Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 15


__ADS_3

Di sisi tempat yang berbeda, mobil yang bermerek Mitsubsihi XFC dengan cepat membelah ibu kota. Mobil keluaran terbaru yang berjenis crossover compact SUV dengan bergerak cepat memasuki sebuah basement apartemen cukup mewah dari yang lain nya.


Bergerak mematikan mesin Mobil nya, sebelum dia bergerak turun. Setelah mencabut kunci Mobil tersebut, Leon segera bergerak cepat menyentuh daun pintu Mobil nya.


Pergerakan Leon terhenti ketika ponsel yang berada di saku jas nya berdering begitu nyaring. Dengan malas, Leon tetap merogoh saku jas nya yang di mana ponsel milik nya berada.


''Ngapain malam-malam, orang ini menghubungi ku.'' Gumam Leon seraya menggeser tombol hijau di layar sentuh nya.


''Ekhem, Ya hal___.'' Jawab Leon terpotong, kala dari seberang sudah terlebih dahulu membuka suara.


''Ada sesuatu yang harus kamu ketahui Leon.'' Sela laki-laki yang seumuran dengan Leon.


''Apa. ?''


''Ibu dari gadis peracik minuman di Club malam, kondisi nya saat ini sedang kritis, dan bisa ku pastikan, mungkin nyawa ibu dari gadis itu tidak bisa tertolong lagi.''


Mendengar apa yang di sampaikan oleh orang kepercayaan itu membuat bola mata Leon membesar. ''Share lokasi sekarang juga.!''


''Apa nya. ?''

__ADS_1


''Ck, rumah sakit nya.'' Ketus Leon sambil memasukan kunci di tempat semestinya.


''Untuk apa ? Bukan nya hal itu tidak ada _______''


''Jangan membantah, Nando.! Turuti saja apa yang aku perintahkan. ?''


''Ok, ok aku kirim segera.'' Setelah mendengar jawaban dari seberang, Leon segera mematikan panggilan tersebut dan beralih fokus melajukan kembali Mobil nya.


''Aku harus bisa membuat gadis itu memiliki hutang budi terhadap ku.'' Seru Leon, yang menyimpan sebuah rencana.


Ting, satu pesan telah masuk di dalam ponsel nya. Dengan lihai Leon bergerak cepat membuka isi pesan tersebut dan melihat nya untuk beberapa waktu.


...****************...


Sesampai di tempat parkir, kedua Mobil mewah bersamaan masuk dan berhenti tepat bersampingan.


Entah, di sengaja atau tidak di sengaja mereka berdua keluar dari dalam mobil juga nyaris barengan membuat mereka berhenti sejenak dan saling tatap satu sama lain. Dan berakhir mereka berdua saling melempar pertanyaan di waktu yang sama juga.


''Ada uru_____''

__ADS_1


''Tepat sekali kamu_____''


''Aku duluan, Leon.'' Potong Bastian cepat.


Leon menangguk pelan. ''Baik lah.''


''Urus segala sesuatu, perihal transfer pasien ibu dari gadis malam itu dari rumah sakit ini. Ke rumah sakit lebih canggih lagi yang berada di luar negeri sekarang juga.'' Titah Bastian tegas.


Leon tak langsung menjawab, apa yang di perintahkan oleh atasan nya itu. ? Setelah terdiam beberapa waktu, akhir nya Leon sudah paham apa yang di maksud oleh atasan nya itu. ?


''Kamu tau dari mana, tentang kondisi ibu dari gadis peracik minuman itu.?''' Tanya Leon, menaikan ujung alis nya ke atas. Menunggu jawaban dari atasan nya itu hingga beberapa waktu. Namun, sekian waktu Leon tak kunjung juga mendapatkan jawaban dari atasan nya itu.


Leon menghembuskan nafas panjang nya sejenak, sebelum mengiyakan perintah dari atasan nya itu. ''Ok, biar aku urus segera.'' Berlalu pergi meninggalkan atasan nya itu yang masih sibuk dengan dunia nya sendiri. Tanpa berniat bertanya lebih jauh lagi, Leon lebih memilih masuk ke dalam rumah sakit dari pada menunggu tuan nya yang masih diam membisu. .


Bastian menatap punggung sang asisten nya yang kian melangkah menjauh ''Sial.'' Umpat Bastian kesal, dia tak mengerti dengan diri nya sendiri. Hal ini bukan sifat asli dari Bastian Aditya Chandra.


''Ngapain juga, aku datang kesini. ?Kan aku bisa memerintahkan Leon, seperti biasa nya, tanpa aku harus datang.'' Pikir Bastian di buat bodoh jika menyangkut dengan gadis club malam itu.


''Lebih baik aku pulang, ngapain juga aku harus datang kesini. '' Seru Bastian berlalu masuk ke dalam Mobil nya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2