
“Tidak menyangka kemampuan Tuan Lian ini begitu baik. 10 prajurit kita pun, belum
tentu lawan Tuan Lian seorang” Achang memuji. “Yah anda benar… baik strategi,
kemampuan, kecepatan, maupun gerakannya sangat tepat sasaran. Tuan Lian bisa
menyeimbangkan dan menggunakan semua kelebihannya dalam pertarungan. Sayang
beliau masih sangat kecil…” Alu menyambung ucapan Achang.
“Entah apa yang sudah dialaminya sebelumnya, memaksanya berkembang hingga seperti ini
!” Xing berguman. “Wang Jun, ada Tuan Lian di sisi anda, akan sangat baik…”
Achang menyarankan.
Xing menggeleng “Zhen tidak mau membuat Lian berada dalam bahaya. Lian saat ini,
seperti anak berusia 5 tahun. Anak seusia itu, sangat haus akan kasih sayang,
tapi Lian… Huh” menghela nafas panjang.
Xing menyandarkan tubuhnya “Lian menutup dirinya. Seperti yang dikatakannya, trauma
atau kekecewaan sebelumnya, membuat pribadi Lian menjadi seperti saat ini…”
merasa bersedih dengan kondisi Xian Lian.
Achang dan Alu saling bertatapan sesaat “tapi yang mulia, hal itu membentuk Tuan Lian
yang luar biasa. Semua hal tidak baik sebelumnya, telah menghasilkan sesuatu
yang sangat baik.” Achang berguman.
“Betul yang dikatakan Jenderal Achang. Wang Jun, bakat Tuan Lian ini akan sangat
sia-sia, jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Saat ini Tuan Lian masih kecil.
Saat beliau dewasa, akan menjadi pemuda yang luar biasa” Alu mendukung
kata-kata Achang.
Xing menatap dingin kedua pria kepercayaan di hadapannya ‘Kenapa jadi mereka yang
terpesona pada Lian ?’ ada kekesalan dalam hatinya. ‘Ah bukankah hal baik, Lian
memiliki pendukung ! Apa yang terjadi padaku ? Kenapa aku tidak suka mendengar
pujian orang lain untuk Lian ?’ merasa aneh dengan dirinya sendiri.
“Wang Jun… Wang Jun…” melihat Xing yang melamun, Achang mencoba menyadarkan “Wang
Jun…” “Ah masalah ini, akan Zhen fikirkan. Kalian kembalilah !” Xing tersadar
dari lamunannya. Kedua pria berpamitan dan mengundurkan diri, meninggalkan Xing
sendiri.
Xing berjalan bersama Kasim Lu yang setia menemaninya. Niat awal Xing, ingin kembali
ke ruangan pribadinya. Tanpa sadar, berjalan hingga ke depan ruangan Xian Lian.
Xian Lian yang belum tidur, duduk di depan kamarnya, memandangi bintang, tidak
__ADS_1
menyadari kedatangan Xing. Xing menatapnya lama, sebelum memutuskan
menghampirinya ‘ada apa dengan Lian ? kenapa wajahnya sedih ?’.
“Lian…” Xing duduk di samping Lian “ah Xing, kau disini !” Xian Lian segera menyapa.
Xing tersenyum “ada apa ? Apa tanganmu sakit lagi ? Kenapa bersedih ?” bertanya
lembut. Xing menggeleng “aku hanya teringat kampung halamanku !”
“Kampung halaman ?” Xing bertanya dan mendapat anggukan Xian Lian. Xian Lian tersenyum
“disana ada sebuah danau… saat malam tiba, aku akan duduk di rerumputan,
menatap langit atau menghitung bintang-bintang yang terpantul di air danau yang
tenang dan jernih”.
Xing mendengarkan dengan seksama, tertarik dengan tempat Xian Lian “Dimana tempat
itu ?” Xian Lian mengangkat kedua bahunya “Aku menamainya Tian Xing He. Aku
tidak tahu tempat itu memiliki nama apa, jadi memberinya nama sendiri”
tersenyum pada Xing, yang sekali lagi terpesona pada senyum tulus Xian Lian.
Xing membelai kepala Xian Lian “Lian, maukah kau tinggal disini ? Aku akan
menjagamu. Kau bisa menganggapku keluargamu, bagaimana ?” Xian Lian tersenyum
dan menggeleng “tidak !”
Xing tidak mengerti dengan penolakan Xian Lian “Kenapa Lian ? Aku bisa memberikanmu
segalanya. Rumah, keluarga, kemewahan, apapun yang kau inginkan” menawarkan
terima kasih atas tawaranmu, tapi semua itu bukanlah yang kuinginkan”.
Xing memegang tangan Xian Lian “katakan alasannya !” Xian Lian tersenyum menatap
Xing “Xing, hal-hal yang kau katakan itu, pernah sangat kuharapkan, tapi
sekarang tidak lagi.” “Kenapa ? Apa yang sebenarnya kau alami hingga trauma
seperti ini ?” Xing menuntut penjelasan.
Xian Lian berdiri dan membelakangi Xing “saat aku mulai mengerti hidup, melihat
semua memiliki keluarga dan teman. Aku pun ingin memilikinya. Bukan menginginkan
keluarga lainnya, tapi keluargaku sendiri. Aku berusaha mencari keluargaku
sendiri, tapi tidak berhasil. Tidak ada yang bisa memberitahuku tentang asal
usulku. Disebabkan hal ini, aku tidak di terima di manapun” berhenti sesaat.
Xian Lian berbalik, menatap Xing “Semakin besar, aku pun menyadari walau tanpa asal
usul yang jelas, aku adalah aku. Aku tidak perlu melihat ke belakang, cukup
maju kedepan, membentuk diriku yang baru, yang seutuhnya diriku” tersenyum pada
Xing.
__ADS_1
Xing yang mendengarnya, merasa sakit hati untuk Xian Lian. Xing berdiri, menghampiri
dan memeluk Xian Lian “kau sudah melakukannya engan sangat baik ! Jika
keluargamu mengetahuinya, akan sangat bangga padamu !” membelai kepala Xian
Lian.
Xian Lian melerai pelukan Xing dan tersenyum nakal “Xing, apa kau terpesona padaku
?” Xing tercengang. Xian Lian cekikikan “hihihi… terpesona sesaat sih tidak
masalah, tapi jangan sampai keterusan hihihi…”.
Xing mengerutkan keningnya “Kenapa ?” bertanya, tidak memahami kata-kata Xian Lian.
Xian Lian memainkan wajahnya “karena aku tidak menyukainya. Pertemuan kita
hanya sepintas jalan saja. Aku mah tidak mau terus-terusan disini. Aku ingin
menjelajahi dunia ini !” acuh tak acuh.
Xing tersenyum “kau berfikir seperti itu karena belum menemukan tempat ataupun orang
yang tepat…” Xian Lian menggelengkan kepala “hmm… aku tidak tertarik !” Xing
kembali mengerutkan kening “Kenapa seperti itu ?”
Xian Lian mengangkat kepala dan menatap langit “Aku tidak memiliki apapun sekaligus
memiliki segalanya. Aku adalah milik dunia ini, maka tidak akan menjadi milik
satu bagian” berkata tanpa melihat Xing yang terkejut.
Xing memegang tangan Xian Lian “Lian, walaupun masa lalumu tidak baik, bukan berarti
masa depanmu juga seperti itu. Jangan menutup dirimu, hanya karena trauma masa
lalu. Seperti yang kau katakan, melihat terus ke depan, kau sudah menjadi
dirimu yang sangat baik. Aku sangat yakin, masa depanmu akan sangat cerah,
berlimpah kasih sayang” berusaha membuat Xian Lian melupakan traumanya.
Xian Lian tersenyum “siapa yang mengatakan masa laluku tidak baik ?” tertawa melihat
wajah bingung Xing. Xian Lian menghentikan tawanya dan menatap lembut Xing
“tidak perlu memusingkanku… sebaiknya kau fikirkan saja akan membawaku
berkeliling kemana hihihi…” cekikikan dengan wajah usilnya.
Xing cemberut “aku sedang berbicara serius padamu…” menggerutu. Xian Lian ikut
menggerutu “haiya untuk apa berbicara serius ? Hidup dinikmati saja, untuk apa
begitu banyak pemikiran. Ini sudah malam, kau tidak kembali beristirahat, apa
mau menangkap nyamuk di sini ?” mendorong Xing mendekati Kasim Lu.
Xian Lian menunjuk Kasim Lu “bawa pria besar ini beristirahat… pastikan, dia tidak
melupakan janjinya padaku… Awas saja, jika kau pura-pura melupakannya lagi”
__ADS_1
menatap garang Xing yang masih cemberut “sudah, aku mau tidur, dah…” Xian Lian
melambaikan tangan dan masuk ke ruangannya.