
“Tuan Lian, anda tidak memakai senjata ?” Achang ragu-ragu menyerang. Xian Lian
menarik sabuknya, yang awalnya terlihat seperti sabuk lemas. Xian Lian
menghentakkan kain tipis di tangannya, langsung berubah kaku menjadi sebuah
pedang tipis yang mengkilat.
“Achang shushu, silahkan !” Xian Lian langsung menyerang Achang setelah mempersila.
Hanya dalam 3 jurus, Xian Lian berhasil menjatuhkan pedang dari tangan Achang.
Achang terkejut “Bagaimana bisa ? Aku sudah memegang erat pedang ini” tidak mengerti
cara Xian Lian menjatuhkan pedang dari genggamannya. Achang semakin tidak
mengerti, karena merasa pukulan Xian Lian hanya pukulan pelan saja, tidak
mungkin bisa membuatnya melepas genggamannya.
Xian Lian memasukkan pedang ke pinggangnya dan merubahnya kembali menjadi sabuk
lemas. Xian Lian menghampiri Achang, memegang tangannya dengan ringan dan
menekannya “aaa…” Achang berteriak kesakitan.
Xian Lian melepas tangan Achang “Apa sakit ?” bertanya pada Achang yang sudah hampir
jatuh berlutut, menahan sakitnya. Achang memegang tangannya “Tuan Lian, sakit
sekali…” Alu memapah Achang.
Achang dan Alu melihat tangan Achang bersamaan. Achang membolak balik tangannya, tidak
menemukan apapun “tidak ada luka !” saling bertatapan, memperlihatkan tangan
Achang pada Xing.
“Lian, apa yang terjadi ?” Xing bertanya dengan penasaran. Xian Lian mengangkat pedang
yang terlepas dari genggaman Achang “kalian sudah terbiasa berlatih dengan
pedang ini hingga tidak merasakan apapun, tapi sebenarnya pedang ini sudah
merusak tangan kalian” semua fokus melihat Xian Lian.
Xian Lian mengangkat pedang dan berusaha menyeimbangkannya dengan 1 jari “lihat,
pedang ini tidak memiliki keseimbangan, yang berarti berat di seluruh bagian
pedang ini tidak beraturan. Berat pedang ini akan membebani tangan dan sangat
berpengaruh pada saat diayunkan.”
Xian Lian menunjuk tangan Achang “Jika hanya berlatih, mungkin tidak masalah, pihak
lawan akan menyeimbangkan. Tapi saat pertarungan sesungguhnya, dimana semua
dituntut berada dalam keseimbangan, kalian sudah kalah langkah” menancapkan
pedang ke tanah.
Raut wajah Xian Lian berubah dengan cepat. Setelah memberi masukan pada para pria,
Xian Lian kembali melihat tangannya yang memerah “ah tanganku sakit… tidak main
lagi…” meniup-niup tangannya dengan wajah mencucunya.
__ADS_1
Semua yang melihatnya, tercengang dengan cepatnya perubahan pada wajah Xian Lian.
Xing langsung tersenyum dan menarik tangan Xian Lian dengan lembut “Ayo, aku
membawamu mengobati tanganmu ini…” “Jangan menarikku, sakit !” Xian Lian
menarik tangannya kembali dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Xing langsung mengangkat kedua tangannya “baik… baik… tidak menarikmu… ayo…”
mempersila dan berjalan bersama, kembali ke istana Xing “Apa sangat sakit ?”
Xing bertanya, perlahan memberikan saleb pada tangan Xian Lian yang merah.
Xian Lian mengangguk dengan mata berkaca-kaca, menahan sakit. Xing meniup-niup
tangan Xian Lian “Apa perlu di perban ?” bertanya, khawatir melihat Xian Lian
yang menahan sakitnya. Xian Lian menggeleng, menarik dan melihat tangannya
dengan sedih.
“Lian, tanganmu sudah seperti ini, kenapa tadi masih berlatih ?” Xing bertanya “tadi,
aku memakai tangan kiri kan ! Bukan tangan yang ini !” Xian Lian memperlihatkan
kedua tangannya pada Xing.
Xing terkejut dan segera menyadari kebenaran kata-kata Xian Lian “Kau bisa memakai
kedua tanganmu dalam pertarungan ?” Xian Lian menatap polos Xing “Apa perlu
seterkejut itu ?”
Xian Lian melihat kedua tangannya “Bukankah tangan kita ada dua ? Jika tidak
difungsikan bersama, bukankah hanya akan menyia-nyiakannya ?” bertanya dengan
Xian Lian yang kebingungan, sangat menggemaskan di mata Xing. Xing tersenyum “yah
kau benar, harus difungsikan dengan baik secara bersamaan…” Xian Lian tersenyum
dan mengangguk.
Xian Lian menatap Xing “Apa pekerjaanmu sudah selesai ?” Xing membuka mata lebar
“Apa kau sudah bosan di sini ?” Xian Lian memainkan wajahnya “bukankah kau
mengatakan akan membawaku jalan-jalan, setelah menyelesaikan pekerjaanmu ?”
bertanya dengan wajah polosnya.
Xing juga memainkan wajahnya “hmm… sepertinya aku memang pernah mengatakannya…” “ah…
kau jangan pura-pura melupakannya…” Xian Lian merengek. Xing cekikikan
“baiklah…” membelai kepala Xian Lian “tunggu tanganmu membaik, aku akan
membawamu jalan-jalan. Kau juga sudah lelah hari ini, istirahatlah” Xing
menasehati Xian Lian.
Xian Lian langsung cemberut. Xing merasa tidak tega “2 hari… Aku janji, setelah 2
hari kau beristirahat, akan membawamu berkeliling. Bagaimana ?” menawarkan.
Xian Lian dengan wajah cemberutnya, melihat Xing “kau jangan berpura-pura
__ADS_1
melupakannya lagi !” Xing mengangguk “sepakat !”
Xing menemui Achang, setelah menenangkan Xian Lian “Wang Jun…” Achang langsung
memberi hormat. Xing adalah Kaisar Kerajaan Song yang dicari Xian Lian, bernama
Song Jin Xing. Xing mengangguk dan duduk di kursinya.
Xing menunjuk tangan Achang “tanganmu…” Achang memperlihatkan tangannya yang
baik-baik saja “Baik-baik saja, tidak ada luka apapun…”.
Xing menekan di tempat yang sama dengan yang sebelumnya di tekan Xian Lian “tidak
sakit ?” bertanya pada Achang dengan kerutan di wajahnya “tidak sakit Wang Jun,
hanya merasa ada sedikit kram…” Achang menjawab jujur.
Xing menatap dingin Achang “panggilkan tabib…” Alu segera menjalankan perintah. Xing
menyuruh tabib memeriksa tangan Achang “Wang Jun, nadi Jenderal terjepit…”
tabib mengatakan hasil pemeriksaannya.
Xing melihat Alu dan memberi kode tabib “periksa Alu…” Tabib pun segera menjalankan
perintah Xing “yang mulia, hal yang sama. Bahkan nadi prajurit Alu, jauh lebih
parah daripada Jenderal Achang” ketiganya mengerutkan kening.
“Apa yang menjadi penyebab hal ini ?” Apa yang akan terjadi jika tidak diobati ?”
Xing bertanya sambil menekan tangan Alu “aaa… aaa…” Alu meringis kesakitan.
Xing menatap dingin Alu yang segera terdiam.
Tabib memberi hormat “Wang Jun, hal ini biasanya terjadi jika memegang benda berat
dalam waktu terus menerus dalam posisi yang salah. Jika tidak di obati, awalnya
tangan Jenderal dan Prajurit akan merasa kebas. Yang terparah, tangan Jenderal
dan Prajurit akan lumpuh” penjelasan tabib membuat ketiganya terkejut.
“Wang Jun, anda juga periksalah !” Achang menyarankan dan mendorong tabib ke hadapan
Xing. Tabib segera menatap Xing yang mengulurkan tangannya. Tabib memeriksa
dengan seksama “Wang Jun, nadi tangan anda berada di tahap awal terjepit.”
Tabib memberi hormat “hamba akan membuat ramuan dan saleb untuk mengobatinya. Hamba
sarankan Wang Jun, jangan mengangkat beban berat sementara ini” berkata sambil
menundukkan kepala di hadapan Xing.
Xing mengangguk “tabib, siapkan dalam jumlah besar… bagikan pada semua prajurit”
“Baik Wang Jun, hamba akan segera siapkan…” Tabib mengundurkan diri,
meninggalkan Xing dan kedua pria.
“Wang Jun, hamba…” Achang tidak enak hati, tapi kata-katanya di hentikan Xing
“Jenderal, anda dan para prajurit adalah pilar Kerajaan. Keselamatan kalian,
jauh lebih penting dari Zhen sendiri. Segera perintahkan pembuatan pedang baru
__ADS_1
untuk para prajurit kita. Jika diperlukan, bisa meminta petunjuk pada Lian.
Pedang sabuknya itu sangat bagus.” “Baik Wang Jun…” Achang segera menurut.