Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 34


__ADS_3

Sesampai nya di teras belakang, dari kejauhan Maya sudah bisa melihat wanita paru baya duduk sendirian dengan memegang satu kotak di tepian kolam ikan.


Sesekali bergerak menaburkan sesuatu ke dalam kolam ikan tersebut. Dari perkiraan Maya, kotak tersebut berisi pakan ikan peliharaan.


Kemudian Maya mengedarkan pandangan nya di sekitar kolam tersebut. Desain kolam ikan nya tidak terlalu besar cukup minimalis, yang memiliki ukuran yang kecil yakni hanya sebatas dibawah pinggang sehingga akan sangat cocok dinikmati ketika sedang bersantai dan duduk di tepian kolam ikan tersebut.


''Ma.'' Panggil Bastian saat sudah berada di dekat sang Mama nya.


Dari segi nada suara nya, Mama Lidya sudah hafal betul. Siapa pemilik suara tersebut kalau bukan Bastian,? Sang putra nya yang jarang sekali pulang ke rumah.


Tunggu dulu, tumben jam segini sudah pulang. ? Pikir Mama Lidya merasa heran. Tidak biasa nya siang-siang bolong begini pulang kerumah.


Bergerak lamban, Mama Lidya menoleh ke arah samping, yang di mana sang putra nya itu berada. ''Ada apa, ? Tumben jam segini sudah ______?'' Mama Lidya menghentikan kalimat pertanyaan nya itu, saat menyadari sosok perempuan yang berdiri di samping putra nya.


Mencoba berdiri dari tempat duduk nya di tepian kolam ikan, Mama Lidya bergerak mendekat ke arah putra nya.


Bastian segera meraih dan mengecup punggung tangan sang Mama nya. Kemudian di ikuti oleh Maya setelah Bastian sudah selesai. ''Siapa yang kamu bawa ke rumah, Bastian. ?'' Melirik ke arah mereka berdua bergantian.

__ADS_1


''Nanti Bastian jelaskan Ma, gak enak jika Bastian menjelaskan nya di sini.'' Merangkul sang Mama sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


Tidak lupa Bastian mengajak Maya untuk ikut masuk ke dalam rumah.


''Hari ini, Mama tidak pergi ke kantor. ?''


Mama Lidya menggeleng pelan, ''Pergi, tadi pagi.''


''Bibi, buatkan minuman tiga.'' Titah Mama Lidya ketika melewati dapur.


''Baik Nyonya.'' Balas nya dengan mengangguk sopan.


''Ini Nyonya, Tuan, Nona, minuman sekaligus cemilan nya.'' Meletakan tiga gelas di depan majikannya satu-persatu. Tidak lupa satu piring besar berisi kue kering di taruh di atas meja dengan lutut menyentuh lantai.


''Terima kasih Bi.'' Ucap Maya di iringi seulas senyuman di sudut bibir nya.


''Sama-sama Nona.'' Balas sang Bibi cepat. '' Kalau begitu, saya permisi dulu Nyonya, Tuan, Nona.'' Pamit sang Bibi sopan terhadap ke tiga majikan nya secara bergantian.

__ADS_1


''Di minum dulu.!'' Ajak sang Mama, setelah kepergian sang pelayanan ke belakang.


Sekilas Maya menoleh ke arah Bastian, sebelum mengiyakan ajakan tersebut. ''Baik Nyonya.'' Mencoba meraih gelas, bersamaan dengan Bastian ikut meminum nya juga.


''Siapa nama kamu,? Lulusan apa dan di Universitas mana. ?'' Todong sang Mama Lidya mengintimidasi, memilih calon mantu itu wajib, dengan latar belakang yang bagus dan juga dari keluarga yang baik-baik.


Menurut Mama Lidya, hal itu akan di lakukan setiap orang tua. Jika anak laki-laki nya membawa seorang perempuan pulang ke rumah untuk di perkenalkan dengan keluarga.


Secara tidak langsung, hubungan mereka berdua di tahap babak yang cukup serius ke jenjang pernikahan.


''Nama saya Maya Agustina Nyonya, lulusan Sarjana Administrasi Bisnis (S.A.B). Tetapi Nyonya jangan percaya dengan sebuah gelar, soal nya______'' Di akhir kalimat Maya sedikit ragu dan juga kurang percaya diri. Dengan pengalaman yang Maya dapatkan dari sebuah gelar tersebut.


''Soal nya kenapa. ?'' Menarik ujung alis nya ke atas, tanda dia tak mengerti apa yang di maksud oleh Maya, ya Maya Agustina, bukan kah itu nama nya tadi.


Jawaban Maya membuat Bastian ketar-ketir, dia takut jika Maya salah bicara membuat sang Mama tidak suka terhadap Maya. Mengurangi nilai kriteria sebagai calon menantu menurut sang Mama nanti nya.


''Ekhem, maksud Maya________''

__ADS_1


''Mama bertanya ke pada calon menantu Mama, bukan kamu Bastian Chandra Aditya.'' Tegur Mama Lidya tak suka.


__ADS_2