Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 21


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian.


Waktu terus bergerak, detik menjadi menit, menit menjadi satu jam, dua jam dan seterusnya. Tak terasa, matahari bersinar terang kini menjadi kuning-kekuningan yang biasa di sebut dengan senja.


Suasana pergantian antara siang dan malam atau dikenal dengan istilah senja, sangat digemari oleh beberapa kalangan, seperti anak muda. Senja selalu menjadi waktu paling ditunggu. Hal ini dikarenakan ketika senja tiba warna langit terlihat jauh lebih indah dan memesona. Mungkin karena hal tersebut, yang menjadikan senja saat yang istimewa. Pasalnya tak hanya suasana senjanya saja yang diburu oleh para pencintanya, namun kemudian juga diabadikan momennya dengan kamera.


Hal itu juga yang di lakukan oleh Maya dan Deon. Menikmati semilir nya angin di pantai saat sore hari. Kini mampu melupakan sejenak apa yang barusan terjadi.


''Maaf, atasan kejadian tadi.'' Lirih Deon menoleh ke arah samping yang di mana Maya berada.


Duduk berdua di atas mobil menghadap datang nya senja yang cukup indah yang sayang sekali untuk di lewatkan.

__ADS_1


''Seharusnya aku yang meminta maaf, mungkin tadi aku sangat frustasi hingga khilaf berbicara seperti itu. Yang di mana mulut ku berucap tanpa tau resiko nya nanti. Jika tadi aku berbicara seperti itu ketika Caca sudah dewasa. Mungkin perasaan putri ku akan hancur jika kehadiran nya sama sekali tidak di inginkan. Dan aku sangat bersyukur, kak Deon mampu membuat aku tersadar apa yang barusan aku katakan semua itu tidak baik untuk di masa depan kelak.'' Ungkap Maya, bergerak memeluk lengan sang kakak nya, Deon. Tak lupa meletakan kepala nya di atas bahu sang kakak, sambil menikmati dingin nya pantai di sore hari.


''Terima kasih, sudah menjadi tempat pelindung di saat aku tak tau arah. Terima kasih, selama aku mengandung kakak selalu stand by di sisi aku, dan juga putri ku hingga sekarang ini. Aku tidak tau jadi nya seperti apa. ? Jika kala itu kak Deon tidak menolong ku dari terpuruk nya hidup ku yang lagi hamil di luar nikah saat di negara orang lain. Bahkan, saat itu perekonomian keluarga aku sedang terjun habis, dan seiring nya waktu membuat sang Papa pergi meninggalkan aku, hiks''


Mengingat masa lalu, Maya selalu tak mampu menahan tangis. Paska dua bulan melahirkan sang putri tercinta. Maya mendapatkan kabar jika sang Ayah tercinta di Negara Indonesia telah tiada.


Berpisah dengan sang buah hati bukan hal mudah untuk Maya. Namun, jika melihat kehadiran sang buah hati tanpa status membuat Maya berpikir berulang kali untuk membawa nya pulang ke negara asal nya. Yang tidak kemungkinan besar, sang Ibu akan cepat menyusul sang ayah jika tau anak gadis nya yang menuntut ilmu di luar Negeri pulang-pulang membawa bayi bukan ilmu yang dia bawa.


...****************...


Apartemen Clara.

__ADS_1


Bastian yang baru selesai mandi, dan berniat mencari pakaian ganti kini niat nya di urung kan kala sang asisten nya Leon yang berada di Singapura menelfon nya.


''Iya,'' Sahut Bastian.


''Sang ibu nya Maya ingin berbicara langsung dengan putri nya. Namun______''


Mendengar hal itu, membuat Bastian menyela cepat sang asisten nya itu. ''Kenapa kamu justru menghubungi ku Leon. ?'' Bentak Bastian tertahan.


''Kenapa tidak langsung menghubungi nomer nya saja. ?'' Imbuh Bastian lagi.


''Kalau bisa sudah saya hubungi Tuan Bastian, tanpa menunggu perintah dari Tuan.'' Sahut Leon ketus.

__ADS_1


__ADS_2