Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Ban 40


__ADS_3

Bagi wanita, menikah adalah hal yang membahagiakan. Pernikahan impian adalah saat mereka menikah dengan orang yang mereka cintai, tanpa paksaan dari siapapun. Namun fakta membuktikan, banyak orang menikah tanpa cinta, karena terpaksa.


Berkorban demi kebaikan orang tua adalah perbuatan yang baik. Namun, pernikahan yang akan di jalankan cukup menyiksa jiwa dan raga. Itulah pertama kali yang kini Maya rasakan. Rasa nya Maya ingin menangis, meraung sekeras-keras nya. Mengasih tau seluruh dunia, jika terlihat bahagia belum tentu sebahagia yang mereka lihat di depan mata.


Duduk menyendiri di pojokan yang cukup sepi dari Keramaian pesta pernikahan nya yang diadakan di ballroom hotel ternama. Menikmati minuman tanpa Alkohol yang biasa nya dia minum, sesekali menggoyangkan gelas cantik nya sebelum Maya teguk hingga tandas tak tersisa.


Sorot mata yang menatap lurus, memperhatikan gerak-gerik sosok laki-laki yang berstatus suami nya itu sedang menyapa rekan bisnis nya sekaligus bestie tongkrongan nya di masa di perguruan tinggi.


Sebuah lirikan Maya juga tunjukan kepada sosok wanita yang bergaun putih dengan warna rambut pirang, Duduk sendiri yang tidak terlalu jauh dari suami nya duduk.


''Cantik.'' Gumam Maya tersenyum miris, kemudian beralih sejenak ke arah gelas yang berada di genggam nya.


''Belum genap dua puluh empat jam, kamu sudah menunjuk ku sebagai istri sah yang pertama.'' Batin Maya bergejolak, badahal dia sudah menyiapkan mental nya saat sudah menjadi istri sah dari Bastian Chandra Aditya. Tetapi tidak semudah yang Maya bayangkan.


Huufff.

__ADS_1


Tak selang lama, tepat nya di lorong pintu masuk ballroom hotel. Pria tampan dengan usia matang, memiliki rahang tegas berkarisma menggendong little princess di sebelah tangan kiri nya.


Sedikit ada kegaduhan bagi kaum hawa yang melihat penampakan seperti hot daddy itu. Membuat Maya mengalihkan atensi nya pada gelas cantik nya beralih ke gaduhan tersebut.


Dengan kening mengerut, mata menyipit. Maya mengamati lamat-lamat di tempat gaduhan tersebut.


DEG, genggaman pada gelas cantik yang berada di tangan nya perlahan mengerat. Ujung jemari nya mulai dingin, rongga dada nya seakan terhimpit sesuatu yang berat membuat Maya kesulitan untuk bernafas


''Bagaimana bisa dia ada di dalam acara ini. ?''


''Bukan nya masuk ke dalam sini memakai undangan. ? Bukan diri nya tak memberi undangan tersebut kepada dia. ?''


Namun, harapan Maya pupus saat itu juga. Sebab, semua yang ada di depan mata nya itu memang kenyataan, bukan halusinasi nya saja.


''Jangan terlalu erat tante, jika tidak ingin terluka. !'' Tegur gadis kecil yang berusia sekitar lima tahunan.

__ADS_1


''Hah apa. ?'' Ujar Maya mencoba menetralkan keterkejutan nya.


''Gelas yang tante genggam terlalu erat, kata Mama, hal itu sangat berbahaya untuk tante.'' Meraih gelas yang di genggam Maya, tanpa penolakan Maya melepaskan gelas yang dia genggam begitu saja.


''Perkenalkan tante, nama saya Gabela Santoso. '' Gadis mungil itu mengulurkan tangan nya di depan Maya. Diiringi seulas senyuman manis di sudut bibir nya.


Maya ikut tersenyum, lalu menerima uluran tangan dari gadis mungil namun manis seraya berkata. ''Nama ku Maya Agustina, senang bisa berkenalan dengan mu ____.''


''Panggil aja, Bela tante.'' Potong Bela cepat.


Maya mengangguk. ''Baik lah Bela, hmmm Bela di sini bersama dengan siapa. ?'' Mengusap lembut pucuk kepala Bela dengan gemas.


''Bersama Papa Tante, itu Papa ada di sebelah sana.'' Tunjuk nya ke arah para laki-laki yang dimana memunggungi Maya duduk.


''Tante di sini bersama siapa. ? Pasti nya sendirian, sejak tadi Bela tidak melihat ada siapa-siapa di sini selain kita berdua.'' Tebak Bela, sambil duduk di kursi yang kosong di depan Maya.

__ADS_1


''Gabela. '' Panggil seseorang dari arah samping membuat Maya menoleh, kemudian Maya terdiam sejenak ketika bola mata nya beradu dengan laki-laki yang berjalan ke arah meja yang Maya tempati.


''Papa.'' Sahut Bela cepat, kemudian beranjak dari tempat duduk nya.


__ADS_2