
“Dianxia, bagaimana dengan lebah itu ?” Alu masih penasaran “Ah… aku juga memiliki banyak
teman hewan-hewan kecil… hal seperti ini sudah biasa kulakukan ! Biasanya aku
usil menggambar di punggung mereka” Xian Lian menjawab dengan senyum
kekanakannya.
Xing melihat tangan Xian Lian, tidak menemukan adanya tanda kapalan “Apa yang kau
cari ?” Xian Lian bertanya dengan polosnya “tanganmu tidak kapalan !” Xian Lian
mendelik “aiyo, aku melakukannya hanya untuk bermain di saat bosan… bukan
menulis tiap hari…” cemberut melihat Xing.
Xing tersenyum, membelai kepala Xian Lian “bawa dia pergi…” memberi kode kearah
Selir Tun “ah, ini kembalikan ke jarinya, nanti pasti ada yang mencari…” Xian
Lian memberikan cincin ke Achang “Dianxia, bagaimana lainnya ?” Kasim Lu
bertanya.
Xian Lian memainkan wajahnya “ehm… Selir Du itu juga Sekte Mohang. Dia membawa
kantung aroma mahogani, yang berarti sudah tahu mengenai aku. Aromanya sama
persis dengan sarung pedang, dia pasti ikut terlibat, harusnya adalah kambing
hitam di kasus ini. Selir Tun sudah seperti ini, harusnya Selir Du akan
mengambil tanggung jawabnya. Hmm… tempatkan Selir Du bersebelahan dengan tempat
Selir Tun, biarkan mereka salah paham sendiri. Aku tidak perlu turun tangan…” Xian
Lian berkata dengan wajah nakalnya.
Xing mengangguk ke ketiga pria “nah bagaimana dengan kedua lainnya ?” Bertanya pada
Xian Lian “aih mereka hanya wanita genit yang dimanfaatkan…” Xian Lian berkata
dengan wajah jijik.
Xian Lian melipat kedua tangannya di dadanya “jika aku tidak salah, perbuatan mereka
diketahui oleh Selir Tun dan mengancam Tuan Han itu. Ah, kau atur sajalah
mengenai mereka… Ah atau kau bisa mempertemukan mereka dengan Tuan Han itu.
Pasti akan sangat seru hehehe…” kembali dengan wajah nakalnya.
Keempat pria saling melirik dan menggelengkan kepala “Baik… ayo, kau masih harus
beristirahat…” Xing menarik Xian Lian. Xian Lian cemberut menahan tangannya
“tidak bisakah aku melihat pertunjukannya ?” merajuk pada Xing.
Xing langsung menggendongnya “kau akan melihatnya. Tapi sebelumnya, kesayanganku ini
harus beristirahat…” membawa Xian Lian kembali ke ruangannya. “Tidurlah gadis
kecil kesayanganku…” mengecup kening Xian Lian yang sudah tidur.
“Benar-benar gadis cilik yang luar biasa… Dianxia sangat jeli dan teliti…” Achang berguman
“Selama bertahun-tahun, kita hanya mengawasi Selir Du. Tidak pernah menyangka,
Selir Tun yang pendiam dan lemah lembutlah yang paling berbahaya” Kasim Lu
__ADS_1
menggelengkan kepala, menyesali keteledorannya.
Ali mengangguk “dan lebih hebatnya, semua ini langsung disadari Lian dianxia pada
pertemuan pertama. Langsung membongkar konspirasi besar ini, benar-benar luar
biasa” memuji Xian Lian.
Achang cekikikan “tapi sifat usilnya itu hihihi… walau sangat pintar, tapi Lian dianxia
masih anak-anak… Sifat usilnya itu, tidak kalah dari kepintarannya hihihi… Wang
Jun akan pusing setelah ini…” diikuti tawa kedua pria lainnya.
Xing menemani Xian Lian, tersenyum melihat wajah tidur Xian Lian “gadis nakal yang
mempesona…” mengecup kening dan tangan Xian Lian.
Xian Lian kembali menggunakan pakaian wanita, atas permintaan Xing. Setiap saat, ada
Xing yang menemaninya, termasuk melihat tingkah kedua Selir dan Tuan Han.
Ketiganya sangat ketakutan karena perselingkuhannya terbongkar.
Keluarga Tuan Han hancur dan terpecah belah karena kesalahan Tuan Han. Xing menghukum
seluruh keluarga Tuan Han yang terbukti membantu Sekte Mohang dan terlibat
dalam kasus kayu mahogani masuk ke Istana.
Tuan Han sendiri dan kedua Selir, diarak mengelilingi Ibukota dan menerima
pengadilan rakyat. Fakta kedua selir yang berselingkuh pun, mempengaruhi
keluarga masing-masing yang menanggung malu dan kehilangan jabatan.
yang mengetahui kejadian sebenarnya dan hanya 2 yang menyaksikan langsung
kematian kedua selir.
Kejadian ini membuat seluruh penghuni Istana was was, terutama kedua pasang pangeran dan
selirnya. Kaisar yang cuek dan dianggap tidak mengurusi Istana belakang, ternyata
memiliki mata dimanapun.
Sebenarnya, perselingkuhan kedua selir sudah diketahui Xing, sebelum Xian Lian
membongkarnya. Xing sedang mengumpulkan bukti untuk menghukum dan menjatuhkan
kedua keluarga dalam satu tindakan. Tidak pernah menyangka, cara Xian Lian yang
terkesan kekanakan, telah menyelesaikan satu masalahnya.
Xian Lian dimanjakan Xing, hingga cemberut dan kesal “Lihat, aku sudah hampir menjadi
babi kecil… tiap hari hanya makan tidur makan tidur…” protes pada Xing yang
cekikikan melihat tingkah kekanakan Xian Lian, yang sedang merajuk.
Xing menarik Xian Lian ke pangkuannya “tubuhmu begini mungil, tidak akan menjadi
babi kecil. Bagaimana kalau membawamu berjalan-jalan keluar Istana ? Hari ini
ada perayaan terakhir Kue Bulan. Jalanan akan sangat ramai” mata Xian Lian
langsung berbinar “aku mau… aku mau…” Xing tersenyum manis, memeluk gadis kecil
yang sangat bersemangat.
__ADS_1
Xing membawa Xian Lian yang berpakaian wanita, bersenang-senang keluar Istana. Xing
dengan leluasa bisa menunjukkan kasih sayangnya pada Xian Lian. Sesuai dengan
kata-kata Ming Jie Xing Jun, Xian Lian hanya bersikap apa adanya.
Xing bersama Xian Lian melihat pertunjukan tarian, yang mengisahkan sejarah Kue
Bulan. Setelahnya, melihat perahu lampion kecil-kecil yang dilepaskan di danau.
Xing dan Xian Lian juga melepaskan satu lampion, bersama-sama.
Xian Lian sangat menyukai pertunjukan dan mainan-mainan kecil di perayaan. “Ah gadis
kecil, apa kau memiliki saudara lelaki yang mirip denganmu ?” Penjual mainan
bertanya, teringat pemuda Lian. Xian Lian menggeleng “shushu, aku yatim piatu,
dari mana datangnya saudara…” memberikan senyum datarnya.
“Ah… maafkan shushu, tapi kalian berdua sangat mirip…” penjual mainan tersenyum
manis “Ini untukmu…” memberikan sebuah mainan kecil ke Xian Lian. Xian Lian
menyukainya, salah satu mainan yang dipilihnya dulu “terima kasih shushu…”.
“Kau menyukainya ?” Xing bertanya, ikut tersenyum melihat kebahagiaan Xian Lian.
Xian Lian mengangguk “ini sangat lucu…” tersenyum manis. Xing membelai kepala
Xian Lian “wah nona, pacar anda nampak sangat menyayangi anda…” penjual mainan
memuji.
Xing tersenyum manis “shushu, anda benar sekali… gadis kecil ini adalah
kesayanganku…” Xian Lian menatap polos Xing “apa itu kesayangan ?” bertanya
dengan mata jernihnya. Xing merangkul Xian Lian “artinya, aku sangat
menyukaimu, sangat menyayangimu…” tersenyum lembut ‘Xian Lian, aku mencintaimu…
Hatimu itu ! Bisakah berikan padaku ? Bagaimana caranya membuatmu menyukaiku
?’.
Penjual mainan melihat keduanya “Tuan, bisa shushu berbicara berdua denganmu ?” Xing
mengerutkan kening tapi mengangguk “Xian Lian, jangan kemana-mana, aku akan
segera kembali…” Xian Lian mengangguk sambil memainkan mainan kecil di
tangannya.
Penjual mainan membawa Xing menjauh dari pendengaran Xian Lian “Tuan, apakah nona itu
adalah tuan muda yang dulu ke kedaiku ?” Xing mengangguk sebagai jawaban
pertanyaan si penjual.
Penjual itu mengangguk “jika begitu, mungkin hal itu benar adanya…” “Ada apa shushu ?” Xing
bertanya, merasa ada yang aneh. “Tuan, jika anda ingin bersama gadis ini, maka
lindungi dia dengan baik. Dalam tiga tahun, jangan biarkan gadis ini menghilang
dari pandangan anda. Jika tidak, anda bisa saja kehilangannya selamanya”
penjual mainan berkata tanpa keraguan.
__ADS_1