
Xing mengerutkan kening “Apa maksud anda ?” Penjual mainan menatap Xing “Tuan,
keluargaku memiliki kelebihan, terkadang kami bisa melihat cahaya pada
orang-orang tertentu. Gadis ini membawa Cahaya Dunia dan Cahaya Dunia tidak
bisa digenggam” Xing menatap dingin si penjual mainan.
Penjual mainan tersenyum “Tuan, anda bisa percaya atau tidak, semua terserah pada anda.
Pendahuluku dulu pernah berkata ‘jodoh adalah sebab akibat akan karma
sebelumnya’. Anda berjodoh dengan gadis ini, adalah keberuntungan anda. Jika
penglihatanku tidak salah, kalian berdua memiliki takdir sebagai pasangan
abadi. Tapi hal itu juga menuntut penjuangan dan pengorbanan yang besar. Ayo,
jangan biarkan gadis itu menunggu lama” tersenyum dan berjalan kembali,
menghampiri Xian Lian.
Penjual mainan tersenyum pada Xian Lian “Apa menyukai mainannya ?” Xian Lian
mengangguk-angguk dengan antusias “gadis kecil sangat senang ?” Xian Lian
mengangguk lagi dengan senyuman manisnya “senyummu sangat indah… semoga kau
selalu tersenyum…” Penjual mainan membelai kepala Xian Lian dengan sayang.
Xing sering melamun setelah mendengar kata-kata penjual mainan. “Ada apa Wang Jun ?”
Kasim Lu bertanya, setelah melihat Xing yang tidak bersemangat beberapa hari
“Lu Zhi, bagaimana mendapat perhatian Xian Lian ? Zhen tidak mau kehilangannya,
tidak sanggup kehilangannya” Xing menghela nafas dengan wajah yang cemberut.
Kasim Lu mengerutkan kening “Wang Jun, bukankah Lian dianxia baik-baik saja di sisi anda.
Lian dianxia pastinya juga menyukai anda…” sangat yakin dengan pendapatnya.
Xing menggeleng “Xian Lian tidak pernah merasakan kasih sayang sebelumnya, tidak
memahami apa itu rasa sayang. Xian Lian masih sangat polos, tidak mengetahui
suka apalagi cinta pria wanita. Dia bahkan bertanya ‘apa itu kesayangan ?’ dan
‘apa itu suka ?’ Bagaimana Zhen bisa membuatnya mengerti, pentingnya dirinya
untuk Zhen ?” menunduk.
Kasim Lu ikut berfikir “Usia Lian dianxia memang masih sangat kecil… Selama tidak ada
masalah atau sesuatu yang menyinggungnya, Lian dianxia adalah gadis polos yang
manis dan menggemaskan. Wang Jun, hamba fikir perlakuan anda saat ini sudah
sangat baik. Seiring bertambahnya usia Lian dianxia, beliau akan memahami cinta
anda untuknya” menenangkan Xing.
Xing menghela nafas “semoga seperti itu. Zhen tidak akan sanggup jika berpisah
__ADS_1
darinya” “Wang Jun…” Kasim Lu ikut senang, Xing sudah menemukan pujaan hatinya,
tapi juga khawatir akan kemungkinan Xing patah hati.
Xing berdiri dan berjalan ke pintu ruangan “Zhen pertama kali jatuh cinta… Perasaan
itu terus bertumbuh dalam diri ini, tanpa bisa di cegah, bahkan saat belum
mengetahui Xian Lian adalah seorang gadis. Apapun yang Zhen lakukan, Zhen
selalu merindukannya. Lu Zhi, Xian Lian adalah segalanya bagi Zhen” menerawang.
Kasim Lu memberi semangat “selamat Wang Jun. Hamba sangat yakin, Lian dianxia juga
akan jatuh cinta pada anda. Anda begitu baik pada Lian dianxia, beliau tidak
mungkin tidak merasakannya. Saran hamba, anda tidak perlu menunggu lama… Hamba
akan dengan senang hati, mengaturkan pernikahan anda berdua…”.
Xing tersenyum “Lu Zhi, Zhen akan menunggunya, menunggu Xian Lian siap menerima
Zhen… 3 tahun ! Sebelum 3 tahun, Zhen akan menikahi Xian Lian dan menjadikannya
Huang Hou Kerajaan Song” Kasim Lu tercengang sesaat dan segera memberi selamat.
Xing memandang langit berbintang “Xian Lian… pao pei… Zhen sangat merindukanmu !
Zhen sangat ingin menempati hatimu, apa kau akan memberikan Zhen kehormatan itu
? Xian Lian, kau adalah segalanya, sangat penting, lebih dari diriku sendiri”
menghela nafas panjang.
“Dimana Lian dianxia ?” Xing bertanya pada dayang yang bertugas menemani Xian Lian.
pedang…” dayang memberi hormat dan menjawab pertanyaan Xing.
Xing tersenyum dan menyusul Xian Lian “Achang, dimana Xian Lian ?” Achang memberi
kode diam untuk Xing, memberi hormat dan menunjuk punggung kecil yang sedang
berada dekat dengan bara api.
Xing terbelalak dan menatap marah pada Achang yang menggeleng-gelengkan kepalanya.
Xing melangkah, dihalangi Achang dan menggeleng kembali. Xing mengerutkan
kening, menunggu dengan getar getir.
“Shushu, buat setipis mungkin…” Xian Lian akhirnya berbalik dan menghampiri seorang
pengrajin “dianxia, menyingkirlah… Setelah selesai, hamba akan memberikannya !”
Pengrajin menerima dengan senang hati. Semua pengrajin sudah getar getir dan
ketakutan akan amarah Xing, yang nampak sangat kesal.
Xing segera menghampiri Xian Lian “Xian Lian…” Xian Lian langsung berbalik dan
melihat Xing “Xing, kau disini ! Baik shushu, nanti aku akan kembali
melihatnya…” memberikan senyum manisnya pada pengrajin.
__ADS_1
Xing mengambil tangan Xian Lian dan memeriksanya “Apa terluka ?” Xian Lian
menggeleng “tidak, cuma disini sangat panas, keringatku banyak sekali…”
cekikikan memperlihatkan pakaiannya yang basah pada Xing.
Xing tersenyum “ayo, membawamu membersihkan diri…” Xian Lian mengangguk “ayo… Achang
shushu, panggil aku jika pedang itu sudah ditipiskan ya…” “baik dianxia…” Achang
segera memberi hormat dengan senyuman.
“Xing, kau mau membawaku kemana ? Ini bukan jalan ke ruanganku…” Xian Lian bertanya
dengan mata besarnya. Xing tersenyum “Zhen mempunyai kejutan untukmu !” Xian
Lian langsung berbinar “kejutan apa ?” Xing memainkan wajahnya tapi tidak
menjawab, hanya menarik tangan Xian Lian dan terus berjalan.
Mereka tiba di salah satu sisi Istana, ada danau air panas disana “wah permandian air
panas…” Xian Lian berbinar melihatnya. “Xian Lian mau mandi disana ?” Xing
bertanya dengan lembut dan mendapat anggukan Xian Lian “baik, siapkan semua…”
memerintah beberapa dayang, menyiapkan segalanya untuk Xian Lian.
Xing kembali melihat Xian Lian “berendamlah… Aku akan kembali nanti, jangan kelamaan
!” Xian Lian mengangguk-angguk dengan senyum manisnya.
Xing mengecup kening Xian Lian dan meninggalkannya bersama dua dayang “layani
dianxia dengan baik…” “baik Wang Jun…” kedua dayang menurut.
Xing kembali ke bengkel kerja “Apa yang kalian lakukan ?” memarahi Achang dan Alu.
“Ehm… Wang Jun, kami sudah melarang, tapi Lian dianxia memaksa…” Achang membela
diri, menerima tatapan tajam Xing.
“Ehm… Wang Jun, Wan Chan terus menemani di sisi Lian dianxia. Wang Jun, Lian dianxia
sangat cekatan. Saat Wang Jun tiba, Lian dianxia baru saja memasukkan bahan ke
tungku perapian” Achang menceritakan hal yang terjadi dan terdengar ada nada
membanggakan dalam suaranya.
Xing mengerutkan kening “benar Wang Jun… Semua pengrajin melihat prosesnya… Dari
pemilihan bahan, hingga membentuk lempengan pedang. Semua di lakukan Lian
dianxia dengan cepat, dalam 30 menit”. Alu ikut menjelaskan.
Xing menatap kesal kedua prajuritnya “Apapun yang kalian katakan, jangan sampai Xian
Lian kembali ke tempat berbahaya itu. Xian Lian hanya seorang gadis kecil. Zhen
tidak mau melihat Xian Lian terluka, paham ?” menghardik kedua prajurit.
“Hamba menjalankan perintah !” keduanya segera menunduk dan mengiyakan permintaan
__ADS_1
Xing. Xing masih menatap kesal keduanya, berbalik dan keluar dari bengkel.
Kedua prajurit menghela nafas lega, melihat punggung Xing yang menjauh.