Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 22 - Hutan Liar


__ADS_3

        Banyak binatang buas dan siluman yang menginginkan tubuh Xian Lian sebagai santapan


mereka. seminggu setelah masuk Hutan Liar, di sekeliling Xian Lian, sudah penuh


dengan siluman dan binatang buas yang terluka tapi tidak mati.


        Xian Lian selalu melanjutkan pertapaannya, setelah melawan para penyerangnya.


Pakaian Xian Lian sudah dipenuhi oleh noda darah, baik miliknya sendiri maupun


milik penyerangnya.


        Xian Lian berusaha menjernihkan fikiran, jiwa dan raganya, untuk mendengarkan alam.


Xian Lian berusaha memahami alam, mengembangkan kemampuan ke 6 inderanya. Xian


Lian tidak meniru Sekte Mohang. Tingkatan yang diinginkan Xian Lian, jauh


diatas yang bisa dilakukan Sekte Mohang.


        Perlawanan Xian Lian yang tanpa henti dan dampak yang terjadi, membuat para siluman dan


binatang buas was was. Disaat Xian Lian bertapa, para penyerangnya juga


memanfaatkan waktu untuk memulihkan diri. semua berharap secepatnya bisa


menyerang Xian Lian lagi, untuk mendapatkan santapan lezat mereka.


        10 hari setelah masuk Hutan Liar, Xian Lian bisa menembus kesadarannya dan


merasakan pergerakan Hutan Liar. Hal ini juga terbantu karena banyaknya siluman


dan binatang buas yang berada di sekeliling Xian Lian.


        Di tahap pertama, Xian Lian bisa merasakan kemarahan di sekitarnya, yang berasal dari


para penyerang yang terluka di sekitarnya.


        Di hari ke-15, Xian Lian berhasil menerobos kesadaran para binatang buas dan siluman di


sekitarnya. Xian Lian bisa memahami apa yang mereka rasakan, walau tidak jelas


tapi bisa menebaknya.


        Xian Lian menghentikan pertapaannya, karena rasa sakit pada luka dan perutnya. Xian Lian


hanya dewi muda, belum memiliki ketahanan tubuh untuk berpuasa.


        Xian Lian merawat semua lukanya secara sederhana, mencari makanan untuk mengisi perutnya.


Melihat begitu banyaknya binatang buas dan siluman yang masih terluka dan


kelaparan, Xian Lian pun membantu mengobati mereka dan berbagi makanannya.


        Xian Lian tersenyum, melihat seekor beruang “tenanglah, aku tidak menginginkan nyawamu…


Aku hanya ingin memahami kalian saja…” memerban kaki si beruang dan memberinya


makan ubi bakar buatannya.


        Xian Lian bekerja seharian, membantu dan mengobati banyak binatang buas dan siluman.


Setelah mengobati semua, Xian Lian tidak beristirahat tapi kembali bertapa


“Kalian beristirahatlah… Kapan saja mau bertarung, aku akan dengan senang hati


meladeni !”.

__ADS_1


        Xian Lian yang sudah bisa memahami perasaan para penyerangnya, secara tidak langsung pun


membuat ikatan dengan para binatang buas dan siluman. Para binatang buas dan


siluman, dapat memahami kata-kata yang diucapkan Xian Lian.


        Hasil pertapaan Xian Lian, mempengaruhi emosi para siluman dan binatang buas di dalam


Hutan Liar. Ketenangan Xian Lian menyatu dengan Hutan Liar, membuat para


siluman dan binatang buas tidak menganggap Xian Lian sebagai santapan lagi.


        Bersama Xian Lian, siluman dan binatang buas yang sudah lama tinggal di Hutan Liar,


seperti menemukan rumah. Xian Lian memberi mereka kesan, sama seperti arti


Hutan Liar untuk mereka.


        Pandangan semua penghuni Hutan Liar, perlahan berubah terhadap Xian Lian. Ketenangan Xian


Lian bagai air yang mengalir dan angin yang berhembus di Hutan Liar, membuat


perasaan teduh bagi semuanya.


        Semakin hari, semakin banyak yang berkumpul di sekitar Xian Lian, karena merasa


menemukan rumah. Xian Lian berhasil menembus kesadarannya sendiri, menyatu


dengan alam.


        Xian Lian belum bisa memahami kata-kata para binatang di Hutan Liar, tapi bisa memahami


yang mereka inginkan. Xian Lian mencoba menyebarkan kesadarannya, mengundang


semakin banyak penghuni Hutan Liar untuk menghampirinya.


        Di hari ke-21, tubuh Xian Lian hampir tertutup oleh para binatang yang memeluk dan


pada para binatang “aku tidak menakuti kalian kan ?” para binatang


mengangguk-anggukkan kepala mereka.


        Xian Lian berdiri dan merenggangkan tubuhnya “ouch… huh… masih sakit…” memegang lukanya


yang belum sembuh “huh… entah bagaimana Xing di sana !” melihat para binatang


buas dan siluman.


        Xian Lian duduk dan memajukan wajahnya “hei… bisakah aku bertanya ?” Siluman yang


mengerti bahasa Xian Lian, menghampiri dengan tetap menjaga jarak.


        “Apa yang ingin anda tanyakan ?” Siluman mempersila dengan wajah garangnya. Xian Lian


cekikikan “tidak usah berwajah seperti itu, aku hanya bertanya saja hihihi…”


Siluman kembali mengambil tiga langkah mendekati Xian Lian “tanyakan !”.


        Xian Lian menyilangkan kedua kakinya, dengan wajah santai menghadap siluman “Apa kalian


tahu Sekte Mohang ?” wajah siluman langsung berubah menyeramkan. Xian Lian bisa


merasakan perubahan suasana di sekitarnya, sama seperti perlawanan saat Xian


Lian baru tiba di Hutan Liar.


        Xian Lian menatap lembut siluman “bisa aku tahu namamu ?” bertanya dengan lembut “Er Er…”

__ADS_1


Siluman menjawab dengan ketus. “Ah Er Er… Hai, aku Xian Lian ! Apa ada dari


kata-kataku yang menyinggung kalian ?” Xian Lian bertanya dengan polosnya.


        Siluman melihat ke kumpulannya yang mengangguk dan para binatang di sekelilingnya yang


dengan tenang mengikuti pembicaraan mereka. “Apa anda dari Sekte Mohang ?”


Siluman Er Er bertanya ketus pada Xian Lian.


        Xian Lian menggeleng “aku tidak mengenal Sekte Mohang. Aku pernah melihat ada pria yang


duduk dengan berbagai hewan terbang mengelilingi di atas kepalanya. Aku juga


pernah bertemu Sekte Mohang, yang bisa berkomunikasi dengan para burung


menggunakan bahasa isyarat” berkata apa adanya.


        Disebabkan diantara mereka sudah terjalin pemahaman, para siluman dan binatang bisa


mengetahui kejujuran dan kepolosan Xian Lian. Siluman menurunkan kegarangannya


“Xian Lian ?” Xian Lian mengangguk.


        Siluman duduk dengan wajah serius, tidak segarang tadi “kami hanya mengetahui beberapa


dari teman-teman di luar sini” Xian Lian menatap intens Siluman, menunggu


penjelasan selanjutnya.


        Sebelum meneruskan kata-katanya, siluman Er Er melihat ke belakangnya dan kembali fokus


pada Xian Lian “dahulu, leluhur Sekte Mohang pernah mendapat berkah dari dewa


agung, bisa berkomunikasi dengan beberapa jenis hewan.” Siluman Er Er mulai


menjelaskan.


        “Awalnya, mereka hidup dengan rukun. Para hewan banyak membantu kebutuhan dan


meningkatkan kehidupan Sekte Mohang…” Er Er berhenti sejenak, melihat reaksi


Xian Lian.


        Xian Lian menunggu dengan sabar, kata-kata selanjutnya Siluman Er Er. “Tapi sebagian


Sekte Mohang menjadi tamak, berniat menguasai dan mengendalikan para hewan,


untuk melakukan pekerjaan keji. Para hewan yang meronta dan melarikan diri,


dibunuh dan dibakar.” Siluman melanjutkan dengan mata yang memendam amarah.


        Xian Lian mengerutkan kening “Apa para hewan tidak bisa melarikan diri ?” Siluman Er Er


menatap Xian Lian “jika bisa melarikan diri, mereka sudah melarikan diri…”


kata-kata Siluman Er Er, menambah kerutan di wajah mungil Xian Lian.


        Siluman Er Er menggeleng “mereka seperti terikat, tidak bisa melarikan diri. Setiap


kali dipanggil, mereka akan patuh mendatangi dan menjalankan. Ada yang meronta,


entah bagaimana terbakar hidup-hidup di tempat” meneruskan kata-katanya.


        Xian Lian bisa merasakan aura kesedihan di sekitarnya “Apa kalian tahu cara melepaskan


diri dari Sekte Mohang ?” semua menggelengkan kepala “tapi salah satu dari

__ADS_1


kami, pernah melihat tanda menyerupai taring paruh salah satu burung Sekte


Mohang” salah satu Siluman di belakang mereka menjawab.


__ADS_2