Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 6


__ADS_3

Dengan langkah kaki yang sedikit terburu-buru, Maya segera berlari menuju lift yang akan membawa nya ke lantai tujuh. Yang di mana lantai tujuh tempat dia bekerja selama seminggu ini.


Maya melirik sekilas ke arah samping yang dimana ada empat orang di dalam lift bersama nya. Dan, kalau dia tak salah mendengar mereka sedang membicarakan diri nya.


''Kenapa semua orang menatap ku seperti tatapan mencemooh.?'' Pikir Maya yang tak mengerti.


Maya menggeleng bodo amat setelah lift berbunyi.


Tring


Melihat pintu lift terbuka, Maya bergerak cepat keluar dari dalam lift tersebut. Mengabaikan rasa penasaran di dalam hati nya saat ini. Hal yang paling terpenting bagi nya, jangan sampai baru seminggu di terima bekerja menjadi asisten pribadi oleh Ceo. Dan hari ini dia di pecat tanpa pesangon, ya pesangon mana mungkin mendapatkan pesangon. Sedangkan dia baru bekerja selama seminggu di kantor ini dan langsung mendapatkan pesangon, gila, perusahaan mana yang mau rugi.


Tok


Tok


''Masuk.''


Ceklek, ''Pagi Sekretaris Bu sindy. '' Sapa Maya selembut mungkin.


''Cih, jam segini baru datang, bilang nya tidak telat. Lalu ini apa.? Lebih lima belas menit kamu telat Maya Agustina'' Geram Sindy.

__ADS_1


''Kan Bu sindy tau bukan kalau_____''


''Macet, alasan kamu sudah basi May.'' Potong Bu Sindy cepat.


''Ah, Bu Sindy tau aja.'' Membuat Bu Sindy mendengus kesal.


''Ini, laporan yang harus kamu salin. Setelah itu kamu kirim ke email Bu Lidya. '' Menyerahkan map berwarna biru.


''Dengan senang hati, Bu Sindy.'' Jawab Maya berlalu duduk di tempat kerja nya.


Meskipun sejak awal bukan ini pekerjaan dia yang sesungguh nya. Namun, selama seminggu ini, Maya belajar dengan sungguh-sungguh menjadi asisten. Walau pun masih bertahap belajar sebagai asisten pribadi Bu Sindy, Maya berharap bisa menyelesaikan tugas nya dengan benar.


Karena Maya menuntut ilmu di luar Negeri bukan jurusan bisnis melainkan modeling.


Apa lagi, Maya pernah mengalami down selama setahun.? Ya, setahun, selama setahun Maya tak fokus dalam kuliah nya.


...****************...


Di tempat yang berbeda, khusus nya di kediaman rumah orang tua Bastian.


''Hari ini kamu pergi ya, ke kantor cabang, kasian loh Papa kamu yang handle kantor pusat dan juga cabang sendirian.''

__ADS_1


''Gak bisa Ma, ada beberapa yang harus aku urus sendiri hari ini di Restaurant C,c.'' Tolak Bastian, memang sedari dulu dia tak berniat terjun di perusahaan Papa nya itu.


Bastian lebih suka, ke usaha nya sendiri yaitu mendirikan sebuah Restaurant. Demi impian nya tercapai, Bastian berusaha dengan giat selama tiga tahun belakangan ini, kini dia sudah berhasil memiliki dua cabang Restaurant C,c sekaligus dengan kota yang berbeda.


''Sampai kapan kamu terus-menerus menolak nya, Bas. ? Sebulan ini Mama yang menghandle kantor cabang.''


''Satu minggu ke depan Bastian gak bisa Ma.'' Lagi dan lagi Bastian menolak nya.


''Badahal hari ini, Mama sudah bilang ke sekretaris Mama. Kalau rapat hari ini kamu yang memimpin nya. ''


''Maaf Ma, Bastian tetap gak bisa.''


''Bas. '' Tegur Sang Papa yang baru keluar dari dalam kamar.


''Benar, apa yang di katakan oleh Mama kamu. ? Apa lagi tinggal kamu yang kita punya, kalau bukan kamu lalu siapa lagi.? Papa sangat berharap, kamu bisa berbagi waktu. Soal Restaurant C,c, kan masih ada Leon asisten kamu yang kamu percaya untuk menghandle Restaurant kamu dan Kamu hanya tinggal memantau nya dari jarak jauh saja.''


''Jarak waktu dekat ini, Bastian gak bisa Pa.''


''Baiklah, Papa kasih kamu waktu lagi untuk berpikir kembali.''


''Bagaimana dengan kondisi jantung kamu, semua sehat-sehatkan tidak ada masalah. ?''

__ADS_1


Membuat Bastian ragu untuk menjawab dengan jujur. Mengingat akhir-akhir ini detak jantung nya membuat dia tak nyaman sendiri.


__ADS_2