Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 18 - Cahaya Dunia tidak bisa digenggam


__ADS_3

        Xing mengerutkan kening “Apa maksud anda ?” Penjual mainan menatap Xing “Tuan,


keluargaku memiliki kelebihan, terkadang kami bisa melihat cahaya pada


orang-orang tertentu. Gadis ini membawa Cahaya Dunia dan Cahaya Dunia tidak


bisa digenggam” Xing menatap dingin si penjual mainan.


        Penjual mainan tersenyum “Tuan, anda bisa percaya atau tidak, semua terserah pada anda.


Pendahuluku dulu pernah berkata ‘jodoh adalah sebab akibat akan karma


sebelumnya’. Anda berjodoh dengan gadis ini, adalah keberuntungan anda. Jika


penglihatanku tidak salah, kalian berdua memiliki takdir sebagai pasangan


abadi. Tapi hal itu juga menuntut penjuangan dan pengorbanan yang besar. Ayo,


jangan biarkan gadis itu menunggu lama” tersenyum dan berjalan kembali,


menghampiri Xian Lian.


        Penjual mainan tersenyum pada Xian Lian “Apa menyukai mainannya ?” Xian Lian


mengangguk-angguk dengan antusias “gadis kecil sangat senang ?” Xian Lian


mengangguk lagi dengan senyuman manisnya “senyummu sangat indah… semoga kau


selalu tersenyum…” Penjual mainan membelai kepala Xian Lian dengan sayang.


        Xing sering melamun setelah mendengar kata-kata penjual mainan. “Ada apa Wang Jun ?”


Kasim Lu bertanya, setelah melihat Xing yang tidak bersemangat beberapa hari


“Lu Zhi, bagaimana mendapat perhatian Xian Lian ? Zhen tidak mau kehilangannya,


tidak sanggup kehilangannya” Xing menghela nafas dengan wajah yang cemberut.


        Kasim Lu mengerutkan kening “Wang Jun, bukankah Lian dianxia baik-baik saja di sisi anda.


Lian dianxia pastinya juga menyukai anda…” sangat yakin dengan pendapatnya.


        Xing menggeleng “Xian Lian tidak pernah merasakan kasih sayang sebelumnya, tidak


memahami apa itu rasa sayang. Xian Lian masih sangat polos, tidak mengetahui


suka apalagi cinta pria wanita. Dia bahkan bertanya ‘apa itu kesayangan ?’ dan


‘apa itu suka ?’ Bagaimana Zhen bisa membuatnya mengerti, pentingnya dirinya


untuk Zhen ?” menunduk.


        Kasim Lu ikut berfikir “Usia Lian dianxia memang masih sangat kecil… Selama tidak ada


masalah atau sesuatu yang menyinggungnya, Lian dianxia adalah gadis polos yang


manis dan menggemaskan. Wang Jun, hamba fikir perlakuan anda saat ini sudah


sangat baik. Seiring bertambahnya usia Lian dianxia, beliau akan memahami cinta


anda untuknya” menenangkan Xing.


        Xing menghela nafas “semoga seperti itu. Zhen tidak akan sanggup jika berpisah

__ADS_1


darinya” “Wang Jun…” Kasim Lu ikut senang, Xing sudah menemukan pujaan hatinya,


tapi juga khawatir akan kemungkinan Xing patah hati.


        Xing berdiri dan berjalan ke pintu ruangan “Zhen pertama kali jatuh cinta… Perasaan


itu terus bertumbuh dalam diri ini, tanpa bisa di cegah, bahkan saat belum


mengetahui Xian Lian adalah seorang gadis. Apapun yang Zhen lakukan, Zhen


selalu merindukannya. Lu Zhi, Xian Lian adalah segalanya bagi Zhen” menerawang.


        Kasim Lu memberi semangat “selamat Wang Jun. Hamba sangat yakin, Lian dianxia juga


akan jatuh cinta pada anda. Anda begitu baik pada Lian dianxia, beliau tidak


mungkin tidak merasakannya. Saran hamba, anda tidak perlu menunggu lama… Hamba


akan dengan senang hati, mengaturkan pernikahan anda berdua…”.


        Xing tersenyum “Lu Zhi, Zhen akan menunggunya, menunggu Xian Lian siap menerima


Zhen… 3 tahun ! Sebelum 3 tahun, Zhen akan menikahi Xian Lian dan menjadikannya


Huang Hou Kerajaan Song” Kasim Lu tercengang sesaat dan segera memberi selamat.


        Xing memandang langit berbintang “Xian Lian… pao pei… Zhen sangat merindukanmu !


Zhen sangat ingin menempati hatimu, apa kau akan memberikan Zhen kehormatan itu


? Xian Lian, kau adalah segalanya, sangat penting, lebih dari diriku sendiri”


menghela nafas panjang.


        “Dimana Lian dianxia ?” Xing bertanya pada dayang yang bertugas menemani Xian Lian.


pedang…” dayang memberi hormat dan menjawab pertanyaan Xing.


        Xing tersenyum dan menyusul Xian Lian “Achang, dimana Xian Lian ?” Achang memberi


kode diam untuk Xing, memberi hormat dan menunjuk punggung kecil yang sedang


berada dekat dengan bara api.


        Xing terbelalak dan menatap marah pada Achang yang menggeleng-gelengkan kepalanya.


Xing melangkah, dihalangi Achang dan menggeleng kembali. Xing mengerutkan


kening, menunggu dengan getar getir.


        “Shushu, buat setipis mungkin…” Xian Lian akhirnya berbalik dan menghampiri seorang


pengrajin “dianxia, menyingkirlah… Setelah selesai, hamba akan memberikannya !”


Pengrajin menerima dengan senang hati. Semua pengrajin sudah getar getir dan


ketakutan akan amarah Xing, yang nampak sangat kesal.


        Xing segera menghampiri Xian Lian “Xian Lian…” Xian Lian langsung berbalik dan


melihat Xing “Xing, kau disini ! Baik shushu, nanti aku akan kembali


melihatnya…” memberikan senyum manisnya pada pengrajin.

__ADS_1


        Xing mengambil tangan Xian Lian dan memeriksanya “Apa terluka ?” Xian Lian


menggeleng “tidak, cuma disini sangat panas, keringatku banyak sekali…”


cekikikan memperlihatkan pakaiannya yang basah pada Xing.


        Xing tersenyum “ayo, membawamu membersihkan diri…” Xian Lian mengangguk “ayo… Achang


shushu, panggil aku jika pedang itu sudah ditipiskan ya…” “baik dianxia…” Achang


segera memberi hormat dengan senyuman.


        “Xing, kau mau membawaku kemana ? Ini bukan jalan ke ruanganku…” Xian Lian bertanya


dengan mata besarnya. Xing tersenyum “Zhen mempunyai kejutan untukmu !” Xian


Lian langsung berbinar “kejutan apa ?” Xing memainkan wajahnya tapi tidak


menjawab, hanya menarik tangan Xian Lian dan terus berjalan.


        Mereka tiba di salah satu sisi Istana, ada danau air panas disana “wah permandian air


panas…” Xian Lian berbinar melihatnya. “Xian Lian mau mandi disana ?” Xing


bertanya dengan lembut dan mendapat anggukan Xian Lian “baik, siapkan semua…”


memerintah beberapa dayang, menyiapkan segalanya untuk Xian Lian.


        Xing kembali melihat Xian Lian “berendamlah… Aku akan kembali nanti, jangan kelamaan


!” Xian Lian mengangguk-angguk dengan senyum manisnya.


        Xing mengecup kening Xian Lian dan meninggalkannya bersama dua dayang “layani


dianxia dengan baik…” “baik Wang Jun…” kedua dayang menurut.


        Xing kembali ke bengkel kerja “Apa yang kalian lakukan ?” memarahi Achang dan Alu.


“Ehm… Wang Jun, kami sudah melarang, tapi Lian dianxia memaksa…” Achang membela


diri, menerima tatapan tajam Xing.


        “Ehm… Wang Jun, Wan Chan terus menemani di sisi Lian dianxia. Wang Jun, Lian dianxia


sangat cekatan. Saat Wang Jun tiba, Lian dianxia baru saja memasukkan bahan ke


tungku perapian” Achang menceritakan hal yang terjadi dan terdengar ada nada


membanggakan dalam suaranya.


        Xing mengerutkan kening “benar Wang Jun… Semua pengrajin melihat prosesnya… Dari


pemilihan bahan, hingga membentuk lempengan pedang. Semua di lakukan Lian


dianxia dengan cepat, dalam 30 menit”. Alu ikut menjelaskan.


        Xing menatap kesal kedua prajuritnya “Apapun yang kalian katakan, jangan sampai Xian


Lian kembali ke tempat berbahaya itu. Xian Lian hanya seorang gadis kecil. Zhen


tidak mau melihat Xian Lian terluka, paham ?” menghardik kedua prajurit.


        “Hamba menjalankan perintah !” keduanya segera menunduk dan mengiyakan permintaan

__ADS_1


Xing. Xing masih menatap kesal keduanya, berbalik dan keluar dari bengkel.


Kedua prajurit menghela nafas lega, melihat punggung Xing yang menjauh.


__ADS_2