
Pagi hari di tempat yang berbeda.
Apartemen Bastian.
''Lama banget sih bikin sarapan pagi nya, bisa gak cepat sedikit, jangan buang-buang waktu ku yang sangat berharga itu hanya menunggu kamu memasak.!'' Hardik Bastian, duduk manis di mini bar dapur sambil memperhatikan Maya mengolah adonan omelet.
Jangan sampai, wanita yang dia bawa ke dalam apartemen nya itu bikin kacau di dalam dapur nya.
Bastian juga belum percaya, jika masakan yang di buat wanita itu tidak mengandung racun atau sebangsa lain nya. Maka dari itu, Bastian harus berjaga-jaga sebelum sesuatu yang buruk terjadi, alias waspada.
''Ini, aku bikin sarapan pagi cukup sehat untuk di makan.'' Ucap Maya, menyodorkan sepiring roti gandum dan telur omelet Isi sayur di depan Bastian sekaligus segelas susu hangat.
Melihat apa yang di sodorkan oleh Maya di atas mini bar, sejenak bola mata Bastian memperhatikan bentuk dan menghirup aroma masakan tersebut. Dengan tak sengaja, Bastian melihat sekilas sesuatu yang berada di pergelangan tangan dan lebih tepat nya berada di atas denyut nadi.
__ADS_1
Sesuatu yang tidak asing, sebuah tato yang bergambar kupu-kupu kecil, dengan dua huruf di dalam nya.
Bastian menggeleng pelan, mencoba menepis sesuatu yang tidak mungkin sama dan hanya sebuah kebetulan sama. ''Selera kamu tidak terlalu buruk, tetapi aku tak yakin dengan rasa nya'' Pujian atau ejekan yang di layangkan oleh Bastian, Maya tak tau. Dan, dia gak mau tau dengan hal itu, pikir Maya bodo amat.
''Bukan nya tadi kamu meminta ku bikin sarapan pagi yang sehat. Dan ini sudah aku bikin, ada telur sebagai protein, sementara untuk mendapatkan kandungan serat, aku sudah menambahkan sayuran pada adonan omelet serta telur rebus dan pisang. Dan di tambah segelas susu hangat di samping piring mu.'' Jelas Maya, namun, ada keraguan dengan rasa masakan nya itu.
Semenjak tinggal di negara Indonesia, Maya jarang sekali bikin sarapan pagi sendiri. Lebih keseringan dia membeli makanan di luar atau lebih praktis makanan berbentuk kemasan yang berada di toko-toko terdekat.
Beberapa waktu kemudian,
Sepiring roti gandum dan telur omelet Isi sayur, kini sudah tak tersisa di atas piring. Hal itu yang Maya tunggu-tunggu, akhir nya kini telah tiba waktu nya, untuk menyampaikan sesuatu yang dia ingin kan sejak tadi.
''Apa setelah ini, aku di perbolehkan untuk pulang. ?'' Tanya Maya dengan penuh hati-hati, jangan sampai membuat tuan Bastian marah dan mencabut fasilitas ibu nya yang berada di rumah sakit terbaik Di Singapura.
__ADS_1
Cukup semalam saja, Maya mendapatkan bentakan dari seorang tuan Bastian yang cukup mengerikan. Bahkan, ponsel milik nya sudah menjadi korban akibat kemarahan seorang tuan Bastian itu.
''Ternyata kamu cukup liar juga ya, tidak cuma bekerja di club malam saja, tapi kamu berkeliaran di tempat tato juga. Apa cuma ada di pergelangan tanganmu saja atau ada yang lain,? Misal nya di bagian belahan dada mu atau bagian bawah perut mu.'' Sinis Bastian, dia lebih suka membahas sebuah tato dari pada membahas kepulangan Maya dari Apartemen milik nya.
''Apa yang kamu maksud tuan Bastian.?'' Tanya Maya dengan suara tertahan, dia mencoba menahan nada suara nya, ketika sudah tersulut dengan amarah, Maya lebih mudah meledak kapan saja.
...****************...
Sepi amat karya iniπ€§
Ayo dong, semangati author nya.π
Apa aja author nya mau kok, ? yang terpenting tinggalkan jejakπππ
__ADS_1