Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 38 - Tidak semua baik-baik saja


__ADS_3

Xing terus mencari keberadaan Sang Pengontrol. Tidak dapat memastikan, membunuh semua Sekte Mohang yang berada di jalurnya. Banyak korban berjatuhan termasuk para prajurit Kerajaan Song.


          Xian Lian sekali lagi terbang naik, melihat perang di bawahnya "tidak, kalian tidak boleh keluar. Er er, masih ada satu cara..." berbicara dengan Siluman Er Er menggunakan kesadaran alamnya (sama dengan telepati) "nona... seperti ini saja, kami sudah berterima kasih. Nona, kami mohon, bebaskan mereka dari penderitaan ini. Walaupun mati, mereka akan mati sebagai hewan bebas" Er Er berguman bersama lainnya yang bersahutan.


          Er Er bersedia memimpin para siluman dan hewan dalam Hutan Liar untuk membantu Xian Lian. Xian Lian tidak mengijinkan, karena ini bisa menjadi jebakan. Mereka bisa menjadi korban dan berbalik arah ikut terjangkit.


          Xian Lian melihat Xing "sudah saatnya mengakhiri ini... Xing, kuharap kau bisa segera menemukan cinta sejatimu. Terima kasih atas segalanya" merapalkan mantra. Xian Lian menggunakan seluruh energinya dan hasil pertapaannya di Hutan Liar.


          Semua hewan berhenti bergerak dan melihat Xian Lian. Xing merasakan ada yang salah, segera mencari Xian Lian. Xian Lian dipenuhi energi "Xian er, apa yang kau lakukan ?" Dari sisi Xing, terlihat sekelebat bayangan. Xing langsung menangkis serangan yang diarahkan padanya.


         Ternyata serangan itu hanya melalui Xing, tidak menargetkan Xing. Bayangan itu bergerak cepat menuju Xian Lian "Xian er..." Xing menggunakan energi spiritualnya, menyingkirkan bayangan itu.


          Tanpa terduga, bayangan lain muncul dan semua sama bergerak dengan sangat cepat ke arah Xian Lian. Xian Lian menatap dingin para bayangan "kalian tidak akan berhasil... Sekte Mohang berakhir disini !"


          Energi Xian Lian meledak dan meluncur cepat ke semua hewan yang ada di arena. Semua energi yang terkena para pengikut Sekte Mohang juga bereaksi. Bagi yang memiliki aura jahat, segera terhisap dan mati di tempat. Bagi yang pengikut baru, hanya aura yang terserap, masih hidup tanpa spiritual ataupun aura.


          Terlihat 3 bayangan yang melesat menuju Xian Lian. Di belakangnya, ada seseorang yang mengendarai burung rajawali besar meluncur ke arah Xian Lian. Xian Lian menghancurkan ketiga anak panah yang mengarah padanya.

__ADS_1


          Di saat Xian Lian mau menyerang pengendara burung. Si pengembara memakai rajawali sebagai tameng. Serangan Xian Lian menembus rajawali, tidak melihat Si pengendara. Tanpa terduga si pengendara menyerang rajawali yang  menembus hingga dada kiri Xian Lian.


         "Xian er..." Xing melihat semua dari bawah, terkejut, segera membunuh si pengendara dari kejauhan. Terlihat Xian Lian, rajawali dan si pengendara yang terjatuh. Xian Lian menggapai dan memeluk rajawali "aku melindungimu..." turun dengan baik ke tanah.


          Xian Lian menggunakan energi dewi yang tersisa, mengobati rajawali. Xian Lian tidak berhenti hingga luka rajawali pulih dan bisa bergerak. Xian Lian terjatuh di sisi rajawali.


          Rajawali yang bangun, menggosok-gosokkan kepalanya ke Xian Lian. Xian Lian tersenyum dengan mulut penuh darah "sudah kukatakan, akan menyelamatkan kalian..." membelai kepala rajawali.


          "Xian er... Xian er..." Xing berlari ke sisi Xian Lian, terkejut dengan kondisi mengenaskan Xian Lian "Xian er..." Xing jatuh berlutut, air matanya menetes "Xian er..." mengangkat dan memeluk Xian Lian.


          Xian Lian tersenyum dan mengedipkan mata. Tangan Xian Lian naik, membelai kepala Xing "tidak apa-apa... semua baik-baik saja..." tersenyum "Xing, apa kau sudah menemukan cinta sejatimu ?"


          Xing tersenyum, mengambil tangan Xian Lian dan menciumnya "Xian er, aku sudah lama menemukannya. Xian er, kau adalah cinta sejatiku. Aku sangat mencintaimu. Xian er, aku membawamu kembali, kau akan pulih kembali" membelai wajah Xian Lian.


          Xian Lian tersenyum manis "akhirnya, kau menemukan cinta sejatimu Xing. Sangat baik..." air mata menetes dari mata indahnya. "Xian er, jangan bicara lagi, kau kelelahan, butuh istirahat. Aku akan membawamu beristirahat" Xing membelai wajah Xian Lian.


          Xian Lian mengangguk "aku sangat lelah dan juga sangat bahagia. Xing-ku sudah menemukan cinta sejati. Hewan-hewan sudah bebas. Aku sangat bahagia. Xing, jangan menangis... semua baik-baik saja..." tersenyum, memegang pipi Xing.

__ADS_1


          Xing mengangguk "semua baik--baik saja. Xian er-ku baik-baik saja..." Xian Lian tersenyum manis "semua baik-baik saja..." perlahan tangan Xian Lian jatuh dan menutup mata.


          Xing tercengang "Xian er... Xian er..." memegang wajah Xian Lian "Xian er, jangan... jangan tidur disini... disini sangat dingin.. buka matamu, aku membawamu kembali ke istana, di ranjang yang hangat. Xian er... Xian er..." bercucuran air mata, membelai wajah Xian Lian.


          Xing mengguncang tubuh Xian Lian "Xian er, apa kau mendengarku... kumohon, bukalah matamu... jangan tidur disini... jangan meninggalkanku... Xian er, kau berkata semua baik-baik saja... kita akan baik-baik saja... Xian er..." air mata semakin deras turun dari mata Xing.


          Xing tersenyum sedih "Xian er, semua baik-baik saja, tapi kau... kau tidak... kau tidak baik-baik saja... Xian er, aku rela mengorbankan segalanya asal bukan dirimu... Xian er, aku tidak mau baik-baik saja, aku hanya mau kau Xian er-ku... Xian er, apakah sampai akhir, aku tetap tidak bisa memilikimu ? Xian er..." memeluk erat Xian Lian.


          Xing menundukkan wajah, menempelkannya dengan wajah Xian Lian "Xian er... Xian er...". Semua prajurit dan para hewan mengelilingi mereka, berlutut dan memberi hormat.


          Xing berdiri, menggendong Xian Lian, selangkah demi selangkah menuju Istana 'Xian er, sebelum bertemu denganmu, aku hanya pria tanpa jiwa. Kau datang dalam hidupku, menjadi jiwa dan cahaya yang menuntunku menjadi pria sempurna. Xian er, akhirnya aku kehilanganmu. 3 tahun... Dari awal kita bertemu hingga saat ini, hanya kurang 4 bulan lagi. Semua salahku, aku tidak bisa melindungimu... Xian er...' menitikkan air mata.


          Xing jatuh tidak sadarkan diri bersama Xian Lian yang dipelukannya, karena kesedihan yang berlebihan. Saat Xing jatuh, rajawali terbang ke sisi Xian Lian, mengecup keningnya dan terbang menjauh. Semua hewan, seperti mendapat panggilan, mengikuti rajawali, masuk ke Hutan Liar.


          Tabib Yin memeriksa Xing yang terbaring lemah dan terus mengigaukan nama Xian Lian "Tabib, bagaimana Wang Jun ?" Kasim Lu bertanya dengan cemas.


          Tabib Yin menggeleng "tidak ada luka di tubuh Wang Jun. Ini adalah penyakit hati. Wang Jun merasakan kesedihan yang berlebihan, membuatnya seperti ini." "Wang Jun sangat mencintai niang niang. Semoga Wang Jun bisa menerimanya !" Kasim Lu menunduk sedih.

__ADS_1


__ADS_2