
Banyak binatang buas dan siluman yang menginginkan tubuh Xian Lian sebagai santapan
mereka. seminggu setelah masuk Hutan Liar, di sekeliling Xian Lian, sudah penuh
dengan siluman dan binatang buas yang terluka tapi tidak mati.
Xian Lian selalu melanjutkan pertapaannya, setelah melawan para penyerangnya.
Pakaian Xian Lian sudah dipenuhi oleh noda darah, baik miliknya sendiri maupun
milik penyerangnya.
Xian Lian berusaha menjernihkan fikiran, jiwa dan raganya, untuk mendengarkan alam.
Xian Lian berusaha memahami alam, mengembangkan kemampuan ke 6 inderanya. Xian
Lian tidak meniru Sekte Mohang. Tingkatan yang diinginkan Xian Lian, jauh
diatas yang bisa dilakukan Sekte Mohang.
Perlawanan Xian Lian yang tanpa henti dan dampak yang terjadi, membuat para siluman dan
binatang buas was was. Disaat Xian Lian bertapa, para penyerangnya juga
memanfaatkan waktu untuk memulihkan diri. semua berharap secepatnya bisa
menyerang Xian Lian lagi, untuk mendapatkan santapan lezat mereka.
10 hari setelah masuk Hutan Liar, Xian Lian bisa menembus kesadarannya dan
merasakan pergerakan Hutan Liar. Hal ini juga terbantu karena banyaknya siluman
dan binatang buas yang berada di sekeliling Xian Lian.
Di tahap pertama, Xian Lian bisa merasakan kemarahan di sekitarnya, yang berasal dari
para penyerang yang terluka di sekitarnya.
Di hari ke-15, Xian Lian berhasil menerobos kesadaran para binatang buas dan siluman di
sekitarnya. Xian Lian bisa memahami apa yang mereka rasakan, walau tidak jelas
tapi bisa menebaknya.
Xian Lian menghentikan pertapaannya, karena rasa sakit pada luka dan perutnya. Xian Lian
hanya dewi muda, belum memiliki ketahanan tubuh untuk berpuasa.
Xian Lian merawat semua lukanya secara sederhana, mencari makanan untuk mengisi perutnya.
Melihat begitu banyaknya binatang buas dan siluman yang masih terluka dan
kelaparan, Xian Lian pun membantu mengobati mereka dan berbagi makanannya.
Xian Lian tersenyum, melihat seekor beruang “tenanglah, aku tidak menginginkan nyawamu…
Aku hanya ingin memahami kalian saja…” memerban kaki si beruang dan memberinya
makan ubi bakar buatannya.
Xian Lian bekerja seharian, membantu dan mengobati banyak binatang buas dan siluman.
Setelah mengobati semua, Xian Lian tidak beristirahat tapi kembali bertapa
“Kalian beristirahatlah… Kapan saja mau bertarung, aku akan dengan senang hati
meladeni !”.
__ADS_1
Xian Lian yang sudah bisa memahami perasaan para penyerangnya, secara tidak langsung pun
membuat ikatan dengan para binatang buas dan siluman. Para binatang buas dan
siluman, dapat memahami kata-kata yang diucapkan Xian Lian.
Hasil pertapaan Xian Lian, mempengaruhi emosi para siluman dan binatang buas di dalam
Hutan Liar. Ketenangan Xian Lian menyatu dengan Hutan Liar, membuat para
siluman dan binatang buas tidak menganggap Xian Lian sebagai santapan lagi.
Bersama Xian Lian, siluman dan binatang buas yang sudah lama tinggal di Hutan Liar,
seperti menemukan rumah. Xian Lian memberi mereka kesan, sama seperti arti
Hutan Liar untuk mereka.
Pandangan semua penghuni Hutan Liar, perlahan berubah terhadap Xian Lian. Ketenangan Xian
Lian bagai air yang mengalir dan angin yang berhembus di Hutan Liar, membuat
perasaan teduh bagi semuanya.
Semakin hari, semakin banyak yang berkumpul di sekitar Xian Lian, karena merasa
menemukan rumah. Xian Lian berhasil menembus kesadarannya sendiri, menyatu
dengan alam.
Xian Lian belum bisa memahami kata-kata para binatang di Hutan Liar, tapi bisa memahami
yang mereka inginkan. Xian Lian mencoba menyebarkan kesadarannya, mengundang
semakin banyak penghuni Hutan Liar untuk menghampirinya.
Di hari ke-21, tubuh Xian Lian hampir tertutup oleh para binatang yang memeluk dan
pada para binatang “aku tidak menakuti kalian kan ?” para binatang
mengangguk-anggukkan kepala mereka.
Xian Lian berdiri dan merenggangkan tubuhnya “ouch… huh… masih sakit…” memegang lukanya
yang belum sembuh “huh… entah bagaimana Xing di sana !” melihat para binatang
buas dan siluman.
Xian Lian duduk dan memajukan wajahnya “hei… bisakah aku bertanya ?” Siluman yang
mengerti bahasa Xian Lian, menghampiri dengan tetap menjaga jarak.
“Apa yang ingin anda tanyakan ?” Siluman mempersila dengan wajah garangnya. Xian Lian
cekikikan “tidak usah berwajah seperti itu, aku hanya bertanya saja hihihi…”
Siluman kembali mengambil tiga langkah mendekati Xian Lian “tanyakan !”.
Xian Lian menyilangkan kedua kakinya, dengan wajah santai menghadap siluman “Apa kalian
tahu Sekte Mohang ?” wajah siluman langsung berubah menyeramkan. Xian Lian bisa
merasakan perubahan suasana di sekitarnya, sama seperti perlawanan saat Xian
Lian baru tiba di Hutan Liar.
Xian Lian menatap lembut siluman “bisa aku tahu namamu ?” bertanya dengan lembut “Er Er…”
__ADS_1
Siluman menjawab dengan ketus. “Ah Er Er… Hai, aku Xian Lian ! Apa ada dari
kata-kataku yang menyinggung kalian ?” Xian Lian bertanya dengan polosnya.
Siluman melihat ke kumpulannya yang mengangguk dan para binatang di sekelilingnya yang
dengan tenang mengikuti pembicaraan mereka. “Apa anda dari Sekte Mohang ?”
Siluman Er Er bertanya ketus pada Xian Lian.
Xian Lian menggeleng “aku tidak mengenal Sekte Mohang. Aku pernah melihat ada pria yang
duduk dengan berbagai hewan terbang mengelilingi di atas kepalanya. Aku juga
pernah bertemu Sekte Mohang, yang bisa berkomunikasi dengan para burung
menggunakan bahasa isyarat” berkata apa adanya.
Disebabkan diantara mereka sudah terjalin pemahaman, para siluman dan binatang bisa
mengetahui kejujuran dan kepolosan Xian Lian. Siluman menurunkan kegarangannya
“Xian Lian ?” Xian Lian mengangguk.
Siluman duduk dengan wajah serius, tidak segarang tadi “kami hanya mengetahui beberapa
dari teman-teman di luar sini” Xian Lian menatap intens Siluman, menunggu
penjelasan selanjutnya.
Sebelum meneruskan kata-katanya, siluman Er Er melihat ke belakangnya dan kembali fokus
pada Xian Lian “dahulu, leluhur Sekte Mohang pernah mendapat berkah dari dewa
agung, bisa berkomunikasi dengan beberapa jenis hewan.” Siluman Er Er mulai
menjelaskan.
“Awalnya, mereka hidup dengan rukun. Para hewan banyak membantu kebutuhan dan
meningkatkan kehidupan Sekte Mohang…” Er Er berhenti sejenak, melihat reaksi
Xian Lian.
Xian Lian menunggu dengan sabar, kata-kata selanjutnya Siluman Er Er. “Tapi sebagian
Sekte Mohang menjadi tamak, berniat menguasai dan mengendalikan para hewan,
untuk melakukan pekerjaan keji. Para hewan yang meronta dan melarikan diri,
dibunuh dan dibakar.” Siluman melanjutkan dengan mata yang memendam amarah.
Xian Lian mengerutkan kening “Apa para hewan tidak bisa melarikan diri ?” Siluman Er Er
menatap Xian Lian “jika bisa melarikan diri, mereka sudah melarikan diri…”
kata-kata Siluman Er Er, menambah kerutan di wajah mungil Xian Lian.
Siluman Er Er menggeleng “mereka seperti terikat, tidak bisa melarikan diri. Setiap
kali dipanggil, mereka akan patuh mendatangi dan menjalankan. Ada yang meronta,
entah bagaimana terbakar hidup-hidup di tempat” meneruskan kata-katanya.
Xian Lian bisa merasakan aura kesedihan di sekitarnya “Apa kalian tahu cara melepaskan
diri dari Sekte Mohang ?” semua menggelengkan kepala “tapi salah satu dari
__ADS_1
kami, pernah melihat tanda menyerupai taring paruh salah satu burung Sekte
Mohang” salah satu Siluman di belakang mereka menjawab.