengerutkan kening.


        “Apa yang menjadi penyebab hal ini ?” Apa yang akan terjadi jika tidak diobati ?”


Xing bertanya sambil menekan tangan Alu “aaa… aaa…” Alu meringis kesakitan.


Xing menatap dingin Alu yang segera terdiam.


        Tabib memberi hormat “Wang Jun, hal ini biasanya terjadi jika memegang benda berat


dalam waktu terus menerus dalam posisi yang salah. Jika tidak di obati, awalnya


tangan Jenderal dan Prajurit akan merasa kebas. Yang terparah, tangan Jenderal


dan Prajurit akan lumpuh” penjelasan tabib membuat ketiganya terkejut.


        “Wang Jun, anda juga periksalah !” Achang menyarankan dan mendorong tabib ke hadapan


Xing. Tabib segera menatap Xing yang mengulurkan tangannya. Tabib memeriksa


dengan seksama “Wang Jun, nadi tangan anda berada di tahap awal terjepit.”


        Tabib memberi hormat “hamba akan membuat ramuan dan saleb untuk mengobatinya. Hamba


sarankan Wang Jun, jangan mengangkat beban berat sementara ini” berkata sambil


menundukkan kepala di hadapan Xing.


        Xing mengangguk “tabib, siapkan dalam jumlah besar… bagikan pada semua prajurit”


“Baik Wang Jun, hamba akan segera siapkan…” Tabib mengundurkan diri,


meninggalkan Xing dan kedua pria.


        “Wang Jun, hamba…” Achang tidak enak hati, tapi kata-katanya di hentikan Xing


“Jenderal, anda dan para prajurit adalah pilar Kerajaan. Keselamatan kalian,


jauh lebih penting dari Zhen sendiri. Segera perintahkan pembuatan pedang baru

__ADS_1


untuk para prajurit kita. Jika diperlukan, bisa meminta petunjuk pada Lian.


Pedang sabuknya itu sangat bagus.” “Baik Wang Jun…” Achang segera menurut.


__ADS_2