
Kasim Lu menggoyang-goyangkan tangannya “sudah… sudah… tidak perlu kalian bertengkar
disini… biarkan Wang Jun beristirahat… Sementara biarkan saja, Wang Jun sedang
fokus pada masalah Sekte Mohang. Jika saat ini menjauhkannya dari Tuan Lian,
akan berakibat fatal…”.
Achang mengangguk “benar ucapan Kasim Lu… Lagipula, dengan adanya Tuan Lian, sangat
membantu Wang Jun dan kekuatan prajurit Kerajaan. Hal ini memang harus
difikirkan dengan baik, tidak boleh gegabah dan salah langkah…” mengatakan
kata-kata bijaknya.
Xing terbangun keesokan paginya, melihat Xian Lian yang masih tidur nyenyak di
ranjangnya. Xing tersenyum dan mengecup kening Xian Lian “yang penting kau
kembali ke sisiku… Lian, aku sangat menyayangimu…” menggenggam erat tangan Xian
Lian.
Xian Lian bangun saat matahari sudah berada di atas Istana “Lian…” Xing langsung
memapah “Xing…” mendengar namanya di sebut Xian Lian, Xing langsung memeluk
Xian Lian “Lian, kau kemana ? Kau membuatku takut !” Xian Lian mengerutkan
keningnya “ah… Aku pergi membuat saleb dan obat untuk lukaku…” ‘untung saja
Ming Jie Xing Jun sudah mencarikanku alasan huh…’ Xian Lian membatin.
Xing melerai pelukan “saleb dan obat ?” Xian Lian mengangguk, mengeluarkan dua
benda, kotak dan botol dari bajunya. “Kenapa tidak memberitahuku ?” Xing
tersenyum membelai kepala Xian Lian “ha… hanya membuat saleb dan obat, juga
perlu memberitahumu kah ?” Xian Lian bertanya dengan wajah polosnya.
Senyum Xing semakin cerah, mengangguk “kau sedang terluka, aku mengkhawatirkanmu…”
“ooo… maaf…” Xian Lian menjawab spontan “tidak masalah… bagaimana lukamu ?”
Xing bertanya sambil memeriksa luka Xian Lian.
“shh… aku belum sempat mengganti obatnya… karena sudah kelelahan, langsung tertidur”
Xian Lian menjawab apa adanya. Xing menggeleng, mengambil saleb dari tangan
Xian Lian, duduk di belakang Xian Lian, membuka bajunya dan menggantikan obat
di bahu Xian Lian “lain kali, katakan padaku, aku akan menyuruh tabib
menyiapkan untukmu. Tidak perlu kau sendiri turun tangan. Kau masih terluka,
jangan banyak bergerak…” Xing menasehati tanpa menghentikan gerakannya.
Xian Lian cekikikan “mana ada separah itu hihihi… Kau membuatku terlihat seperti
orang tidak berdaya hihihi… aku baik-baik saja. Lagipula, aku juga tidak bisa
mempercayakannya pada yang lain, akan sangat lama merampungkannya” berguman
acuh tak acuh.
__ADS_1
Xing suka melihat keceriaan di wajah Xian Lian, membelai kepalanya “Baiklah, Lian
kesayanganku, sudah lapar kan ?” Xian Lian mendengar kata lapar, segera
mengangguk “lapar sekali…” merengut. Xing cekikikan “ayo, mereka sudah
menyiapkan makanan untukmu…” membawa Xian Lian menikmati makan siangnya di
tempat terbuka.
Xing senang Xian Lian tidak menolak perhatiannya “Lian…” “hmm…” Xian Lian berdehem,
masih sibuk mengunyah makanannya “Lian hanya nama julukanmu saja kan ? Boleh
aku tahu namamu ?” “Xian Lian… Caihong Xian Lian…” Xian Lian menjawab spontan.
“Xian Lian… Caihong Xian Lian…” Xing mengulangnya “nama yang sangat bagus… Siapa yang
memberimu nama itu ?” “Aku sendiri…” Xian Lian tidak berhenti mengunyah. “ooo…
Bagaimana kau bisa mendapatkan nama sebagus itu ?” Xing sangat penasaran.
Xian Lian memainkan wajahnya “di Tian Xing He, sering muncul aurora pelangi dan
sekitarnya banyak bunga taratai…” “ooo… bisakah membawaku ke Tian Xing He ?”
Xing sangat berharap melihat tempat tinggal Xian Lian “hmm… Jika berjodoh,
suatu hari akan membawamu kesana…” Xian Lian hanya menjawab spontan saja.
“Baik, sepakat !” Xing sangat bersemangat “Ehm… Xian Lian, bisakah aku meminta sesuatu
padamu ?” berhati-hati dengan kata-katanya. Xian Lian mengangkat kedua bahunya
“katakan saja… akan kufikirkan…” menjawab acuh tak acuh.
menghentikan pergerakan Xian Lian. Xian Lian menatap Xing yang salah tingkah
“ehm… kau tahu, sekarang Istana sedang penuh dengan gosip…” “Gosip ?” Xian Lian
kembali acuh tak acuh.
Xing cemberut “mereka mengatakan ‘aku penyuka sesama jenis’…” sukses menghentikan
gerakan Xian Lian dan menjatuhkan sumpit dari tangannya. Xian Lian mengerutkan
kening, menatap Xing yang cemberut.
Sesaat kemudian, Xian Lian tertawa terbahak-bahak “hahaha… hahaha… rasakan… hahaha…
ough…” tertawa sampai merasa sakit pada lukanya. Xing cemberut, tapi tetap
memapah Xian Lian “Xian Lian…” merengek.
“Hahaha… penyuka sesama jenis… Kaisar penyuka sesama jenis… hahaha…” Xian Lian belum
bisa berhenti tertawa “Xian Lian…” Xing kembali merengek “eh… Apa benar kau
seorang Kaisar ? Kenapa kau mengijinkan mereka bergosip tentangmu ? Apa benar
kau penyuka sesama jenis ?” Xian Lian menggoda Xing, berusaha menghentikan
tawanya.
Xing semakin cemberut dan menunduk, sekali-kali melirik Xian Lian “hihihi… kau
sangat menggemaskan…” Xian Lian cekikikan. “Xian Lian, bisakah ?” Xing belum
__ADS_1
menyerah. Xian Lian memainkan wajahnya sambil berfikir “hmm… berpakaian wanita
! Bukan tidak bisa, hanya saja mengurangi keleluasaanku…” berkata apa adanya.
Xing jadi bersemangat “Bagaimana, jika selama sakit, kau berpakaian wanita ? Kau kan
hanya perlu memulihkan diri. Selanjutnya… kita akan fikirkan lagi…” Xian Lian
mengangkat kedua alisnya “hmm… baiklah…” mengangguk dengan polosnya, membuat
senyuman Xing semakin lebar.
Xing menunggu di depan pintu kamar Xian Lian, yang sedang membersihkan diri dan
berganti pakaian. Kasim Lu datang menghampiri “Wang Jun… Jenderal Achang
melapor, pedang pertama sudah selesai dibuat. Apakah anda mau melihatnya ?”
Xing mengangguk “Zhen akan melihatnya bersama Xian Lian…” Kasim Lu mengerutkan
kening “Xian Lian ?” Xing tersenyum “kau pergilah ! Zhen akan segera ke
lapangan…” “Baik Wang Jun…” Kasim Lu pergi dengan rasa penasarannya.
Beberapa saat setelah Kasim Lu pergi, pintu kamar terbuka. Xian Lian keluar memakai
pakaian berwarna merah pastel, dengan rambut yang digerai dan hanya memakai
satu tusuk rambut sederhana. Xian Lian tersenyum manis dengan riasan tipis di
wajahnya yang mungil, membuatnya terlihat sangat manis dan menggemaskan.
Xing terpana dan terpesona melihat penampilan gadisnya “Xing… Xing…” Xian Lian
menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Xing, untuk menyadarkannya. Xing
yang tersadar, segera memeluk Xian Lian “Xian Lian, kau sangat cantik…”
tersenyum manis dan mengecup kening Xian Lian.
Xian Lian cekikikan “yang mulia, anda seperti ini, bukan lagi penyuka sesama jenis,
tapi akan menjadi pedofilia…” menggoda Xing. Xing merengek, mendengar godaan
Xian Lian “aaa… aku hanya menyukaimu… Xian Lian, kau sangat mempesona…” tidak
rela melepas pelukannya.
“shh…” Xian Lian meringis “pelukanmu terlalu erat…” Xing langsung melerai pelukan “aku
menyakitimu…” Xian Lian membelai lembut bahunya “tidak masalah… lukanya baru
saja mengering, masih terasa sakit dan gatal…” mencoba menggerakkan ringan
bahunya “maaf…” Xing meminta maaf dengan tulus.
“Tidak apa, baik-baik saja…” Xian Lian memberikan senyuman menenangkan. Xing membelai
kepala Xian Lian “ah… tadi Lu Zhi melaporkan pedang pertama sudah selesai di
buat. Apa kau mau melihatnya ?” menawarkan “oh ya ? aku mau…” Xian Lian
langsung berbinar dengan antusias yang jelas.
Xing tersenyum, menggandeng tangan Xian Lian “ayo… tapi Xian Lian, cukup melihatnya…
Jangan mencobanya sendiri, tubuhmu masih lemah dan terluka…” menasehati Xian
__ADS_1
Lian, yang dengan patuhnya menurut dan menganggukkan kepala.