Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 11


__ADS_3

''May, ponsel mu selalu berdering. Coba kamu angkat dulu siapa tau ada hal yang lebih penting.'' Ucap Arif sedikit berteriak, mengingat mereka berada di sebuah Club malam yang pasti nya musik DJ selalu dia dengar dari masuk sampai selesai bekerja.


Maya tersenyum mengangguk.''Thank you for reminding.''


''You're welcome.''


Maya bergerak menghampiri tas milik nya berada. Kemudian berjalan mengarah ke arah belakang mencari tempat yang sepi.''Iya hallo.'' Jawab Maya, setelah berada di tempat yang di kira cukup sepi dari musik DJ.


''Maaf, biaya Administrasi ibu Ayu belum di lunasi hingga saat ini. Tepat pukul dia belas nanti, kemungkinan pihak rumah sakit akan melepas tanggung jawab terhadap Ibu Ayu.''


''Sus, apa tidak bisa hingga besok pagi.? Aku, aku janji besok pagi akan aku lunasi. Tetapi aku mohon Sus, kasih aku waktu hingga besok pagi.'' Mohon Maya yang sangat-sangat berharap.


''Maaf, ketentuan ini sudah di tentukan oleh pihak rumah sakit. Bukan saya yang bekerja sebagai perawat Mbak.''


Maya tidak bisa berbuat banyak lagi untuk memohon, memang kenyataan nya seperti itu. Apa yang di ucapan oleh sang suster itu benar ada nya. Rumah Sakit lah yang memiliki wewenang dalam hal ini.


Dengan lemas, Maya kembali berucap. ''Baiklah, aku akan usahakan, tepat waktu pukul dua belas nanti sudah aku lunasi.'' Ucap Maya yang tak yakin, apa yang barusan dia ucapan kan sendiri.


''Terima kasih mbak pengertian nya.'' Setelah mengucapkan hal itu, panggilan pun berakhir.


Boleh kah Maya menangis histeris di sini dan saat ini juga.


Maya memejam kan kedua mata nya sejenak, dengan kasar dia mendorong punggung ke arah belakang. Lebih tepat nya bersandar di dinding dengan kedua mata terpejam.

__ADS_1


Menghirup udara dengan kasar, Maya mencoba membuang beban di atas pundak nya yang menurut dia sangat berat.


Bukan dia bermaksud, tidak ikhlas merawat orang tua nya yang telah merawat dan membesarkan dia dengan penuh kasih sayang sejak dari bayi merah hingga sebesar ini. Melainkan dia hanya ingin beristirahat sejenak, melupakan kondisi nya saat ini.


''Gak ada cara lagi selain menemui manajer Club ini.'' Gumam Maya, yang ingin segera berbalik badan menuju ke ruang manajer, dan.


Brak


''Sorry, sorry saya tak sengaja.'' Ucap Maya sambil membungkuk kan badan.


Tidak mendapatkan respon, dari laki-laki yang dia tabrak, membuat Maya sedikit kikuk dan berpikir kalau segera pergi dari hadapan laki-laki yang hanya diam menatap nya saja.


''Kalau begitu saya permisi dulu. ?'' Pamit Maya berlalu pergi menjauh.


''Iya hallo. ''


''Selain apa. ?''


''One Night Stand dengan ku.''


''Apa yang kamu maksud Bas. ? Siapa juga yang ingin meminjam______''


Tok

__ADS_1


Tok


''Masuk.''


Dengan sedikit keberanian, Maya melajukan langkah kaki nya mendekat ke arah manajer Club tersebut.


''Ada apa May. ?'' Tanya sang manajer tanpa basa-basi.


''Hmm, saya, ke datangan saya, saya ingin meminjam uang kepada bapak. Dan sebagai ganti nya, bapak memotong setiap gaji saya perbulan.''


''Tolak, '' Perintah dari seberang telepon.


Sang manajer mengangguk patuh. ''Maaf Maya, saya tidak bisa memberikan pinjaman ke pada siapa pun, termasuk kamu.''


''Please Pak, saya mohon. Tidak masalah jika saya nanti harus membayar bunga nya yang cukup besar.'' Mohon Maya, sambil berlutut.


Maya tidak memperdulikan dengan masalah bunga, meskipun cukup besar. Yang terpenting saat ini, ibu nya mendapatkan perawatan dari pihak rumah sakit.


Mengingat waktu yang di tentukan hanya sampai jam dua belas malam, membuat Maya bingung harus mencari uang kemana lagi selain manajer Club ini. Dan untuk sang pemilik Club, Maya tidak mengetahui hal itu. Siapa sang pemilik Club sesungguh nya.? Selain manajer di depan nya saat ini yang hanya dia tau.


''Ada satu cara jika kamu menginginkan uang dengan cepat, May.''


Maya menatap lekat sang manajer, sambil menunggu kalimat selanjut nya yang akan di ucapan oleh sang manajer tersebut.

__ADS_1


''Melakukan One Night Stand dengan seseorang.''


Deg


__ADS_2