Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 17 - Gadis cilik yang luar biasa


__ADS_3

        “Dianxia, bagaimana dengan lebah itu ?” Alu masih penasaran “Ah… aku juga memiliki banyak


teman hewan-hewan kecil… hal seperti ini sudah biasa kulakukan ! Biasanya aku


usil menggambar di punggung mereka” Xian Lian menjawab dengan senyum


kekanakannya.


        Xing melihat tangan Xian Lian, tidak menemukan adanya tanda kapalan “Apa yang kau


cari ?” Xian Lian bertanya dengan polosnya “tanganmu tidak kapalan !” Xian Lian


mendelik “aiyo, aku melakukannya hanya untuk bermain di saat bosan… bukan


menulis tiap hari…” cemberut melihat Xing.


        Xing tersenyum, membelai kepala Xian Lian “bawa dia pergi…” memberi kode kearah


Selir Tun “ah, ini kembalikan ke jarinya, nanti pasti ada yang mencari…” Xian


Lian memberikan cincin ke Achang “Dianxia, bagaimana lainnya ?” Kasim Lu


bertanya.


        Xian Lian memainkan wajahnya “ehm… Selir Du itu juga Sekte Mohang. Dia membawa


kantung aroma mahogani, yang berarti sudah tahu mengenai aku. Aromanya sama


persis dengan sarung pedang, dia pasti ikut terlibat, harusnya adalah kambing


hitam di kasus ini. Selir Tun sudah seperti ini, harusnya Selir Du akan


mengambil tanggung jawabnya. Hmm… tempatkan Selir Du bersebelahan dengan tempat


Selir Tun, biarkan mereka salah paham sendiri. Aku tidak perlu turun tangan…” Xian


Lian berkata dengan wajah nakalnya.


        Xing mengangguk ke ketiga pria “nah bagaimana dengan kedua lainnya ?” Bertanya pada


Xian Lian “aih mereka hanya wanita genit yang dimanfaatkan…” Xian Lian berkata


dengan wajah jijik.


        Xian Lian melipat kedua tangannya di dadanya “jika aku tidak salah, perbuatan mereka


diketahui oleh Selir Tun dan mengancam Tuan Han itu. Ah, kau atur sajalah


mengenai mereka… Ah atau kau bisa mempertemukan mereka dengan Tuan Han itu.


Pasti akan sangat seru hehehe…” kembali dengan wajah nakalnya.


        Keempat pria saling melirik dan menggelengkan kepala “Baik… ayo, kau masih harus


beristirahat…” Xing menarik Xian Lian. Xian Lian cemberut menahan tangannya


“tidak bisakah aku melihat pertunjukannya ?” merajuk pada Xing.


        Xing langsung menggendongnya “kau akan melihatnya. Tapi sebelumnya, kesayanganku ini


harus beristirahat…” membawa Xian Lian kembali ke ruangannya. “Tidurlah gadis


kecil kesayanganku…” mengecup kening Xian Lian yang sudah tidur.


        “Benar-benar gadis cilik yang luar biasa… Dianxia sangat jeli dan teliti…” Achang berguman


“Selama bertahun-tahun, kita hanya mengawasi Selir Du. Tidak pernah menyangka,


Selir Tun yang pendiam dan lemah lembutlah yang paling berbahaya” Kasim Lu

__ADS_1


menggelengkan kepala, menyesali keteledorannya.


        Ali mengangguk “dan lebih hebatnya, semua ini langsung disadari Lian dianxia pada


pertemuan pertama. Langsung membongkar konspirasi besar ini, benar-benar luar


biasa” memuji Xian Lian.


        Achang cekikikan “tapi sifat usilnya itu hihihi… walau sangat pintar, tapi Lian dianxia


masih anak-anak… Sifat usilnya itu, tidak kalah dari kepintarannya hihihi… Wang


Jun akan pusing setelah ini…” diikuti tawa kedua pria lainnya.


        Xing menemani Xian Lian, tersenyum melihat wajah tidur Xian Lian “gadis nakal yang


mempesona…” mengecup kening dan tangan Xian Lian.


        Xian Lian kembali menggunakan pakaian wanita, atas permintaan Xing. Setiap saat, ada


Xing yang menemaninya, termasuk melihat tingkah kedua Selir dan Tuan Han.


Ketiganya sangat ketakutan karena perselingkuhannya terbongkar.


        Keluarga Tuan Han hancur dan terpecah belah karena kesalahan Tuan Han. Xing menghukum


seluruh keluarga Tuan Han yang terbukti membantu Sekte Mohang dan terlibat


dalam kasus kayu mahogani masuk ke Istana.


        Tuan Han sendiri dan kedua Selir, diarak mengelilingi Ibukota dan menerima


pengadilan rakyat. Fakta kedua selir yang berselingkuh pun, mempengaruhi


keluarga masing-masing yang menanggung malu dan kehilangan jabatan.


yang mengetahui kejadian sebenarnya dan hanya 2 yang menyaksikan langsung


kematian kedua selir.


        Kejadian ini membuat seluruh penghuni Istana was was, terutama kedua pasang pangeran dan


selirnya. Kaisar yang cuek dan dianggap tidak mengurusi Istana belakang, ternyata


memiliki mata dimanapun.


        Sebenarnya, perselingkuhan kedua selir sudah diketahui Xing, sebelum Xian Lian


membongkarnya. Xing sedang mengumpulkan bukti untuk menghukum dan menjatuhkan


kedua keluarga dalam satu tindakan. Tidak pernah menyangka, cara Xian Lian yang


terkesan kekanakan, telah menyelesaikan satu masalahnya.


        Xian Lian dimanjakan Xing, hingga cemberut dan kesal “Lihat, aku sudah hampir menjadi


babi kecil… tiap hari hanya makan tidur makan tidur…” protes pada Xing yang


cekikikan melihat tingkah kekanakan Xian Lian, yang sedang merajuk.


        Xing menarik Xian Lian ke pangkuannya “tubuhmu begini mungil, tidak akan menjadi


babi kecil. Bagaimana kalau membawamu berjalan-jalan keluar Istana ? Hari ini


ada perayaan terakhir Kue Bulan. Jalanan akan sangat ramai” mata Xian Lian


langsung berbinar “aku mau… aku mau…” Xing tersenyum manis, memeluk gadis kecil


yang sangat bersemangat.

__ADS_1


        Xing membawa Xian Lian yang berpakaian wanita, bersenang-senang keluar Istana. Xing


dengan leluasa bisa menunjukkan kasih sayangnya pada Xian Lian. Sesuai dengan


kata-kata Ming Jie Xing Jun, Xian Lian hanya bersikap apa adanya.


        Xing bersama Xian Lian melihat pertunjukan tarian, yang mengisahkan sejarah Kue


Bulan. Setelahnya, melihat perahu lampion kecil-kecil yang dilepaskan di danau.


Xing dan Xian Lian juga melepaskan satu lampion, bersama-sama.


        Xian Lian sangat menyukai pertunjukan dan mainan-mainan kecil di perayaan. “Ah gadis


kecil, apa kau memiliki saudara lelaki yang mirip denganmu ?” Penjual mainan


bertanya, teringat pemuda Lian. Xian Lian menggeleng “shushu, aku yatim piatu,


dari mana datangnya saudara…” memberikan senyum datarnya.


        “Ah… maafkan shushu, tapi kalian berdua sangat mirip…” penjual mainan tersenyum


manis “Ini untukmu…” memberikan sebuah mainan kecil ke Xian Lian. Xian Lian


menyukainya, salah satu mainan yang dipilihnya dulu “terima kasih shushu…”.


        “Kau menyukainya ?” Xing bertanya, ikut tersenyum melihat kebahagiaan Xian Lian.


Xian Lian mengangguk “ini sangat lucu…” tersenyum manis. Xing membelai kepala


Xian Lian “wah nona, pacar anda nampak sangat menyayangi anda…” penjual mainan


memuji.


        Xing tersenyum manis “shushu, anda benar sekali… gadis kecil ini adalah


kesayanganku…” Xian Lian menatap polos Xing “apa itu kesayangan ?” bertanya


dengan mata jernihnya. Xing merangkul Xian Lian “artinya, aku sangat


menyukaimu, sangat menyayangimu…” tersenyum lembut ‘Xian Lian, aku mencintaimu…


Hatimu itu ! Bisakah berikan padaku ? Bagaimana caranya membuatmu menyukaiku


?’.


        Penjual mainan melihat keduanya “Tuan, bisa shushu berbicara berdua denganmu ?” Xing


mengerutkan kening tapi mengangguk “Xian Lian, jangan kemana-mana, aku akan


segera kembali…” Xian Lian mengangguk sambil memainkan mainan kecil di


tangannya.


        Penjual mainan membawa Xing menjauh dari pendengaran Xian Lian “Tuan, apakah nona itu


adalah tuan muda yang dulu ke kedaiku ?” Xing mengangguk sebagai jawaban


pertanyaan si penjual.


        Penjual itu mengangguk “jika begitu, mungkin hal itu benar adanya…” “Ada apa shushu ?” Xing


bertanya, merasa ada yang aneh. “Tuan, jika anda ingin bersama gadis ini, maka


lindungi dia dengan baik. Dalam tiga tahun, jangan biarkan gadis ini menghilang


dari pandangan anda. Jika tidak, anda bisa saja kehilangannya selamanya”


penjual mainan berkata tanpa keraguan.

__ADS_1


__ADS_2