Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 14


__ADS_3

Deru langkah kaki yang terburu-buru menganggu di indra pendengaran Maya, membuat Maya bertanya-tanya.


Posisi Maya yang saat ini berjalan di lorong rumah sakit. Yang di mana ujung lorong tersebut, lorong menuju kamar inap milik ibu nya yang sudah beberapa hari ini di rawat inap di rumah sakit.


''Permisi Sus, apa ada sesuatu yang buruk terjadi dengan pasien, sehingga membuat suster terburu-buru seperti ini.?'' Mengadang langkah kaki salah satu suster tersebut.


''Iya mbak, pasien nomer kamar 241 mengalami kejang dan sekarang kondisi nya saat ini sedang kritis. Sedangkan para Dokter berusaha menolong nya dan juga sang pasien akan segera di memindahkan ke ruang ICU.'' Terang sang suster.


DEG, tubuh Maya seketika membeku. Menggeleng-gelengkan kepala nya sejenak sekaligus dia masih tak percaya, apa yang barusan Maya dengar. ''Enggak, ini enggak mungkin.'' Menatap sang suster dengan bola Mata berkaca-kaca.


''Co-coba sekali lagi, ka-kamu ulangi Sus. !'' Perintah Maya dengan nada suara bergetar, sekuat hati, Maya menahan tangisan nya yang sudah di pelupuk mata. Maya berusaha keras menahan air mata nya supaya tidak jatuh dari tempat nya.


''Nomer kamar 241, dengan pasien ibu-ibu kini mengalami kejang-kejang mbak. Dan sekarang kondisi nya sangat kritis.'' Ulang sang suster.


''Kalau begitu saya permisi dulu Mbak.'' Tanpa menunggu jawaban dari wanita yang berada di depan nya itu. Sang suster tersebut berlalu pergi begitu aja dan meninggalkan Maya yang masih syok berat sendirian.


Tes


Tes


''Ini, ini gak mungkin.'' Seru Maya berlalu lari menuju rawat inap milik ibu nya.

__ADS_1


''Ibu, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku.'' Gumam Maya yang terus berlari.


Deg, jantung Maya berdenyut sakit, melihat pemandangan di depan mata nya. Yang di mana sang ibu yang berada di atas brankar sedang di bawa pergi oleh para medis.


''Bergerak cepat Sus, bawa pasien ke ruang ICU.'' Perintah sang Dokter dari arah belakang. Sedangkan beberapa suster mendorong brankar yang di mana sang ibu Maya berbaring lemah tak berdaya dengan bantuan alat medis di bagian dada nya.


''Baik Pak.''


''Ibu,'' Seru Maya langsung menangis histeris.


Mengguncang pelan tubuh sang ibu nya yang lemah pucat tak berdaya. ''Bangun ibu bangun, jangan pernah mencoba tinggalin Maya.'' Racau Maya memeluk tubuh sang ibu nya.


''Maya, nanti saya jelaskan.Tetapi tidak untuk sekarang.'' Mengusap sejenak bau Maya. ''Kondisi ibu mu sedang kritis dan segera masuk ke ruang ICU.'' Lanjut sang dokter kembali.


''Lajut Sus.''


''Baik Dokter.''


...****************...


Satu jam berlalu, namun belum ada tanda-tanda sang Dokter atau suster keluar dari dalam sana untuk memberitahu kondisi sang ibu nya.

__ADS_1


Dengan perasaan gelisah di depan pintu ICU, Maya tak henti-henti nya menangis sekaligus panjatkan doa untuk sang ibu nya.


''May. '' Panggil Deon yang baru datang.


Nama nya yang di panggil, membuat Maya mendongakkan sedikit kepala nya ke atas, menatap sosok laki-laki yang berdiri tepat di depan nya dat ini. ''Kaaak.'' Seru Maya beranjak dari tempat nya duduk, dan berlalu menghambur memeluk sang kakak nya Deon.


''Ibu kak ibu.'' Adu nya tersedu-sedu.


''Iya aku tau.'' Membalas pelukan dari Maya.


''Yakin lah, ibu mu akan baik-baik saja.'' Ucap Deon, mencoba menenangkan.


''Aku takut kak, kalau ibu akan pergi meninggalkan aku sendirian. Hanya dia yang ku punya, dan aku tidak ingin kehilangan ibu untuk selama nya.''


''Ssshuutt, jangan berpikiran yang enggak-enggak. Lebih baik kamu tenang dulu, dan pasrahkan semua nya yang di atas.'' Mencoba mengurai pelukan dari Maya. Bergerak lembut, ibu jari Deon menyapu air bening kristal di pipi Maya.


''Sebelum kesini, aku tadi sempat membeli minuman May, lebih baik kamu minum dulu biar tenang kondisi mu.'' Menyodorkan sebotol air putih.


''Terimakasih. '' Sambil membuka tutup botol tersebut, dan berlalu meneguk nya. Jujur saja, menangis sejak tadi membuat tenggorokan Maya kering. Tak terasa air di dalam botol tersebut kini tinggal setengah pendek.


''Sama-sama.''

__ADS_1


__ADS_2