Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 19


__ADS_3

''Hidup memang tak mudah untuk dijalani. Masalah pasti datang silih berganti. Penyebabnya beragam, termasuk jika seseorang menghadapi masalah yang bertubi-tubi. Itulah mengapa terkadang seseorang merasa patah semangat dalam menjalani hidup. Merasa lelah itu boleh, namun tidak bangkit merupakan tindakan yang salah. Dan Pasti nya kamu sudah tau kan, apa yang aku maksud.?''


Maya mengangguk pasti. ''Sangat mudah jika hanya berbicara, beda lagi jika kita pratekan.'' Maya mendengus kesal.


''Why, apa yang kamu ucapan itu memang benar sekali.? Dan, jawaban kamu aku suka.''


''Permisi, ini pesanan anda, selamat menikmati.'' Ucap pelayan restaurant tersebut, kemudian berpamitan pergi setelah menata beberapa pesanan di atas meja.


''Terima kasih.'' Sahut Maya, ketika melihat Kak Deon enggan membalas nya.


''Pesanan Kak Deon banyak banget, siapa yang nanti membayarnya.?'' Cemas Maya, pasal nya yang tadi mengajak ketemuan diri nya ke restaurant. Secara tidak langsung, dan lebih pasti nya diri nya yang harus membayar nya.


''Kamu tenang saja, restaurant C, c ini sedang promosi.''


''Dari mana kamu tau. ? Restaurant ini sedang promosi.'' Menatap lekat bola mata kak Deon.


''Kemarin aku tak sengaja membaca artikel Restaurant C, c. Dari situ, aku tau kalau Restaurant C, c sedang promosi dan asyik nya ada menu masakan baru di Restaurant C, c ini.'' Jelas Deon.


Maya mengangguk, dan hanya oh ria sebagai jawaban nya.

__ADS_1


''Kita makan dulu, mumpung masih hangat.!'' Ajak Deon, dan tidak di dengarkan oleh Maya. Membuat Deon menatap wajah Maya untuk beberapa waktu.


''Kamu masih kepikiran dengan ibu mu. ?'' Tanya Deon, membuat Maya menatap bola mata kak Deon.


''Anak mana sih, yang tidak kepikiran dengan ibu nya.? Apa lagi ibu nya sedang sakit keras. ?''


Deon mengangguk pelan. ''Aku mengerti apa yang kamu rasakan May.? Dan, Aku berharap kamu selalu bersabar dan berdoa demi ibu mu. ''


''Iya, kamu benar, bahkan, aku semalam tidak bisa tidur. Belum juga, pagi hari nya aku di pecat dari pekerjaan aku, yang menjadi sekretaris cadangan di perusahaan PT Indofood Sukses Jaya. Kenapa nasib aku sesial ini. ?'' Keluh Maya, menyembunyikan wajah nya di tumpukan tangan nya di atas meja.


''Aku lelah Kak, Aku lelah.'' Setelah mengatakan hal itu, kini Maya mulai menangis.


''Sungguh Kak, Aku lelah.''


''Kalau kamu lelah, terus, siapa yang akan menjaga Caca.? Ingat, ada Caca yang sangat membutuhkan kamu, karena kamu ibu nya.''


''Bahkan, dua hari ini dia sedikit merajuk. Tidak mendapatkan kabar dari ibu nya.''


Mendengar diri nya sebagai seorang ibu, dengan cepat Maya mengangkat kepala nya ke atas. ''Aku tak pantas menjadi seorang ibu Kak, seharusnya Aku dulu menggugurkan dia, tidak melahirkan dia.''

__ADS_1


Plak, tamparan keras melayang di pipi putih milik Maya yang sudah deraian air mata. Bekas merah telapak tangan Deon, sangat membekas di pipi kiri Maya.


Semua pengunjung Restaurant C, c saling pandang menatap Maya dan juga Deon yang duduk di sudut Restaurant tersebut.


''Tampar Aku Kak, tampar.'' Pekik Maya menangis dan tubuh nya bergetar hebat, Hiks, hiks.


Kemudian tubuh Maya luruh di atas lantai, dengan keadaan kacau berantakan. ''Aku lelah, Aku lelah.'' Lirih Maya di sela-sela dia menangis, dengan kepala menunduk ke lantai.


Sedangkan untuk Deon, dia menatap telapak tangan nya dengan tatapan nanar. Dia masih tak menyangka, menyakiti Maya dengan telapak tangan nya sendiri.


Apa yang barusan dia lakukan membuat aliran darah di dalam tubuh nya berhenti.? Syok, pasti nya dia sangat syok, sebab di telah melakukan kesalahan untuk kedua kali nya terhadap Maya.


''Maaf, maafin Aku, Aku, Aku tak sengaja ___'' Gumam Deon yang tak mampu melanjutkan ucapan nya, sangat merasa bersalah, Deon mengacak rambut nya karena frustasi.


Bergerak cepat, Deon memeluk Maya dengan erat. ''Please, jangan seperti ini, Aku mohon Maya, Aku mohon.'' Ucap Deon merasakan Sakit, hati Deon sangat sakit melihat kondisi Maya yang seperti ini.


''Teruslah berlari mengejar masa depamu. Tapi jika kamu lelah, lihatlah ke belakang. Ada aku yang selalu mendukung mu, ada Caca yang selalu menanti mu" Mengecup beberapa kali, di atas kepala Maya. Tidak lupa, mengusap lembut punggung Maya yang masih bergetar karena menangis.


"Berhenti mengingat apa yang telah terjadi.? Fokuslah pada apa yang akan terjadi.?"

__ADS_1


Setelah beberapa waktu, Deon memeluk Maya, pada akhir nya Deon menyadari dengan keadaan di sekitar nya. ''Kita pulang, gak enak dengan pengunjung lain nya. Sekali lagi, Aku minta maaf May, tadi Aku khilaf telah lancang menamparkan kamu.'' Ucap Deon, yang benar-benar menyesal. Apa yang barusan diri nya lakukan. ?


__ADS_2