Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 17


__ADS_3

Bastian mengangguk cepat, ''Benar Ma, bahkan aku sendiri tidak tau kenapa dengan jantung ku.?''


''Kau ini, begitu saja tidak tau.'' Decak Mama Lidya mencoba membenahi posisi duduk nya.


''Memang nya Mama tau, kenapa dengan jantung ku. ? Atau mungkin, operasi beberapa tahun yang lalu_____''


''Huss, jangan asal ngomong gak baik.''


''Iya Bas, apa yang di katakan oleh Mama kamu tuh benar ada nya. Jangan berbicara dengan asal jika itu belum pasti.''


''Iya, I'm sorry Pa, Ma. '' Ucap Bastian.


Dret


Dret, melihat ponsel nya tergelatak di atas meja bergetar, Bastian hanya melirik nya sejenak. Dan masih berlanjut menyuapkan satu sendok lagi ke dalam mulut nya.


Beberapa waktu kemudian, Bastian sudah selesai dengan sarapan pagi nya. Dan kebetulan sekali, ponsel milik nya dengan posisi yang masih sama kini menyala kembali. ''Sebentar Pa, Ma, Bastian angkat telefon dulu.'' Di balas anggukan kepala dari kedua orang tua nya itu.


''Bagaimana dengan kondisi nya. ?'' Tanya Bastian langsung ke inti nya.


''Belum ada, soal nya dini hari pukul empat. Pasien baru bisa di transfer ke rumah sakit yang berada di luar Negeri.''


''Kenapa bisa begitu.?'' Geram Bastian dengan suara tertahan.

__ADS_1


''Karena semalàm kondisi nya sangat kritis. Dengan begitu, pasien belum bisa melakukan perjalanan yang cukup jauh. Dan pasti nya kamu sudah tau kan apa resiko nya.?''


Hmmm


Bastian melirik beberapa waktu, di mana kedua orang tua nya berada. ''Lalu, bagaimana dengan gadis malam itu. ? Apa dia ikut mendampingi sang ibu nya atau tidak.?''


''Seperti yang kamu kirim semalam melalui whatsapp.''


Bastian mengangguk pelan, sebelum berkata. ''Bagus, berikan pengobatan yang terbaik. Sekaligus kamu mencari pendonor jantung yang cocok di rumah sakit sana. Karena aku ingin, ibu nya sang gadis malam itu bisa selamat seperti apa yang aku harapan.? Sebab, hal itu sangat menguntungkan aku di kemudian hari.'' Ucap Bastian beralih berbisik, dia tidak ingin kedua orang tua nya tau rencana nya saat ini.


''Sudah ku duga, ada sesuatu di balik kebaikan mu itu Tuan Bastian Aditya Chandra.'' Sindir Leon.


''Kamu sudah tau bukan, kencing di tempat umum saja tidak gratis.''


Leon mendengus kesal. ''Iya, aku sudah tau dan kamu tidak perlu mengingatkan lagi.''


Tut,


Melihat panggilan berakhir secara sepihak, Leon hanya menghela nafas panjang nya untuk beberapa waktu, sambil menatap kesal ke layar canggih nya itu.


Krucuk, perut Leon berbunyi membuat si empu nya mendesis. ''Aku lupa belum sarapan pagi.'' Seru Leon berlalu turun ke lantai dasar.


Rumah sakit di Singapura yang cukup terkenal di negara Indonesia iyalah Mount Elizabeth Hospital. Kini Leon sangat mantap membawa sang ibu nya Maya ke rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Mount Elizabeth Hospital adalah rumah sakit di Singapura yang memiliki 8 pusat keunggulan, yang didukung dengan lebih dari 450 dokter spesialis senior dan 345 bed rawat inap.


Pusat keunggulan Mount Elizabeth Hospital antara lain: jantung, bedah jantung, vascular surgery, gastro, IVF, transplant ginjal, ortopedi, dan kanker.


Hal itu membuat Leon sangat mantap membawa nya ke rumah sakit tersebut. Jika ada kesalahan dalam info yang Leon dapat, mohon di maklumi saja, ya.


Dua menu dan satu gelas minuman pun sudah tak tersisa lagi di meja kantin. Lebih tepat nya di depan Leon.


Usai sarapan, Leon segera membayar pesanan nya dengan menggunakan bahasa Inggris.


Sedangkan di belahan negara Indonesia, Kedua kelopak mata Maya berubah menjadi mata panda yang melingkar hitam di bawah mata. Mata panda terjadi karena kelelahan atau kekurangan tidur yang menyebabkan area gelap, terutama bagi mereka yang memiliki warna kulit wajah yang lebih cerah. Hal ini sangat ketara untuk kulit wajah Maya, yang memiliki kulit yang sangat cerah.


Semalaman Maya tidak bisa tidur, hingga pagi menjelang. Pukul empat pagi, sang ibu tercinta di terbangkan ke negara singapura yang di mana. ?Dahulu Maya pernah tinggal di negara itu, dan bisa di katakan Maya tinggal di negara itu selama lima tahun lebih beberapa bulan.


Meskipun Maya yang sudah merengek memohon-mohon ke pada laki-laki itu. Hal itu tetap saja, Maya di larang keras untuk ikut ke negara singapura.


''Percaya lah dengan ku, kalau ibu mu akan baik-baik saja. Jangan mencoba menghalangi ibu mu untuk segara berangkat. Jika tidak ingin cepat ibu mu pergi untuk selama-lama nya.'' Ucap Leon semalam, sebelum membawa pergi sang ibu nya tercinta.


Mengingat semalam, membuat Maya menghembuskan nafas kasar nya berulang kali. ''Semoga semua nya akan baik-baik saja.'' Gumam Maya, mulai turun dari atas ranjang nya. Dengan berpikiran bodoh amat soal pekerjaan nya pagi ini.


Dan, kemungkinan besar dia yang akan langsung di pecat karena tidak bisa disiplin dalam waktu jam kerja.


Iya, harus bagaimana lagi. ? Dia harus terima dengan lapang dada, kenyataan nya memang begitu.

__ADS_1


Dan untuk selanjut nya, Maya sudah yakin, setelah kejadian semalam. Kehidupan dia akan berubah, lebih buruk atau lebih baik hanya laki-laki itu yang menentukan keputusan nya nanti.


Maya sudah pasrah dengan Lillahi Ta'ala, seperti apa jalan hidup nya nanti. ?


__ADS_2