
Tidak terasa mobil yang membawa mereka berdua, berbelok memasuki sebuah area perumahan mewah di salah satu ibu kota.
Disuguhkan bangunan Mewah di depan kedua mata, membuat Maya menatap takjub dan juga terkesima. Maya tak bosan mengedarkan pandangan nya di seluruh sudut perumahan tersebut.
Bastian menarik sudut bibir nya ke atas, saat mengerti reaksi Maya melihat tempat tinggal nya itu. ''Dasar kampungan.'' Gumam Bastian mencibir.
Meskipun tidak terlalu jelas, Maya sangat yakin, pasti laki-laki yang berada di samping nya itu sedang menyindir nya. Begitu refleks Maya memicingkan sebelah mata nya, sambil melirik kearah laki-laki yang sejak sedari tadi bersama nya itu. ''Apa kamu mengucapkan sesuatu. ?''
''Sama sekali tidak.'' Ketus Bastian.
''Baiklah, anggap saja aku percaya.'' Sahut Maya cepat.
''Ini rumah kamu.?'' Tanya Maya, setelah mobil tersebut berhenti di depan garansi mobil.
''Tidak, ini rumah kedua orang tua ku. Aku membawa mu kesini untuk memperkenalkan kamu sebagai calon istri ku. Sesuai sepakatan di awal, kalau Aku membantu ibu mu, sedangkan kamu harus menikah kontrak dengan ku.'' Jelas Bastian.
Mendengar hal itu Maya terkesiap, dia mengerjapkan mata beberapa kali untuk membuang bayangan mengeringkan di dalam pikiran nya tiba-tiba.
''Apa Aku tidak salah mendengar nya. ?'' Maya pikir menikah kontrak tidak akan melibatkan belah pihak kedua orang tua nya. Melainkan nikah secara sembunyi-sembunyi.
__ADS_1
''Tidak.''
''Ma-maksud A-aku kenapa harus melibatkan orang tua.?''
''Jika tidak melibatkan orang tua, untuk apa Aku mengeluarkan uang sebanyak itu hanya membuat kamu menikah kontrak dengan ku.? Secara fisik, sama sekali aku tak tertarik. Lagian aku sudah memiliki kekasih yang lebih dari kamu. '' Cibir Bastian menohok.
Mengetahui satu kenyataan, jika laki-laki yang mengajak nya untuk menikah kontrak ternyata sudah memiliki seorang kekasih. Lalu, untuk apa menawarkan pernikahan kontrak. ? Pikir Maya bercambuk.
''Kalau sudah memiliki seorang kekasih, kenapa kamu menawarkan pernikahan kontrak dengan ku. ? Kenapa tidak menikah dengan kekasih mu saja. ?'' Heran Maya, dia tidak mengerti dengan jalan pikiran laki-laki di samping nya ini.
''Itu bukan urusan kamu, yang kamu harus pikirkan bagaimana cara berakting sebagus mungkin. Dan bikin kedua orang tua ku sangat percaya dengan hubungan kita, kemudian kedua orang tua ku harus merestui hubungan sandiwara ini.''
''Gak ada tapi-tapian, kita keluar sekarang juga.'' Titah Bastian, bergerak keluar terlebih dahulu. Dan di ikuti oleh Maya di belakang nya.
Berulang kali Maya menelan saliva nya sendiri, memasuki perumahan mewah tersebut. Rumah yang dibuat dengan spesifikasi bangunan terbaik, berada di lingkungan yang strategis, dipenuhi furniture yang mewah, serta memiliki nilai jual yang tinggi.
Jangan di ragukan lagi dengan sebuah privasi, yang menjadi salah satu kelebihan tinggal di kompleks perumahan. Yang tidak secara bebas tanpa dihadapkan pada keramaian, kebisingan atau kemacetan sekalipun. Rumah perumahan juga memiliki tipe atau model rumah yang seragam serta disediakan fasilitas yang lengkap.
Jangan salah, jika Maya yang mengerti dengan nilai ke unggulan perumahan. Selama kuliah di negara Singapura, Maya memiliki seorang kekasih yang cukup kaya. Tempat tinggal nya juga tidak jauh beda dengan perumahan mewah di negara Indonesia.
__ADS_1
''Siang tuan muda, Non_____.'' Sambut Pelayanan rumah sedang membukakan pintu utama.
''Panggil dia nona muda Bi, sebentar lagi dia akan menjadi istri ku.!'' Perintah Bastian.
''Baik tuan muda, siang nona muda.'' Sapa sang pelayan sopan.
''Siang juga Bi.'' Balas Maya di iringi seulas senyuman di bibir nya.
''Apa Mama ada di rumah Bi.?'' Membuat pelayanan tersebut mengangguk cepat.
''Nyonya ada di teras belakang tuan muda, sedang memberi makan ikan kesayangan nyonya.''
Bastian mengangguk. ''Baiklah Bi, kita kebelakang dulu. Yuk sayang, kita temui Mama.!'' Merangkul bahu Maya, dengan begitu mesra.
''Ingat, ini sedang akting jangan baper. '' Bisik Bastian, dengan kaki melangkah menuju teras belakang.
''Iya, aku sudah tau. Mana mungkin aku akan baper. '' Sahut Maya cepat dan juga ikutan berbisik.
''Kenapa beberapa hari ini aku tidak bisa menghubungi ibu ku, tuan Bastian.?''
__ADS_1
''Mungkin ibu mu sedang tidak bisa di ganggu, selama masa penyembuhan paska operasi. '' Sahut Bastian enteng.