Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 30


__ADS_3

Menutup rapat pintu kamar yang saat ini menjadi kamar tidur milik nya . Berbalik badan setelah pintu tertutup rapat, sedikit mendongak dengan kelopak mata terpejam, di iringi hembusan nafas berat yang keluar dari mulut Maya hingga beberapa kali.


''Apa pun yang terjadi sepanjang hari ini,? Yakinlah bahwa semua atas kehendak dan rencana Tuhan. Selamat malam, selamat beristirahat." Bisik hati Maya menguatkan.


Ada nya drama di meja makan yang sangat panjang membuat Maya lelah fisik dan juga jiwa. Hampir jam sebelas malam Maya baru memasuki kamar yang di sediakan untuk diri nya.


Hanya sia-sia, perjuangan ia untuk keluar dari Apartemen ini.


Kelopak mata itu mendadak terbuka lebar saat mengingat sesuatu yang di berikan oleh tuan Bastian.


Benda persegi panjang dengan teknologi canggih yang berada di genggaman tangan milik nya. ''Ini kesempatan aku.'' Gumam Maya dengan mata berbinar senang.


Dengan sedikit terburu-buru, Maya mengotak-atik benda canggih tersebut. ''Mama sangat merindukan kamu sayang.'' Batin Maya.


Maya tak sabar menunggu panggilan dari nya di angkat dari seberang.


Menggigit kecil bibir nya, dengan berjalan ke sana kemari yang tak sabar panggilan nya di angkat dari seberang.


''Ayo angkat kak,! Aku sudah tak sabar ingin melihat putri kecil ku yang sedang tidur.'' Harap Maya.


Ke tiga kali nya, panggilan tersebut di jawab dari seberang. Membuat Maya tersenyum lega.


''Ha_____''

__ADS_1


''Ini Mama.'' Jawab Mama Ami singkat, dengan nada tidak bersahabat.


Maya mengerutkan dahi nya sejenak, sebelum bertanya. ''Iya Ma, kok tumben Mama yang mengangkat _________''


''Kenapa,? Memang nya kenapa. ? Apa gak boleh_____?''


''Ma, jangan sekarang.'' Potong Deon cepat dengan nada pelan.


Deon pikir, sekarang ini bukan waktu yang tepat mengomeli Maya. Apa lagi diri nya tau dengan situasi yang di alami oleh Maya dua hari ini.?


''Kapan lagi Deon. ?'' Bentak Mama Ami yang kesal dengan sifat putra nya itu. Yang dimana, Deon selalu membela dan melindungi Maya. Meskipun putra nya itu tau kalau Maya tidak lahir dari rahim Mama nya, melainkan hasil perselingkuhan dari Papa nya dengan salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan Papa nya dulu.


''Nanti aja ya, jika kita bertemu dengan Maya secara langsung, ok. Lagian Mama harus Ingat dengan waktu, ini sudah hampir larut malam, gak baik jika suara kita menganggu pasien yang sedang beristirahat.'' Jelas Deon dengan tutur yang lembut, Deon mengakui, kalau Mama nya itu sangat menyayangi Caca, meskipun tau kalau cucu nya itu lahir dari rahim anak suami nya buah dari perselingkuhan suami nya dulu.


''Ma.'' Panggil Deon lirih, namun, panggilan tersebut tidak mendapatkan balasan dari sang Mama. Menggeleng lelah, sambil bergerak menuju pintu keluar. Supaya putri kecil nya yang sedang tidur tidak terganggu.


''Ekhem, May.'' Panggil Deon pelan, setelah berada di depan ruang rawat putri nya.


''Iya kak, Maya masih ada di sini.'' Sahut Maya ragu, mendengar pertengkaran ibu dan anak dan melibatkan nama nya di dalam nya, membuat Maya berpikir yang enggak-enggak.


''Apa sudah terjadi sesuatu. ? Yang Maya gak ketahui selama dua hari ini kak.'' Lirih Maya.


''Kamu di mana sekarang. ? Lalu, bagaimana dengan keadaan mu. ? Siapa yang membawamu pergi setelah aku antar waktu itu.?''

__ADS_1


''.......''


''Malam ini berencana pergi ke Club tempat kamu bekerja, namun________''


''Mama mengabari ku jika Caca demam dan masuk ke rumah sakit sekarang ini.'' Jelas Deon pelan.


''Caca Demam.'' Lirih Maya.


Deon menganggukkan kepala nya cepat, meskipun Maya tidak akan melihat nya atau tidak akan tau. ''Iya.''


''Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini.'' Pikir Maya frustasi dengan situasi saat ini.


Bagaimana cara nya dia bisa ke luar dari Apartemen ini. ?


Sedangkan dia ingin sekali menemani putri kecil nya yang sedang sakit di rumah sakit.


''Caca Sakit apa. ?''


''Hmm, bisa di bilang radang telinga.''


''Radang telinga, '' Ulang Maya, seketika hati nya mencelos sakit. Mengingat sudah beberapa minggu belakangan ini dia tak sempat membersihkan telinga putri kecil nya itu.


''Aku usahakan Kak, segera pulang menemani Caca.''

__ADS_1


__ADS_2