
''Bagaimana dengan ke adaan Caca Ma.? Sang Dokter tadi bilang apa?'' Seru Deon dengan deru nafas naik turun.
Bagaimana tidak naik turun,? Jarak parkiran rumah sakit dengan ruang IGD rumayan jauh. Mau tak mau, guna mempersingkat waktu Deon sedikit berlari kecil. Tidak memperdulikan orang-orang yang berpapasan dengan diri nya.
Meskipun Caca bukan darah daging nya sendiri, kasih sayang Deon kepada Caca melebihi kepada diri nya sendiri. Sejak bayi merah, Deon lah yang memberi adzan di telinga Caca sebagai pengganti sosok ayah nya.
Sehingga usia kurang lebih dua tahun setengah, dia lah yang menjadi figur sosok seorang Ayah. Deon berharap, dia lah yang akan selalu menjadi figur sosok ayah untuk Caca selamanya.
''Dokter bilang, cucu Mama harus di rawat inap beberapa hari ke depan.'' Jawab Mama Anya sendu, menatap sang cucu sedang beristirahat setelah menangis di pasang infus di salah satu tangan nya.
''Caca sakit nya tidak terlalu parah kan Ma,? Dia hanya demam biasa kan Ma.?'' Tanya Deon sangat cemas.
''Dokter bilang tadi, Otitis media akut.''
__ADS_1
''Syukurlah, tidak penyakit yang sangat membahayakan.''
Cup, cup, mengecup kening Caca dengan lembut. Kemudian beralih berbisik di daun telinga Caca. ''Cepat sembuh ya, sayang. Biar nanti bisa bermain lagi bersama aku.''
Hampir beberapa waktu, Caca tak kunjung di pindahkan ke kamar rawat inap membuat Deon sedikit heran.''Kita menunggu apa lagi Ma.? Kenapa Caca belum di pindah.? Kasian Caca, sejak tadi tidur nya kurang nyaman mendengar kebisingan di ruangan ini''
''Mungkin, belum selesai di bersihkan Deon, sabar aja dulu.'' Membuat Deon mengangguk.
''Akhir-akhir ini Maya jarang sekali datang menemani Caca, tidak seperti dahulu. Meskipun sibuk, Maya selalu memantau kesehatan Caca dari segi fisik dan juga gizi nya.''
''Shuut, sudah Ma. Mungkin, Maya benar-benar sibuk mengurus ibu nya yang lagi sakit di rumah sakit.''
''Aku tau, seenggak nya Maya menyempatkan untuk mengontrol kesehatan Caca, salah satu nya membersihkan telinga putri nya. Kamu tidak lupa kan, Caca lebih nurut dengan Mama nya di banding sama oma nya. Seandainya, Caca mau oma nya yang membersihkan telinga nya. Pasti nya sudah Mama lakukan Deon, tetapi sayang nya Caca tidak mau Dan sulit untuk diam jika itu dengan Mama. '' Seru Mama Ami menggebu.
__ADS_1
''Dokter Riski menjelaskan, Otitis media akut terjadi ketika infeksi menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan di belakang gendang telinga. Anak di bawah usia 2 tahun umumnya lebih berisiko mengalami otitis media akut, ini karena bentuk dan ukuran tuba Eustachius mereka masih belum berkembang sempurna. Sedangkan Caca, Caca sudah berusia hampir tiga tahun Deon.'' Seru Mama Ami kesal.
Pada anak-anak, radang telinga tengah atau otitis media akut dapat berlangsung dengan sangat cepat dan biasanya disertai dengan gejala berupa demam, rewel, kehilangan nafsu makan, dan tidak bereaksi ketika dipanggil dengan suara pelan.
''Baiklah Ma, biar nanti Deon yang menegur Maya.'' Membuat Mama Ami mengangguk, ''Awas saja, jika kamu sampai berbohong lagi.'' Ketus nya.
Tak selang lama, dua suster datang menghampiri brankar Caca di rawat. Dengan membawa beberapa kertas yang isi nya prosedur ruang VIP.
''Sekarang sudah boleh pindah ya Bu, Pak.'' Ucap salah suster yang bergerak mendorong brankar tersebut.
''Iya Sus.'' Balas Mama Ami cepat, dengan meraih tas kecil yang berisi keperluan Caca selama di rumah rakit.
Mama Ami sudah mempersiapkan segala sesuatu, yang mungkin bakal terjadi, seperti sedia payung sebelum hujan. Dan sekarang sudah terbukti.
__ADS_1
Pengalaman, yang lebih dulu memilik anak, membuat mama Ami tidak bisa di ragukan lagi dalam merawat anak.