Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Nan 46


__ADS_3

Maya membuka kedua mata nya, ketika cahaya pagi menembus kaca jendela kamar nya.


Dengan malas Maya mengubah posisi tidur nya demi menghindari cahaya pagi yang indah itu. Yang tak seindah kehidupan nya saat ini.


Semerbak aroma mawar merah dan putih menarik di indra penciuman Maya. Entah, masuk nya dari mana Maya tidak tau itu. ?


Mencoba bangun dari atas ranjang empuk nya, kemudian dia membuka jendela kamar nya.


Bunga mawar yang indah bermekaran tak jauh dari kamar yang dia tempati.


Menghirup udara dingin nan segar, sambil Melihat kabut tebal yang masih menyelimuti bumi. Setetes embun membasahi daun, kicauan indah nan merdu terdengar di indra telinga nya. Hingga angin dingin menembus kulit halus nya, membuat Vio mengusap lengan nya sesaat.


Ku lihat awan seputih melati, dan langit sebiru lautan samudra. Kini aku harus siap, menghadapi hari yang baru dan indahnya bumi hari ini dan seterusnya, pikir Maya.


Tok


Tok


Tok, entah, itu suara ketukan atau gedoran yang menurut Maya suara itu memang cukup keras.

__ADS_1


Menginap di sebuah hotel, di salah satu puncak gunung terdekat. Membuat Maya males keluar dari kamar penginapan sejak pertama masuk sampai hingga pagi hari tiba.


Soal suami nya, Maya tidak tau menahu. Sebab, suami nya sudah berpesan, bahwa selama menginap di hotel puncak, waktu nya di habiskan bersama dengan istri siri nya itu.


Dan, Maya sama sekali tidak keberatan, selama biaya pengobatan ibu nya aman terkendali. Kemudian ibu nya bisa cepat segera pulih dan pulang ke negara Indonesia sudah membuat Maya senang.


''Iya sebentar. '' Sahut nya, tergesa-gesa menuju pintu.


Klik


''Tuan Bastian,'' Gumam nya, mematung di tengah pintu. Melihat penampilan suami nya yang berantakan.


''Sudah ku turuti apa yang kamu mau,? Namun, kamu tiba-tiba membatalkan rencana kita, sayang.'' Lirih Bastian, namun masih bisa di dengar oleh Maya.


Maya hanya bisa menghela nafas berat nya, Melihat penampilan suami nya itu. Maya sangat yakin, jika semalam suami nya itu sedang mabuk-mabukan.


Melepaskan satu persatu sepatu suami nya, dan meletakkan di pojokan kamar penginapan nya.


''Tuan_____

__ADS_1


''Sekali lagi aku mendengar kata Tuan dari bibir kamu, jangan pernah salahkan aku jika bibir mu itu akan habis aku makan.'' Ujar ya antara sadar atau tidak sadar.


''Ba-astian kamu sudah salah kamar, kamar kamu ada di sebelah kamar ini.'' Ucap Maya gugup.


Aaakhhhh, pekik Maya terkejut. Tiba-tiba tubuh nya di tarik dan jatuh di atas ranjang nya sendiri.


Grep


Tubuh kekar Bastian menghimpit tubuh kecil Maya, dengan kedua tangan Bastian yang berada di sisi kanan dan kiri.


Bau alkohol langsung menyengat di indra penciuman Maya. Jarak di antara mereka berdua cukup intim, bahkan Maya salah bergerak saja hidung mereka berdua bisa saling menyentuh.


''Seberapa dekat nya kamu dengan pemilik jantung ini, sehingga kamu mampu membuat jantung ini ingin lepas dari tempatnya.'' Bisik nya tepat di daun telinga Maya.


Meskipun tepat di telinga nya, namun Maya justru tidak begitu jelas mendengar nya. Sensasi yang dulu pernah dia rasakan justru mengingatkan dia ke masa lalu nya.


''Jangan biarkan tempat favorit ku ini di sentuh oleh laki-laki lain selain aku sayang. Setiap kali aku memejamkan mata, aku bermimpi tentang kita bahagia dan bergembira bersama di rumah impian kita. Tetap bersamaku selamanya, Cinta ku, hidup ku."


''Peluk aku, cium aku, cintai aku, dan jadikan aku milikmu selamanya. Kamu tidak boleh meninggalkanku karena aku tidak dapat membayangkan dunia apa pun tanpamu."

__ADS_1


__ADS_2