
Saat ekspetasi tak seindah realita, menerima kenyataan hidup memang pahit. Namun tidak semua kegagalan itu berakibat buruh. Kegagalan dan kesedihan juga bisa mengandung secercah harapan. Akan ada hikmah di balik semua masalah. Misalnya saja suatu saat ternyata kamu berhasil mendapatkan sesuatu yang melebihi bayangan mu.
Kurang cukup kah hidup diri nya hancur, dan kini di tambah hinaan yang harus Maya dapatkan.
Pantaskah dia membela diri nya dari hinaan itu,? Sedangkan hinaan itu benar ada nya.
Kalau diri nya mengelak, lalu, bagaimana dengan bukti nyata nya. ? Ya, bukti nyata nya, satu makhluk gadis kecil yang kini sangat menggemaskan dan sangat dia rindukan setiap saat. Makhluk kecil dengan pipi cubi nya saat tersenyum lebar, hal itu selalu tersimpan rapi di dalam kepala Maya.
Mengingat hal itu semua, tubuh Maya bergetar menahan tangis.
''Jangan berpura-pura menangis di depan mata ku, karena hal itu tidak akan mempan bagi seorang Bastian Chandra Aditya untuk mengasihani mu.'' Suara dingin nan tegas menggelegar di indra pendengaran Maya. Tak luput tatapan tak suka dari setiap orang yang melihat kejadian tersebut.
''Jawab saja dengan jujur, aku sangat mampu membayar kinerja kamu di atas ranjang.'' Imbuh Bastian lagi.
Sosok Maya yang selalu berusaha tegar, selalu mengabaikan setiap ocehan mulut ke mulut. Kini usaha nya selama ini sedikit terganggu, pasal nya selama dia hamil di luar nikah dan tinggal di luar negeri. Tidak ada yang mempermasalahkan dengan hal itu, sebab, hubungan tanpa status yang sah di luar negeri hal itu sudah menjadi hal umum di negara sana. Berbeda lagi kalau tinggal di negara Indonesia, hubungan tanpa ada nya status yang jelas dan juga sah. Hubungan itu, hukum nya dosa besar dan juga hina di depan publik.
__ADS_1
Bugh, satu pukulan kuat dari arah samping, mampu membuat Bastian tersungkur ke bawah dengan mendesis pelan.
''Sialan.'' Umpat Bastian marah, sambil mengusap sudut bibir nya yang berdarah. ''Berani-berani nya kamu memukul wajah ku.'' Geram Bastian yang tak terima sudut bibir nya robek dan berdarah.
''Jangan pernah menghina Maya di depan semua orang, brengsek. Bangun, ayo bangun brengsek.'' Seru Arif, yang tak terima jika Maya di hina di depan banyak orang. Meskipun, seorang wanita yang bekerja di sebuah Club malam sudah di cap sebagai wanita murahan yang melempar tubuh nya kesana-kemari hanya demi cuan.
Bagi Arif, dia sangat percaya dengan apa yang dia lihat.? Dua tahun bagi nya sudah cukup untuk mengenal Maya Dan pasti nya tau seperti apa kepribadian sosok Maya Agustina. Terlebih juga, Arif yang sudah mengenal lama sosok Maya dari Deon. Dengan bertekad sekuat hati, Arif berusaha melindungi Maya dari laki-laki brengsek seperti di depan mata nya saat ini.
Bastian terkekeh sinis untuk beberapa waktu, seraya berdiri dari tersungkur tubuh nya di atas tanah. Seandainya diri nya tau, datang nya sosok laki-laki yang sok menjadi pahlawan itu ingin menghantam wajah tampan nya, sebisa mungkin diri nya menghindar atau mencegah nya. dan situasi kejadian seperti ini tidak akan terjadi.
Malu, jelas malu, seorang Bastian Chandra Aditya tersungkur di atas tanah. Di tonton banyak nya orang, dan hal itu terjadi baru yang pertama kali nya, dari sebelumnya hal itu belum pernah terjadi.
''Kamu pernah mencicipi tubuh kotor nya itu, sehingga kamu belain dia segitu nya.'' Berbicara sinis, sambil menunjuk jari di depan wajah Maya.
''Brengsek.'' Bentak Arif, dengan Dua kepalan yang sudah siap ingin meninju wajah tampan Bastian kembali. Namun, gerakan itu di cegah oleh Maya.
__ADS_1
''Please Arif, udah, jangan dengarkan ucapan dia.'' Ucap Maya memohon, seraya mengusap kelopak mata nya yang sedikit basah.
''Aku gak apa-apa, biarkan dia berbicara semaunya.'' Menarik lengan Arif masuk ke dalam club tersebut tanpa ada penolakan dari Arif, Maya berhasil memisahkan pertengkaran mereka berdua.
''Aku belum selesai dengan nya, May. Kenapa tidak membiarkan aku menghancurkan wajah jelek nya itu.?'' Gerutu Arif yang masih menggebu.
''Apa kamu tidak melihat gaya penampilan nya Ar.? Semua yang dia pakai semua nya bermerek. Dan aku tidak ingin kamu nanti kena masalah di kemudian hari, gara-gara nolongin aku.'' Ungkap Maya jujur, gaya berbicara nya Dan penampilan laki-laki itu. Maya sudah bisa menebak, kalau laki-laki itu bukan laki-laki biasa pada umum nya.
Sedangkan untuk Bastian, yang baru mengingat apa tujuan nya mencari Maya. Kini dia mengumpat kasar atas kebodohan nya yang bisa lupa dengan tujuan nya.
Bastian bertanya-tanya pada diri nya sendiri, kenapa efek pemilik asli jantung sebelum nya bisa separah ini.? Hanya karena melihat gadis malam itu bersama laki-laki lain tepat di depan mata nya, dia bisa lupa apa tujuan nya.
Bastian menggeleng-geleng kuat, menepis segala rasa yang tak mungkin akan terjadi.
Dengan perlahan pasti, Bastian segera melangkah cepat menyusul Maya yang sudah masuk terlebih dahulu ke dalam club malam tersebut.
__ADS_1
Setelah melihat mereka berdua yang sedang berdebat dari kejauhan. Bastian mencoba bergerak mendekat ke arah mereka berdua.
''Urusan kita belum selesai.'' Seru Bastian, menarik pergelangan tangan Maya dengan begitu kasar. Tanpa menghiraukan pekikan dari laki-laki yang bersama Maya saat ini. Yang paling terpenting bagi nya, dia bisa membawa Maya ikut pergi dengan nya saat ini juga.