Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 14 - Penyuka sesama jenis


__ADS_3

        Kasim Lu menggoyang-goyangkan tangannya “sudah… sudah… tidak perlu kalian bertengkar


disini… biarkan Wang Jun beristirahat… Sementara biarkan saja, Wang Jun sedang


fokus pada masalah Sekte Mohang. Jika saat ini menjauhkannya dari Tuan Lian,


akan berakibat fatal…”.


        Achang mengangguk “benar ucapan Kasim Lu… Lagipula, dengan adanya Tuan Lian, sangat


membantu Wang Jun dan kekuatan prajurit Kerajaan. Hal ini memang harus


difikirkan dengan baik, tidak boleh gegabah dan salah langkah…” mengatakan


kata-kata bijaknya.


        Xing terbangun keesokan paginya, melihat Xian Lian yang masih tidur nyenyak di


ranjangnya. Xing tersenyum dan mengecup kening Xian Lian “yang penting kau


kembali ke sisiku… Lian, aku sangat menyayangimu…” menggenggam erat tangan Xian


Lian.


        Xian Lian bangun saat matahari sudah berada di atas Istana “Lian…” Xing langsung


memapah “Xing…” mendengar namanya di sebut Xian Lian, Xing langsung memeluk


Xian Lian “Lian, kau kemana ? Kau membuatku takut !” Xian Lian mengerutkan


keningnya “ah… Aku pergi membuat saleb dan obat untuk lukaku…” ‘untung saja


Ming Jie Xing Jun sudah mencarikanku alasan huh…’ Xian Lian membatin.


        Xing melerai pelukan “saleb dan obat ?” Xian Lian mengangguk, mengeluarkan dua


benda, kotak dan botol dari bajunya. “Kenapa tidak memberitahuku ?” Xing


tersenyum membelai kepala Xian Lian “ha… hanya membuat saleb dan obat, juga


perlu memberitahumu kah ?” Xian Lian bertanya dengan wajah polosnya.


        Senyum Xing semakin cerah, mengangguk “kau sedang terluka, aku mengkhawatirkanmu…”


“ooo… maaf…” Xian Lian menjawab spontan “tidak masalah… bagaimana lukamu ?”


Xing bertanya sambil memeriksa luka Xian Lian.


        “shh… aku belum sempat mengganti obatnya… karena sudah kelelahan, langsung tertidur”


Xian Lian menjawab apa adanya. Xing menggeleng, mengambil saleb dari tangan


Xian Lian, duduk di belakang Xian Lian, membuka bajunya dan menggantikan obat


di bahu Xian Lian “lain kali, katakan padaku, aku akan menyuruh tabib


menyiapkan untukmu. Tidak perlu kau sendiri turun tangan. Kau masih terluka,


jangan banyak bergerak…” Xing menasehati tanpa menghentikan gerakannya.


        Xian Lian cekikikan “mana ada separah itu hihihi… Kau membuatku terlihat seperti


orang tidak berdaya hihihi… aku baik-baik saja. Lagipula, aku juga tidak bisa


mempercayakannya pada yang lain, akan sangat lama merampungkannya” berguman


acuh tak acuh.

__ADS_1


        Xing suka melihat keceriaan di wajah Xian Lian, membelai kepalanya “Baiklah, Lian


kesayanganku, sudah lapar kan ?” Xian Lian mendengar kata lapar, segera


mengangguk “lapar sekali…” merengut. Xing cekikikan “ayo, mereka sudah


menyiapkan makanan untukmu…” membawa Xian Lian menikmati makan siangnya di


tempat terbuka.


        Xing senang Xian Lian tidak menolak perhatiannya “Lian…” “hmm…” Xian Lian berdehem,


masih sibuk mengunyah makanannya “Lian hanya nama julukanmu saja kan ? Boleh


aku tahu namamu ?” “Xian Lian… Caihong Xian Lian…” Xian Lian menjawab spontan.


        “Xian Lian… Caihong Xian Lian…” Xing mengulangnya “nama yang sangat bagus… Siapa yang


memberimu nama itu ?” “Aku sendiri…” Xian Lian tidak berhenti mengunyah. “ooo…


Bagaimana kau bisa mendapatkan nama sebagus itu ?” Xing sangat penasaran.


        Xian Lian memainkan wajahnya “di Tian Xing He, sering muncul aurora pelangi dan


sekitarnya banyak bunga taratai…” “ooo… bisakah membawaku ke Tian Xing He ?”


Xing sangat berharap melihat tempat tinggal Xian Lian “hmm… Jika berjodoh,


suatu hari akan membawamu kesana…” Xian Lian hanya menjawab spontan saja.


        “Baik, sepakat !” Xing sangat bersemangat “Ehm… Xian Lian, bisakah aku meminta sesuatu


padamu ?” berhati-hati dengan kata-katanya. Xian Lian mengangkat kedua bahunya


“katakan saja… akan kufikirkan…” menjawab acuh tak acuh.


menghentikan pergerakan Xian Lian. Xian Lian menatap Xing yang salah tingkah


“ehm… kau tahu, sekarang Istana sedang penuh dengan gosip…” “Gosip ?” Xian Lian


kembali acuh tak acuh.


        Xing cemberut “mereka mengatakan ‘aku penyuka sesama jenis’…” sukses menghentikan


gerakan Xian Lian dan menjatuhkan sumpit dari tangannya. Xian Lian mengerutkan


kening, menatap Xing yang cemberut.


        Sesaat kemudian, Xian Lian tertawa terbahak-bahak “hahaha… hahaha… rasakan… hahaha…


ough…” tertawa sampai merasa sakit pada lukanya. Xing cemberut, tapi tetap


memapah Xian Lian “Xian Lian…” merengek.


        “Hahaha… penyuka sesama jenis… Kaisar penyuka sesama jenis… hahaha…” Xian Lian belum


bisa berhenti tertawa “Xian Lian…” Xing kembali merengek “eh… Apa benar kau


seorang Kaisar ? Kenapa kau mengijinkan mereka bergosip tentangmu ? Apa benar


kau penyuka sesama jenis ?” Xian Lian menggoda Xing, berusaha menghentikan


tawanya.


        Xing semakin cemberut dan menunduk, sekali-kali melirik Xian Lian “hihihi… kau


sangat menggemaskan…” Xian Lian cekikikan. “Xian Lian, bisakah ?” Xing belum

__ADS_1


menyerah. Xian Lian memainkan wajahnya sambil berfikir “hmm… berpakaian wanita


! Bukan tidak bisa, hanya saja mengurangi keleluasaanku…” berkata apa adanya.


        Xing jadi bersemangat “Bagaimana, jika selama sakit, kau berpakaian wanita ? Kau kan


hanya perlu memulihkan diri. Selanjutnya… kita akan fikirkan lagi…” Xian Lian


mengangkat kedua alisnya “hmm… baiklah…” mengangguk dengan polosnya, membuat


senyuman Xing semakin lebar.


        Xing menunggu di depan pintu kamar Xian Lian, yang sedang membersihkan diri dan


berganti pakaian. Kasim Lu datang menghampiri “Wang Jun… Jenderal Achang


melapor, pedang pertama sudah selesai dibuat. Apakah anda mau melihatnya ?”


        Xing mengangguk “Zhen akan melihatnya bersama Xian Lian…” Kasim Lu mengerutkan


kening “Xian Lian ?” Xing tersenyum “kau pergilah ! Zhen akan segera ke


lapangan…” “Baik Wang Jun…” Kasim Lu pergi dengan rasa penasarannya.


        Beberapa saat setelah Kasim Lu pergi, pintu kamar terbuka. Xian Lian keluar memakai


pakaian berwarna merah pastel, dengan rambut yang digerai dan hanya memakai


satu tusuk rambut sederhana. Xian Lian tersenyum manis dengan riasan tipis di


wajahnya yang mungil, membuatnya terlihat sangat manis dan menggemaskan.


        Xing terpana dan terpesona melihat penampilan gadisnya “Xing… Xing…” Xian Lian


menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Xing, untuk menyadarkannya. Xing


yang tersadar, segera memeluk Xian Lian “Xian Lian, kau sangat cantik…”


tersenyum manis dan mengecup kening Xian Lian.


        Xian Lian cekikikan “yang mulia, anda seperti ini, bukan lagi penyuka sesama jenis,


tapi akan menjadi pedofilia…” menggoda Xing. Xing merengek, mendengar godaan


Xian Lian “aaa… aku hanya menyukaimu… Xian Lian, kau sangat mempesona…” tidak


rela melepas pelukannya.


        “shh…” Xian Lian meringis “pelukanmu terlalu erat…” Xing langsung melerai pelukan “aku


menyakitimu…” Xian Lian membelai lembut bahunya “tidak masalah… lukanya baru


saja mengering, masih terasa sakit dan gatal…” mencoba menggerakkan ringan


bahunya “maaf…” Xing meminta maaf dengan tulus.


        “Tidak apa, baik-baik saja…” Xian Lian memberikan senyuman menenangkan. Xing membelai


kepala Xian Lian “ah… tadi Lu Zhi melaporkan pedang pertama sudah selesai di


buat. Apa kau mau melihatnya ?” menawarkan “oh ya ? aku mau…” Xian Lian


langsung berbinar dengan antusias yang jelas.


        Xing tersenyum, menggandeng tangan Xian Lian “ayo… tapi Xian Lian, cukup melihatnya…


Jangan mencobanya sendiri, tubuhmu masih lemah dan terluka…” menasehati Xian

__ADS_1


Lian, yang dengan patuhnya menurut dan menganggukkan kepala.


__ADS_2