
Sebelum kedatangan Bastian.
Satu jam sebelum nya.
Hari ini Leon sudah ada janji dengan seseorang yang sangat dia percaya.
Satu minggu yang lalu, Leon telah memerintahkan seseorang untuk mencari tau perihal gadis peracik minuman yang mampu membuat Tuan nya melirik ke arah gadis itu, selain Clara Calista.
Leon yang telah lama bersama dengan Tuan nya, dia sudah kenal betul siapa saja yang telah menjalin hubungan asmara dengan Tuan nya tersebut.
Dua tahun setengah, Tuan nya tidak pernah melirik seorang gadis manapun selain Clara. Dari kalangan bisnis, Club malam, bahkan sampai reuni dari SMP, SMA, hingga sampai keperguruan tinggi Universitas tidak ada satu pun yang mampu membuat Tuan nya menoleh ke arah gadis lain meskipun dengan tampilan yang berbeda-beda.
''Apa yang kamu dapatkan selama satu minggu ini.?''
''Banyak.''
''Bisa kamu bacakan, hari ini cukup melelahkan untuk otak ku.''
''Ok, gadis ini bernama Maya Agustina, kelahiran di kota Xxx dengan tanggal lahir Xxx tahun sembilan delapan.''
''Dia anak tunggal, dari perusahaan Mekar Laksana yang telah pailit sekitar tiga setengah tahun yang lalu. Semua kekayaan telah ludes dengan tiba-tiba, membuat ayah nya meninggal seketika.''
''Dan ibu nya kini juga menyusul dengan sakit jantung selama dua tahun belakangan ini, dan ini berkas berisi tentang ibu nya Maya..'' Terang laki-laki tersebut.
__ADS_1
''Ada yang aneh, atas gulung tikar perusahaan ayah nya itu.'' Pikir Leon, yang bertanya pada laki-laki yang sangat dia percaya.
''Aku juga satu pemikiran dengan kamu Leon, kebangkrutan Mekar Laksana tidak sewajar nya, melainkan memang di sengaja oleh seseorang.''
''Ok, itu bukan urusan sama kita, lebih baik kamu lanjutkan.''
Laki-laki tersebut mengangguk dengan cepat. ''Selama lima tahun, Maya Agustina menjadi seorang model di negara singapura, sekaligus kuliah di Universitas Xxx jurusan bisnis. ''
''Karena otak nya sedikit lambat, membuat Maya sering bolos dan lebih ke arah modeling.''
Leon mengangguk-anggukan kepala nya pelan. ''Bagaimana dengan hubungan asmara nya. ? Apa Maya pernah memiliki hubungan dengan seorang laki-laki selama dia tinggal di Singapura.?''
''Pernah, dan aneh nya laki-laki ini tidak pernah ada yang tau tentang sosok laki-laki yang bersama dia selama di Singapura. Dan Aku juga sudah menerobos masuk ke akun asli milik Maya. Namun aneh nya, Aku selalu gagal hingga detik ini.''
Leon mengangguk pelan seraya melirik sekilas ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
Sudah satu jam lebih, namun Bastian belum juga muncul batang hidung nya. Membuat Leon segera menghubungi Tuan nya itu.
''Iya hallo Leon.'' Jawab Bastian.
''Sekarang kamu berada di mana Bas.? Aku capek menunggu kamu di Club sendirian.''
''Aku masih berada di hotel bersama Clara, Leon.'' Jujur Bastian tanpa di tutup-tutupi.
__ADS_1
''Kapan kamu datang kesini nya, Bas, ? Untuk membahas gadis yang kamu cari tau beberapa hari yang lalu.'' Malas Leon, jika bukan dia di gaji, dia sangat malas datang ke sebuah Club malam sendirian seperti ini.
''Ok, tunggu aku sebentar lagi aku akan segera datang kesana.'' Putus Bastian yang merasa kasian dengan sahabat baik nya itu.
''Ok, aku tunggu gak pake lama.'' Jawab Leon, kemudian panggilan tersebut berakhir.
''Segini sudah cukup, tetapi kamu masih tetap mencari tau tentang Maya lebih banyak lagi.'' Perintah Leon.
''Dan untuk bayaran kamu, Aku sudah mentransfer di rekening mu sesuai sepakatan bersama.''
''Siap, Dan Aku paling suka bekerja sama dengan mu.'' Ucap laki-laki tersebut Dan berlalu beranjak dari tempat duduk nya.
Masa sekarang, masih di Club XXX.
Leon menyugar rambut nya ke arah belakang sejenak. ''Sorry, Aku tidak akan membeberkan hubungan mu bersama Clara. Tetapi, jika kedua orang tua mu mengetahui nya sendiri. Aku berharap, kamu tidak akan menyesal jika kamu di keluarkan dalam kartu KK.''
DEG
Detak jantung Bastian, tiba-tiba melebihi dari normal nya. ''Iya, Aku sudah tau hal itu.'' Gumam Bastian.
''Aku pulang duluan.'' Pamit Leon melangkah pergi menjauh.
''Sial. '' Umpat Bastian kasar.
__ADS_1