
Xing tersenyum, membelai kerutan di kening Xian Lian "Xian er, apa kau mau melakukan malam pertama ?" Xian Lian memiringkan kepalanya "Aku janji akan sangat perlahan dan lembut" Xian Lian yang juga penasaran akan malam pertama, mengangguk pada Xing.
Xing tersenyum manis 'Xian er, aku akan melakukannya dengan lembut, tidak akan membuatmu kesakitan. Kau pasti akan menyukainya dan menyukaiku. Xian er, aku mencintaimu' perlahan mencium kembali bibir Xian Lian.
Xing mencicipi manisnya tubuh Xian Lian "Xian er, nikmati pelayananku..." Xian Lian yang pertama kali merasakan sensasi berbeda pada dirinya, hanya bisa pasrah, menggeliat, bereaksi spontan.
Xing melihat Xian Lian yang menikmati perlakuannya, tersenyum "Xian er, aku akan masuk perlahan, akan sedikit sakit diawal. Setelah itu, kau akan menikmatinya. Xian er, tahan sebentar ya..." Xian Lian hanya mengangguk kecil, tidak mengerti akan hal yang dikatakan Xing.
Xian Lian berteriak kesakitan, Xing segera menciumnya dan menggoda tubuhnya, untuk mengurangi kesakitan Xian Lian. Xing bergerak perlahan, membiarkan Xian Lian terbiasa akan keberadaannya di dalam dirinya 'Xian er, kau sangat manis...' menitikkan air mata, bangga menjadi pria Xian Lian.
Xing menunggu Xian Lian bisa menikmati penyatuan mereka, meningkatkan ritme gerakannya. Xian Lian hanya pasrah akan kelakuan Xing, merasa dirinya tercabik-cabik dari dalam. Sensasi sakit yang menghancurkan dirinya sampai sensasi meledak-ledak yang luar biasa, membuat dirinya kelelahan, remuk redam pada akhirnya.
Sesuai kata-kata Xing, tidak dapat menahan dirinya. Xing melakukan penyatuan berkali-kali dengan istri kecilnya, tidak dapat berhenti dari kenikmatan yang didapatkannya pertama kali dari tubuh Xian Lian.
Entah sudah berapa kali, Xian Lian sudah tidak dapat menahan rasa lelahnya. Xian Lian menutup mata dan tidak sadarkan diri karena kelelahannya. Xing menyadari tubuh Xian Lian yang masih lemah dan tidak dapat menahan hasratnya.
Melihat Xian Lian menutup mata dan tidak memberikan respon apapun, Xing menghentikan penyatuannya. Xing memapah Xian Lian, membersihkan tubuhnya dan membaringkannya di posisi yang nyaman.
__ADS_1
Xing merebahkan tubuhnya di sisi Xian Lian "terima kasih Xian er... Hanya kau yang bisa membuatku merasakan semua ini, menjadi laki-laki yang sempurna untukmu. Xian er, aku tahu semuanya terlalu cepat untukmu, tapi aku tidak dapat menahan diri. Dengan begini, kau sudah menjadi milikku selamanya kan ! Xian er..." membelai wajah Xian Lian.
Xing teringat kata-kata penjual mainan "kami sudah bersatu... kata-kata pedagang itu tidak akan terjadi... Aku tidak akan pernah melepas Xian er, tidak akan membiarkannya menjauh dariku... Kami akan selalu bersama..." memeluk erat Xian Lian.
Xing berusaha menghibur dan menenangkan dirinya sendiri. Seperti perasaannya di awal, ketakutan Xing terus mengikutinya hingga saat ini. Xing selalu merasa tidak dapat memiliki Xian Lian. Xian Lian tidak bisa menjadi milik siapapun, karena keagungannya yang begitu hebat.
Xing terus mencari cara untuk menyenangkan Xian Lian, meyakinkannya untuk berada di sisinya selalu. Xing sangat yakin Xian Lian adalah cinta sejatinya, tapi cinta dan hati Xian Lian belum memilihnya.
Xing terkadang berfikir, selama bisa menahan Xian Lian, apapun akan dilakukannya. Melihat kemampuan Xian Lian, Xing merasa tidak ada kekuatan di Dunia ini yang bisa menahan Xian Lian. Segala sesuatu harus berjalan sesuai keinginan Xian Lian, hanya ini satu-satunya cara menahannya.
Xian Lian bangun di sore hari berikutnya, merasakan seluruh tubuhnya yang sakit. Xing yang merasa bersalah, hanya bisa melayani dan menjaga Xian Lian. Tubuh mungil yang kelelahan itu, hanya bangun untuk mengisi perutnya.
Seluruh perayaan pernikahan dan penobatan sudah selesai. Pertemuan resmi dengan Sekte Mohang kembali diadakan. Sekte Mohang mencari keberadaan Xian Lian "Wang Jun, ini adalah perjamuan anda. Dimanakah Huang Hou niang niang ? Perjamuan seperti ini tanpa kehadiran beliau, bukankah terasa kurang sesuatu..."
"Dang Wei dianxia, acara seperti ini, mana mungkin tanpa kehadiran Pengkon" Xian Lian berjalan masuk ruangan, menatap lurus ke Xing tanpa melirik sana sini. Setelah sampai ke singgasana Huang Hou disamping Xing, barulah Xian Lian menatap semua yang hadir.
Semua berdiri memberi hormat "Huang Hou niangniang, qian sui qian sui qian qian sui..." " berdirilah..." mempersila semua dan duduk di singgasananya "Maaf Dang Wei dianxia, Pengkon biasa hanya memakai riasan sederhana hingga memerlukan lebih banyak waktu pada riasan ini" berkata datar, tidak tersirat nada penyesalan.
__ADS_1
Utusan Sekte Mohang yang dipanggil 'Dang Wei dianxia' nyengir "niang niang, anda berlebihan... Kecantikan anda ini tanpa riasan apapun, tetap saja cantik" terdengar memuji tapi sebenarnya mengejek.
Xian Lian tersenyum datar "terima kasih atas pujian Dang Wei dianxia. Penampilan luar apalah artinya, yang terpenting adalah kecantikan di dalam. Tidak ada riasan apapun yang memiliki nilai pada kecantikan sejati." menatap penuh arti Dang Wei dianxia yang memakai banyak pernak pernik dari kepala hingga kaki.
Dang Wei dianxia bukan bodoh, segera menyadari kata-kata Xian Lian. Dang Wei dianxia yang masih memiliki maksud lain, tidak memperpanjang masalah "yang anda katakan benar, niang niang. Wanita secantik anda, tentu memerlukan sedikit lebih banyak waktu untuk berdandan" belum puas mengejek.
Xian Lian masih mempertahankan senyum datarnya "tidak banyak, hanya sedikit. Pengkon hanya memakai riasan ringan dan sederhana. Pengkon suka bergerak bebas, jadi riasan juga menyesuaikan. Lebih banyak lagi, Pengkon harus mendapat bantuan lainnya untuk memapah hihihi..." tertawa kecil, tampak bercanda tapi membalas kata-kata Dang Wei dianxia.
Dang Wei dianxia tersenyum dan tertawa "Peng dinxia sudah mendengar kemampuan Huang Hou yang luar biasa, ternyata bukan gosip belaka..." Xian Lian ikut tersenyum dingin "lumayan... tampaknya intelijen anda sangat hebat, hingga mengetahui berita Pengkon...".
Dang Wei dianxia tidak tersinggung "hmm... walau ada beberapa informasi tapi Peng dianxia lebih penasaran pada anda Huang Hou niang niang. Bolehkah Peng dianxia bertanya, siapakah anda sebenarnya ?"
Xing mulai was-was, takut mental Xian Lian jatuh, berkaitan hal-hal masa lalunya. "Hmm... Dang Wei dianxia, sepertinya ini harus mengecewakan anda... Pengkon bukanlah siapapun, hanyalah sebagian kecil dari orang-orang yang sepintas jalan." Xian Lian menjawab acuh tak acuh.
Dang Wei dianxia nyengir "niang niang, anda terlalu merendah. Bagaimana yang bukan siapapun bisa menjadi Huang Hou Kerajaan Song ?" Xian Lian tersenyum dan tertawa kecil.
Semua menaruh perhatian pada pembicaraan Dang Wei dianxia dan Xian Lian "Dang Wei dianxia, sepertinya anda salah bertanya... tapi Dang Wei dianxia, Pengkon bukanlah siapapun di masa lalu, bukan berarti tetap bukan siapapun di masa depan kan !" Kata-kata Xian Lian membuat Sekte Mohang was-was.
__ADS_1