
Bastian menghela nafas panjang, jika berhadapan dengan sang Mama tercinta, pasti nya dia akan kalah. Apa pun yang di ingin kan oleh sang Mama. ? Dan, siapa pun di larang keras masuk untuk ikut campur .?
''Lanjutkan.'' Titah Mama Lidya.
''Begini Nyonya_______ssst ah.'' Maya meringis kesakitan di sekitar pinggang samping nya. Reflek, bergerak menoleh ke arah Tuan Bastian yang di mana sebelah tangan nya masih betah memeluk pinggang samping nya itu.
''Jangan lupa, dengan tugas kamu.!'' Bisik Bastian, meremas pinggang Maya sedikit tekanan. Tanpa teralih, sorot mata Bastian tetap memperhatikan gerak-gerik bola mata sang Mama.
Maya sedikit mengangguk dua kali dengan jarak beberapa waktu. Supaya wanita paru baya di hadapan nya itu tidak menyadari nya . ''Humm, seperti nya saya harus ke toilet sebentar, Nyonya.'' Izin Maya, sembari meletakan telapak sebelah tangan nya di atas perut rata nya.
"Kenapa tidak bilang, sayang. ? Ayo, aku antar ke toilet." Mengerti ada nya celah, Bastian tidak akan mensia-siakan celah tersebut.
Maya mengangguk cepat, dan mulai beranjak dari tempat duduk nya.
Mama Lidya hanya tersenyum tipis, sangat tipis. Melihat tingkah mereka berdua, "Akan aku ikuti permainan kamu Bastian Chandra Aditya." Gumam Lidya menatap punggung mereka berdua yang masih saling berbisik.
"Kamu hanya cukup membuat Mama ku menyukai kamu, bukan bikin ilfil sama kamu Maya Agustina."
__ADS_1
"Aku juga tau tuan Bastian, lagian ya, kalimat mana yang membuat Mama kamu ilfil ke pada ku. ? Jawaban aku tadi memang kenyataan, dan aku memang tak ingin berbohong soal gelar yang ku dapatkan dengan pengalaman yang kosong." Menepis dengan kasar sebelah tangan Bastian yang berada di pundak nya. Lagian mereka berdua sudah berada di depan toilet, jauh dari ruang tamu. Kemungkinan sangat kecil jika sang Mama Bastian melihat interaksi mereka berdua.
''Ck, dasar bodoh.'' Bastian berdecak kesal.
Maya sedikit memiringkan kepala nya, dengan bola mata menatap tajam laki-laki yang mengatai diri nya bodoh ''Kamu mengatai ku bodoh.'' Jelas saja Maya tidak terima, meskipun itu benar ada nya. Tidak seharusnya kan, ngomong nya begitu langsung di depan muka dia.
''Yap, benar kamu memang bodoh. Orang-orang akan menyembunyikan kebodohan nya di depan orang lain. Sedangkan kamu, kamu justru membongkar kebodohan mu, dengan berkata jujur jika kamu memang bodoh.'' Seru Bastian mengejek.
''Tunggu dulu, dari mana kamu tau______''
''Gak perlu kamu tau soal aku tau dari mana. ? Yang paling terpenting, kamu menjawabnya dengan jawaban yang baik-baik saja, yang buruk tidak perlu kamu kasih tau ke Mama, termasuk dengan pekerjaan mu yang bekerja di sebuah Club malam. Kalau sampai Mama aku mengetahui hal itu. Mama aku bakal gak suka dengan kamu, apalagi untuk merestui hubungan pura-pura kita berdua, bisa gagal semua nya''
''Mendekat lah, aku bisikin. ''
......................
Rumah Sakit.
__ADS_1
Mama Ami dengan telaten menyuapi bubur lembut ke dalam mulut Caca Peterson. Meskipun sedikit rewel gak mau makan, Mama Ami berusaha keras membujuk dan merayu Cucu nya dengan segala cara, termasuk dengan vidio hewan dan juga lagu anak-anak di dalam ponsel milik nya.
Kesehatan Caca sudah cukup membaik sejak mendapatkan penanganan dari rumah Sakit dari semalam. Semalam suhu tubuh yang cukup tinggi, kini menurun dengan suhu rata-rata normal.
Ceklek, suara pintu terbuka dari luar kemudian muncul lah sosok laki-laki yang sedikit kusut, dan muka lelah nya dengan membawa boneka Mixue. Boneka yang menjadi maskot sebuah merk produk food and beverage yakni Mixue. Warnanya putih dan mirip seperti boneka salju.
''Papa. '' Pekik Caca girang, dengan senyuman lebar di sudut bibir nya.
''Hai, putri Papa yang cantik. Papa ada sesuatu untuk Caca, tra la la. '' Memperlihatkan boneka Mixue yang berada di tangan nya ke atas.
Dengan hati senang, Caca meraih boneka tersebut, apa lagi ada lampu LED nya di dalam boneka tersebut.
''Caca senang. ?'' Meskipun Caca belum sepenuh nya mengerti bahasa orang tua, melihat senyuman keceriaan putri nya, Deon sudah mengerti suasana hati sang putri nya itu.
''Baru jam segini, tumben sudah pulang. ?'' Tanya Mama Ami.
''Kurasa tubuh ku kurang sehat Ma, maka nya Deon memilih pulang lebih awal. '' Sahut Deon, meletakan tas kerja nya di atas meja kemudian melepas Jas dan juga sepatu nya.
__ADS_1
''Mandi dulu, sebelum beristirahat Deon.'' Tegur Mama Ami, saat melihat putra nya itu ingin menjatuhkan tubuh nya di atas sofa panjang.
Huumm