Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 24


__ADS_3

''Brengsek.'' Umpat Arif marah pada diri nya sendiri yang tak bisa menjaga Maya dari mara bahaya. ''Aku harus menghubungi Deon, Deon harus segara tau soal Maya yang di bawa pergi oleh salah satu pengunjung club malam ini.''


Seraya mencoba menghubungi Deon, wajah Arif tampak sangat jelas ada rasa kekhawatiran dengan situasi seperti saat ini. ''Please, angkat Deon, angkat.'' Batin Arif cemas dalam berdoa.


Sejak pertama kali di kenalan oleh Deon dua tahun silang, Arif sudah menaruh hati ke pada Maya. Meskipun dia tau, masa lalu Maya pada lelaki cukup menyedihkan. Membuat diri nya takut untuk mengungkapkan rasa cinta nya itu terhadap Maya. Dari segi sudut pandang Arif, Maya cukup ketara jika Maya mengalami trauma yang cukup mendalam.


Tak selang lama, panggilan tersebut di jawab dari seberang. Lantas, rongga dada Arif sejak tadi sesak kini benar-benar di buat lega, setelah tau, jika Deon teman nya itu menjawab panggilan masuk dari nya.


''Maya di culik Deon.'' Seru Arif menggebu, tanpa ingin menyapa terlebih dahulu.


''Please, kamu segera datang kesini. Sebelum laki-laki itu membawa Maya pergi.!''


Sedangkan di seberang sana, Deon tampak mengerutkan dahi nya beberapa waktu. Yang bertanda Deon belum mengerti dengan situasi nya yang lagi urgent saat ini. ''Kalau berbicara pelan-pelan Rif, jangan terlalu terburu-terburu.!''


Arif berdecak kesal, mendengar kalimat dari seberang sana. Bisa-bisa nya Deon menyuruh nya agar tidak terburu-terburu. Sedangkan saat ini, situasi nya tidak kemungkinan untuk berkata pelan atau santai. ''Ck, kondisi saat ini tidak sesantai itu Deon. Apa kau tau, kalau Maya sekarang ini sedang di bawa oleh seseorang yang tak kita kenal.? Bisa di katakan, kalau Maya saat ini sedang di culik. Dan kamu, kamu harus segera datang kesini jangan pernah membuang-buang waktu kamu lagi.!'' Titah Arif, tak ingin di bantah.


''Kamu jangan ngada-ngada,! Baru saja aku mengantar Maya ke tempat dia bekerja. Dan sekarang kamu bilang dia sedang di culik, jangan ngaco deh Rif. !'' Deon masih tak percaya apa yang di bilang Arif barusan.


Yang benar saja, mana mungkin Maya di culik, sedangkan beberapa menit yang lalu dia sendiri melihat Maya baik-baik saja, sampai masuk ke dalam tempat Maya bekerja.

__ADS_1


''Aku serius, bahkan berkali-kali serius Deon. Pokok nya Aku gak mau tau, kamu harus segera datang kesini sekarang juga.'' Titah Arif tegas, Dan berlalu panggilan tersebut di akhiri begitu saja.


Panggilan pun di akhiri Arif, seraya menyusul langkah kaki Maya dengan laki-laki asing itu melangkah pergi dari Club tersebut.


Deon berpikir sejenak, sebelum memutar balik mobil nya.


Di tempat Parkiran.


''Sudah Aku lepas, sekarang kamu masuk.! Jangan membuat aku berlaku kasar terhadap kamu.!'' Suara dingin Bastian menggema ke sekian kali nya. Sebab, Bastian memerintahkan Maya untuk masuk ke dalam mobil nya sudah beberapa kali. Namun, perintah nya itu tak di endahkan oleh Maya sama sekali.


''Aku akan masuk, jika kamu kasih tau aku, sebenar nya ini ada apa. ? Aku, Aku sama sekali tidak tau siapa kamu.? Aku juga tak mengenal kamu, Lalu, bagaiman bisa Aku harus menuruti semua perintah kamu.?'' Seru Maya, sambil mengusap pergelangan tangan nya yang terasa perih.


DEG, Maya terdiam membeku, ingatan nya mulai kembali saat di dalam kamar malam itu.


''Bahkan, saya menawarkan lebih dari sekedar One Night Stand dengan mu. Justru aku menawarkan diri ku, untuk kamu menikah dengan ku.''


''Saya tidak mengerti apa yang kamu maksud.? Sebuah pernikahan, lalu, pernikahan apa yang kamu maksud.?''


''Kamu hanya cukup baca, dan mendatangani nya di bawah sana. Dan untuk selanjut nya, nanti saya kasih tau apa yang harus kamu lakukan. ?''

__ADS_1


''Saya tidak ingin mempermainkan sebuah pernikahan.''


''Oh iya, lalu kamu ingin ibu mu meninggal gara-gara kamu menjujung tinggi sebuah pernikahan.'' Sinis Bastian, tanpa sedikit pun melihat ke arah lawan bicara nya.


''Tinggal lima belas menit lagi, ibu mu akan berpindah alam.''


''Kau.'' Geram Maya.


Dan langsung meraih angklop tersebut dengan kasar, Meskipun dengan sekilas, Maya masih sempat kan untuk membaca isi dari kertas tersebut.


''Setelah kamu mendatangani surat itu, saat itu juga biaya rumah sakit atas nama ibu mu akan segera lunas.''


Maya menghembuskan nafas berat nya beberapa waktu. Dia tidak tau apa yang akan terjadi selanjut nya.?


''Semoga ini yang terbaik, demi ibu.'' Batin Maya, dengan bolpoin bergerak di atas keras tersebut.


''Jadi lah istri yang menurut, setelah menikah nanti.''


Ekhem, ekhem. ''Masuk.'' Sentak Bastian, ketika melihat Maya sedang ngelamun.

__ADS_1


Membuat Maya tersadar dan tersentak kaget, Tanpa pikir dua kali lagi. Maya mencoba bergerak masuk ke dalam mobil tersebut, yang di mana pintu mobil tersebut sudah di buka.


__ADS_2