Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 34 - Pemikiran dan Hati Xian Lian


__ADS_3

Xian Lian memeluk Xing dan mengecup pipinya "sudah, ayo tersenyumlah..." bergelayut manja pada Xing. Xing tersenyum, memeluk erat Xian Lian dan mengecup keningnya "Zhen tidak bisa marah padamu..." Xian Lian memberikan senyuman termanisnya.


          Xian Lian kembali mengecup singkat pipi Xing "jangan marah lagi ya !" Xing membelai punggung Xian Lian yang masih dalam pelukannya "tidak marah..." Xian Lian mengangguk "sangat baik... huh aku lelah sekali..." menutup mata dan menyandarkan kepalanya ke dada Xing.


          Xing mengeratkan pelukannya "kita kembali ?" Xian Lian menggeleng, mengangkat kepala, melihat para menteri "masih ada yang mau dilaporkan kan ?" Para menteri saling melihat dan mengangguk.


          Xian Lian melerai pelukan "aku duduk disini saja, mendengarkan mereka..." berguman sambil melihat Xing "kembali saja, kau membutuhkan istirahat" Xing membelai wajah Xian Lian.


          Xian Lian menggeleng "jika aku kembali sekarang, nanti para burung ini akan kembali bercici caca, sama saja aku tidak bisa tidur. Disini saja, biarkan para menteri melapor, sekaligus menjadi nyanyian pengantar tidurku ya ya ya..." merajuk seperti anak kecil.


          Xing tertawa kecil "kau membutuhkan lagu pengantar tidur..." Xian Lian mengangguk-angguk sambil menguap. Xing menghela nafas "kemarilah..." menarik Xian Lian duduk di pangkuannya.


          Xian Lian merangkul pundak Xing "seperti ini, tidak baikkan !" "Apa yang tidak baik ? Mereka sudah menganggu tidurmu, biarkan mereka melihat Zhen yang memanjakanmu" menarik kepala Xian Lian ke dadanya "tidurlah... Zhen memelukmu..."


          Xian Lian mengangguk, berbalik ke para menteri "mulailah melapor..." masuk ke dada Xing dan menutup mata. Para menteri maju satu persatu, melapor dengan suara yang tidak besar dan tidak kecil, berusaha tidak mengganggu Xian Lian.


          Xing terus menatap wajah kecil Xian Lian yang kelelahan. Membelai kepalanya untuk menenangkan. Xing tersenyum, mendengar suara nafas Xian Lian yang sudah teratur.


          Xing menatap tajam kedua orang di belakangnya "jangan mengganggu istirahat Xian er..." keduanya salah tingkah. Xing memeluk erat Xian Lian yang sudah tertidur, menatap dan mendengarkan laporan para menteri.

__ADS_1


          Para menteri keluar ruangan dengan hati lega "memang hanya Huang Hou niang niang yang bisa menenangkan Wang Jun..." "jangan mencari masalah lagi... lain kali ada seperti ini lagi, Wang Jun akan menggantung kita di lapangan" pembicaraan para menteri sambil menggelengkan kepala.


          Xing menunggui Xian Lian yang tidur di pangkuannya.  Xing tersenyum "bodoh..." menggelengkan kepalanya dan menghela nafas. Xing berdiri perlahan, menggendong Xian Lian ke Istana Huang Ning gong.


          Xing mengecup bibir Xian Lian, sekali, dua kali, Xing tidak dapat berhenti. Xing mencium Xian Lian dengan lembut dan semakin lama "Xian er, kau manis sekali..." tangannya mulai bergerilya.


          Xian Lian merasa terganggu dan mulai bergerak "ehm Xing..." "Xian er, aku tidak dapat menahan diri, kau sudah menelantarkanku 3 bulan... aku menginginkanmu..." Xing tidak menghentikan gerakannya.


          Xian Lian merespon secara spontan, menikmati sensasi yang diberikan Xing padanya. Xing tersenyum manis, memeluk Xian Lian yang tertidur kembali. Xing melepas ketegangannya selama ini, merasakan ketenangan dalam pelukan Xian Lian.


          Sebagai hukuman telah mengabaikan Xing 3 bulan, Xian Lian harus meminum semua ramuan pemulih tanpa protes. Xian Lian cemberut dengan mulut yang dimajukan "niang niang, apa anda tidak menyadari Wang Jun begitu menyayangimu !" Tabib Yin membela Xing.


          Tabib Yin merasa bukan haknya untuk memberitahu Xian Lian "niang niang, kenapa bertanya seperti itu ?" Xian Lian kembali cemberut "Xing begitu baik padaku, aku ingin membalasnya dengan membantunya menemukan cinta sejatinya" merajuk.


          Tabib Yin mengerutkan kening 'apa niang niang tidak menyadari cinta Wang Jun untuknya ?' "Ehm... niang niang, bagaimana dengan anda ? Apa anda mencintai Wang Jun ?" Xian Lian mengedip-ngedipkan matanya "apa itu mencintai ?" bertanya dengan polosnya.


          Tabib Yin bingung cara menjelaskannya "ehm... niang niang, bagaimana perasaan anda pada Wang Jun ?" "Perasaan ?" Xian Lian bingung menjawabnya 'niang niang masih sangat polos, bahkan tidak tahu apa yang dirasakannya' Tabib Yin tersenyum tipis.


          Tabib Yin mendekati Xian Lian "niang niang, menurut anda, bagaimana Wang Jun ?" Xian Lian memainkan wajahnya "Xing... Xing sangat baik. Xing bisa menjaga Kerajaan Sing yang kacau ini dengan baik, adalah seorang Kaisar yang baik." menjawab apa adanya.

__ADS_1


          Tabib Yin tersenyum "apa yang anda rasakan saat bersama Wang Jun ?" Xian Lian berfikir "saat bersama... aku bisa mengatakan segalanya padanya... Xing tidak merendahkanku seperti lainnya, bisa menerimaku" Tabib Yin tersenyum sedih.


          "Apa anda nyaman bersama Wang Jun ?" Tabib Yin menggali perasaan Xian Lian "nyaman, sangat nyaman..." Xian Lian menjawab spontan. Tabib Yin melihat bayangan Xing di luar ruangan.


          Tabib Yin menutup pandangan Xian Lian ke luar ruangan "hmm... niang niang, apa anda suka bersama Wang Jun ?" Xian Lian mengangguk "bagaimana jika bersama lainnya ? Apa ada perbedaan ?" Tabib Yin memancing.


          Xian Lian berfikir "ehm bersama Xing, aku tidak merasa risih, semua berjalan apa adanya. Pemikiran kami pun sering bertemu di titik yang sama. Kadang tanpa kuucapkan, Xing sudah mengerti maksudku. Sangat nyaman bersama Xing, aku tidak perlu takut melanggar peraturan apapun. Xing kadang seperti anak kecil, kadang seperti singa, kadang sangat baik, kadang sangat manja, kadang sangat garang" cekikikan.


          Xian Lian melanjutkan "bersama lainnya..." tersenyum sedih "tidak bisa bersama lainnya..." Tabib Yin mengerutkan kening "bagaimana denganku ? Jenderal Achang, Prajurit Alu, Kasim Lu ?"


          Xian Lian menatap Tabib Yin "kalian ?" Tabib Yin mengangguk "kalian sama seperti teman-teman kecilku di Tian Xing He. Hmm... teman-teman yang perlu kulindungi" "kami perlu dilindungi ?" Tabib Yin mengerutkan kening.


          Xian Lian mengangguk "kalian masih sangat kecil, tentu saja perlu dilindungi" menjawab polos "kami kecil ?" Tabib Yin membelalakkan matanya. Xian Lian cekikikan "bukan raga kalian kecil tapi otak dan niat kalian yang sangat kecil" mencontohkan dengan kedua jarinya.


Tabib Yin memainkan matanya "nah kalau anda senang bersama Wang Jun, kenapa anda pergi ?" "Pergi ? Ah maksudmu ke Hutan Liar itu ?" Tabib Yin mengangguk untuk menjawab pertanyaan Xian Lian.


          Wajah Xian Lian berubah serius "aku tidak bisa mengabaikan mereka..." "mereka ? Maksud anda hewan-hewan itu ?" Tabib Yin bertanya. Xian Lian mengangguk "Tabib Yin, makhluk hidup apapun berhak atas kehidupannya sendiri. Mereka juga memiliki keluarga, rumah untuk pulang, tidak ada yang berhak merampas kehidupan mereka" Tabib Yin menelan ludah.


          Tabib Yin menatap intens Xian Lian "niang niang, jika suatu saat, anda dihadapkan pada pilihan antara Wang Jun dan hewan-hewan itu, yang mana yang anda pilih ?" Xian Lian menggeleng "aku tidak akan memilih... baik kalian, hewan-hewan, maupun Xing adalah hal yang penting untukku. Aku akan menyelamatkan semuanya apapun resikonya" "niang niang..." Tabib Yin berkaca-kaca.

__ADS_1


         


__ADS_2