Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 26 - Pernikahan dan Penobatan


__ADS_3

Xing dan Tabib Yin, tidak melihat ke wajah Xian Lian yang sedang berbicara, tapi keduanya menunduk. Xian Lian mengatakan keinginannya yang sebenarnya lewat tulisan dengan air, diatas meja. Melihat keduanya mengangguk, Xian Lian tersenyum menumpahkan air dan mengelap meja.


          Tabib Yin tersenyum manis, keluar dari ruangan "hmm Tabib Yin nampaknya sangat senang bersamamu..." "iyakah ?" Xian Lian mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh. Xing mengangguk "bagaimana lukamu ?" masih khawatir.


          Xian Lian menggerak-gerakkan tubuhnya "sudah baikan !" Xing menarik Xian Lian ke pelukannya "selama 3 hari, kita tidak bisa bertemu, aku akan sangat merindukanmu. Setelah 3 hari, kita akan selalu bersama" mengatakan kegalauannya.


          Xian Lian tidak terlalu mendengarkan kata-kata galau Xing "3 hari ?" Xing mengangguk "ini adalah peraturan pernikahan... Pernikahan kita akan digelar 3 hari dari sekarang dan penobatan Huang Hou 2 hari setelahnya" menjelaskan susunan acaranya.


          Xian Lian mengangguk "baik 3 hari... selama 3 hari ini, jangan ada yang menggangguku..." Xing mengerutkan kening "apa yang akan kau lakukan ?" Xian Lian melihat ke meja, tempat kedua burung masih berbaring diatasnya "aku akan mencoba membebaskan keduanya...".


          Xing ikut melihat ke meja "Xian Lian, apa yang kau perlukan ?" Xing sudah memutuskan akan memenuhi dan mendukung apapun yang ingin dilakukan Xian Lian. Xian Lian berfikir "selain yang kuminta tadi, sementara tidak ada... Jika ini berhasil, para hewan itu akan memiliki kesempatan kedua".


          Xing tersenyum 'Xian er, betapa mulia hatimu, bahkan hewan pun kau fikirkan' membelai kepala Xian Lian "Xian Lian, kau bisa mencobanya tapi jangan terlalu lelah. Xian Lian harus sehat, agar mempunyai kekuatan untuk melakukan segalanya" Xian Lian mengangguk dengan senyuman manisnya.


          Sekali lagi, Xing memeluk Xian Lian "Xian Lian, yang kau inginkan, akan segera kusiapkan. 3 hari kedepan, tidak akan ada yang mengganggumu, kau bisa dengan tenang melakukan hal yang kau inginkan. Aku akan menunggumu di Mu Ning Gong, untuk pernikahan kita" mempererat pelukannya, tidak rela melerai pelukannya.


          Barang-barang yang di minta Xian Lian, sudah diterimanya hari itu juga. Xian Lian menutup pintu ruangannya, bekerja sendiri di dalamnya. Xing menatap pintu yang tertutup, hanya bisa menghela nafas pasrah.

__ADS_1


          Xian Lian meracik obat dari bahan-bahan yang ada, berusaha mengeluarkan semua larva cacing dari tubuh burung. Xian Lian mencoba memutuskan koneksi dari kedua burung dengan Sekte Mohang. Demi hal ini, Xian Lian tidak tidur 2 hari 2 malam.


          Tidak ada yang mengetahui perjuangan Xian Lian. Selain tidak ada yang tahu prosesnya, tidak banyak yang memikirkan nasib hewan-hewan kecil seteliti Xian Lian. Xing memantau jika Xian Lian membuka pintu, tapi selama 3 hari, tidak ada kabar yang datang padanya.


          Selain adanya cacing, ikatan dengan Sekte Mohang juga berupa ikatan spiritual. Ikatan spiritual merupakan tantangan terbesar Xian Lian. Spiritual Xian Lian hanya dewi kecil, bahkan belum meningkat ke tingkat dasar sekalipun. Demi kedua burung, Xian Lian berusaha hingga menguras tidak sedikit energinya.


          Pada hari ketiga, Xian Lian terkapar, membiarkan perias pengantin, melakukan apapun padanya. Berita lemahnya Xian Lian, segera terdengar oleh Xing "bagaimana kedua burung itu ?" Kasim Lu melaporkan sedetail mungkin "perias mengatakan, mendengar suara burung yang bercicicaca di ruangan Niang Niang..."


          Xing merenung "mungkin Xian Lian sudah berhasil... Xian er tidak akan berhenti, hingga keinginannya tercapai. Biarkan Xian Lian istirahat, hingga waktu yang ditentukan tiba. Suruh perias melakukannya dengan lembut, jangan mengganggu ketenangan Xian Lian..." "baik Wang Jun..." Kasim Lu segera melaksanakan perintah.


          Xing menggenggam erat tangan Xian Lian, tersenyum melihat pengantinnya yang berada dalam tudung pengantin. Xing menuntun Xian Lian melakukan prosesi pernikahan dan membawanya masuk ke kamar pengantin mereka.


          Sebagai Kaisar, Xing tidak perlu meladeni semua yang mau memberi selamat padanya. Xing meneruskan prosesi di kamar pengantin dan menyuruh semua dayang keluar. Xing membuka tudung pengantin dan melihat pengantinnya yang cantik dengan wajah lelahnya.


          Xing tersenyum "Fu Ren..." Xian Lian ikut tersenyum "Fu Jun..." hati Xing sangat bahagia, mendengar kata 'Fu Jun' dari bibir Xian Lian. Xing memberikan secangkir arak dan menyilangkan tangan Xian Lian, meminum arak bersama.


          Xing menarik Xian Lian kedalam pelukannya. Setetes air mata jatuh dari mata Xing, dada kirinya terus berdebar kencang 'Xian Lian, mulai saat ini, kita akan bersama selamanya. Xian er, kenapa aku merasa sangat takut kehilanganmu. Apa kau masih akan meninggalkanku ?'

__ADS_1


           Xing melerai pelukan, mencium bibir Xian Lian. Xing bisa merasakan Xian Lian yang bergetar dan sangat kaku. Xing tersenyum, tidak memaksa memperdalam ciumannya.


          Xing membantu Xian Lian melepas jubahnya dan membaringkannya "Fu Ren, aku akan menunggu sampai kau siap menerimaku. Xian er sudah lelahkan..." "Xian er ?" Xian Lian bertanya, Xing mengangguk "mulai saat ini, aku akan memanggilmu Xian er..." "ooo..." Xian Lian mengangguk.


          Xing membelai wajah Xian Lian "Xian er, sudah lelah, kita istirahat ?" Xian Lian mengangguk. Xing memeluk Xian Lian, mengecup keningnya "tidurlah, tidur yang nyenyak... Aku akan memelukmu, menjagamu dengan baik" Xian Lian menutup mata dan langsung tertidur.


          Xing tersenyum, melihat wajah polos Xian Lian di pelukannya "Fu Ren, aku akan menjaga dan melindungimu. Aku akan melimpahi dengan kasih sayangku, hingga kau lupa akan trauma dan penderitaanmu. Xian er, aku sangat mencintaimu. Aku menemukan cinta sejatiku, saat aku bertemu denganmu" mengecup kening Xian Lian hingga menyusulnya tidur.


          2 hari, Xing meminta Xian Lian beristirahat, hingga hari penobatan tiba. Di hari penobatan Xian Lian menjadi Huang Hou, semua penghuni Istana, para pejabat, bahkan Sekte Mohang akhirnya bisa melihat rupa Xian Lian.


          Sekte Mohang terkejut, gadis cilik yang mereka cari ternyata adalah Huang Hou Kerajaan Song. Mata Sekte Mohang terus mengikuti segala pergerakan Xian Lian. Xian Lian bahkan tidak melirik satupun Sekte Mohang.


          Xian Lian melaksanakan semua prosesi penobatan dengan wajah datarnya. Xian Lian juga menerima hormat semua dengan wajah dingin. Selama proses penobatan, tidak sekalipun ada senyuman di wajah Xian Lian.


          Xing getar getir, takut Xian Lian tidak menyukai prosesi ini "Xian er, ada apa ? apakah lelah ?" Setelah mendengar suara Xing, barulah terlihat sedikit senyuman di wajah Xian Lian. Xian Lian menggeleng "baik-baik saja !" menjawab singkat.


          Xing tersenyum, menggandeng tangan Xian Lian "ada apa Xian er ? Kita adalah suami istri, berbagi apapun" Xian Lian tersenyum lembut "aku hanya merasa tidak nyaman dengan keberadaan mereka..." Xing mengerutkan kening "Apa mau keluar dari sini ?"

__ADS_1


__ADS_2