Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 22


__ADS_3

malam hari nya.


Pukul 21.20


''Sialan, seharusnya dia sudah datang.'' Umpat Bastian menendang ban mobil nya lantaran kesal. Sudah setengah jam Bastian mencari Maya di dalam club malam tersebut. Karena setahu diri nya, Maya bekerja di club malam itu sebagai peracik minuman atau bartender.


Dengan nafas memburu menahan amarah, Bastian berkacak pinggang menatap orang-orang hilir mudik masuk ke dalam club tersebut.


''Ok, aku tunggu beberapa waktu lagi.'' Batin Bastian melesat masuk ke dalam mobil nya.


Brak.


Bola mata Bastian tak henti-henti nya menatap pintu keluar masuk Club malam itu.


Hingga akhir nya, bola mata Bastian teralih dengan suara dering ponsel milik nya.


''Papa.'' Gumam Bastian, bergerak menaruh ponsel milik nya kembali. Sebab, dia tidak ingin mengangkat panggilan dari sang Papa nya itu.


Ponsel milik nya kembali berdering, membuat bola mata Bastian yang sedang fokus mengarah ke pintu Club malam itu. Teralih lagi menatap panggilan yang baru masuk ke dalam ponsel nya.


''Ada apa. ?''


''Tuan besar berpesan, kalau panggilan dari nya jangan kamu abaikan.''

__ADS_1


''Sudah ku duga.'' Gumam Bastian.


''Udah, hanya itu.''


''Iya, hmm bagaimana dengan Maya. ? Apa tuan sudah bertemu dengan nya.?''


''Belum.'' Jawab Bastian singkat.


''Bagaimana dengan tempat diri nya bekerja.?''


Bastian mendengus kesal. ''Sudah ku coba, tapi dia tidak ada di tempat itu. Dan, untuk selanjut nya aku tidak ingin tau mau pun untuk mencari nya.'' Dengan kesal Bastian memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.


Sedangkan di dalam mobil yang berbeda, tepat nya di dalam mobil yang baru tiba di pekarangan club tempat Maya bekerja. Deon mengingatkan Maya sebelum berpisah.


Maya tersenyum manis, kemudian mengangguk cepat.''Iya kak Deon.''


''Ya udah, aku turun dulu.'' Pamit Maya bergerak keluar dari dalam mobil. ''Hati-hati di jalan.'' Ucap Maya kepada Deon, melalui jendela kaca mobil yang masih terbuka.


Deon mengangguk cepat, ''Kamu juga.'' Balas Deon sambil menutup kaca mobil nya.


Dengan perlahan, mobil yang di kendarai oleh Deon mulai melaju meninggalkan pekarangan club malam tersebut.


Melihat mobil sang kakak sudah pergi menjauh, Maya bergerak, mencoba berbalik badan untuk segera masuk ke dalam club tempat diri nya bekerja.

__ADS_1


Plok, plok, plok, mendengar tepukan tangan yang cukup keras. Membuat Maya mencoba menghentikan langkah kaki nya dan menoleh kerah sumber suara tersebut.


Dan membiarkan, laki-laki asing di depan nya itu bergerak maju menghampiri diri nya. Dengan sorot mata bak elang, kini mampu membuat Maya memundurkan langkah kaki nya beberapa langkah ke belakang.


''Ada apa.?'' Tanya Maya yang belum mengerti maksud dari laki-laki itu yang kini sedang menghadang langkah kaki nya.


''Berikan ponsel mu.!'' Sekian waktu terdiam, akhirnya Bastian membuka suara dingin nya.


Maya tak langsung mengindahkan perintah laki-laki di depan nya itu. Memutar keras ingatan nya untuk mengenali laki-laki yang kini sedang menghadang nya.


Namun, di dalam ingatan Maya. Maya sama sekali tidak menemukan sosok lelaki di depan nya itu. Membuat Maya berpikir, kalau laki-laki di depan nya itu sedang salah orang. ''Mungkin kamu salah orang, dan maaf, waktu ku sangat menipis karena aku harus segera masuk bekerja, permisi.'' Ucap Maya sopan, kemudian Maya mencoba bergerak masuk melewati laki-laki di depan itu.


Di luar dugaan Maya, lelaki asing di depan nya itu kini berani mencekal pergelangan tangan nya cukup kuat.


''Aow ssttt, sakit.'' Desis Maya, yang di abaikan oleh Bastian.


''Saya tau, pekerjaan kamu menemani setiap laki-laki dengan tubuh murahan mu itu. Sehingga seharian ini kamu sengaja mematikan ponsel mu, agar tidak ada yang menganggu kamu yang sedang bermadu kasih.'' Sinis Bastian, menatap tubuh Maya dengan tatapan menjijikan.


Lain di mulut lain di hati, melihat pemandangan di depan mata nya tadi ada rasa tak suka di dalam hati nya. Ketika Maya di antar oleh seorang laki-laki, membuat isi kepala Bastian liar kemana-kemana.


''Tutu_____''


''Shuuuut, jangan mengelak.! Sekarang katakan berapa perjam nya. ?''

__ADS_1


Kedua bola mata Maya membesar seketika, mendengar hinaan dari laki-laki asing di depan nya saat ini.


__ADS_2