Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 39


__ADS_3

Menikah menjadi fase yang diidamkan banyak pasangan kekasih. Meski begitu, memerlukan pertimbangan matang sebelum memutuskan membawa hubungan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni pernikahan.


Hal itu dikarenakan pernikahan merupakan suatu ikatan yang terbilang sakral, hanya dianjurkan dilakukan satu kali seumur hidup.


Dalam suatu hubungan pernikahan, kedua insan telah terikat oleh janji suci yang harus dijaga selamanya.


Lantaran telah menjadi satu, pasangan yang telah menikah harus selalu saling mendukung dalam segala situasi.


Segala hal perlu dibicarakan bersama, terutama ketika menghadapi suatu persoalan. Pasalnya, persoalan yang muncul dalam kehidupan berumah tangga merupakan hal wajar. Tinggal bagaimana mengatasinya.


"Ketika seseorang tidak memenuhi kriteria kita, bahkan jauh sekali, maka bukan berarti kita tidak bisa menyukainya. Tanyakanlah ke orang tua kita, nenek-kakek kita, pernikahan mereka langgeng, justru karena tetap menyukai seseorang dengan segala kekurangannya. " Pesan Deon.


"Kamu mendukungku menjadi pelakor. ?" Tanya Maya ketus, sambil rebahan di atas kasus milik Deon.


"Hai,,,Siapa yang menjadikan mu seorang pelakor. ? Laki-laki itu sendirikan yang membawa orang ke tiga di hubungan mereka. Bahkan, kamu lah yang di bawa ke rumah orang tua nya, bukan dia. Gak ada salah nya kan kamu menjaga milik mu yang sah.'' Beo Deon, saat mendengar cerita dari adik nya, jika laki-laki yang akan menjadi calon suami kontrak nya itu sudah memiliki seorang kekasih.

__ADS_1


''Tetapi aku gak niat tuh, memiliki dia seutuhnya nya. Kita berdua menikah saling membutuhkan, bukan karena cinta. Ah sudah lah, aku kesini tadi hanya memberi tahu mu soal itu.''


''Apa aku tidak di undang. ?'' Tanya Deon, dengan melirik sekilas ke arah Maya. Kemudian fokus kembali dengan laptop di pangkuan nya.


''Gak, untuk apa. ? Lagian pernikahan ini tidak sungguhan.'' Jawab Maya enteng.


''Aaaauwww sakit kak, '' Pekik Maya jatuh di atas lantai. Dengan tiba-tiba mendapatkan dorongan dari kaki yang tak bertanggung jawab.


''Pernikahan mu suci dan juga sakral, di atas agama mau pun negara Maya Agustina.'' Geram Deon kesal. ''Jangan pernah mempermainkan sebuah pernikahan, meskipun tidak cinta sebisa mungkin kamu patuh dengan suami mu Dan menjaga pernikahan mu dari orang ke tiga.'' Pesan Deon Lagi.l


''Hal itu masih bisa di atur, aku sudah meminta tolong ke pada tuan Leon, asisten dari tuan Bastian alias calon suami kontrakan aku. Ssssttt ah nyeri banget punggung ku.'' Keluh Maya.


''Ck, ini semua gara-gara kamu tau, main kaki segala.'' Gerutu Maya mencoba berdiri tegak. Sedangkan sang pelaku nya pura-pura tak mendengar apa yang Maya ucapkan.


Mengingat kembali percakapan dua hari yang lalu bersama Deon, membuat Maya terkekeh geli sendiri di depan cermin rias pengantin.

__ADS_1


Tiga jam sudah berlalu, dari ahad nikah dari pukul sepuluh pagi. Sekarang ini Maya sudah resmi menjadi istri dari seorang Bastian Aditya Chandra.


Pernikahan memang cukup mewah, bahkan banyak wartawan dari berbagai media yang ikut hadir di dalam pesta tersebut.


Jika membahas soal pernikahan, lagi dan lagi, Maya membohongi ibu nya untuk ke sekian kali nya.


Tok


Tok


Tok


''Masuk, pintu nya tidak terkunci.'' Jawab Maya sedikit keras, pasal nya kamar yang dia tempati saat ini kedap suara. Jika tidak sedikit keras, orang yang berada di depan pintu kamar nya tidak akan mendengar nya.


Sedangkan untuk sang suami nya itu, entah, sudah pergi kemana dia tak tau.

__ADS_1


Pintu terbuka, dan muncul lah wanita cantik berbalut gaun putih berjalan ke arah diri nya berada. Maya menyipitkan sebelah mata nya, sambil berpikir keras sosok wanita cantik di depan nya itu.


__ADS_2