Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 28


__ADS_3

''Hallo Ma.'' Jawab Deon, saat panggilan telepon masuk dari seberang dia angkat.


''Caca sakit.'' Dua kata yang barusan Deon dengar, seketika detak jantung Deon ingin berhenti sekarang juga.


''Rumah Sakit mana Ma.? Deon akan segera ke sana.'' Panik Deon seraya berjalan ke arah menuju lift.


''Rumah Sakit Bunda.''


''Baiklah, Deon langsung kesana.'' Setelah mengucapkan kalimat itu, panggilan tersebut langsung terputus. Bergerak terburu-buru, Deon bergegas menuju mobil nya terparkir, seusai keluar dari dalam lift tersebut.


Tidak memakan waktu yang begitu lama, setelah mobil Deon keluar dari pekarangan hotel dengan kecepatan di atas rata-rata. Kini, mobil yang di kendarai oleh Deon sudah tiba di area rumah sakit Bunda.


Di sisi tempat yang berbeda, tepat nya di ruang kerja milik Bastian di restaurant C, c.


Meskipun waktu sudah menunjukan pukul setengah lima sore, Bastian masih sibuk dengan beberapa berkas laporan.


''Tidak sia-sia melakukan promo bundling produk dan juga menggunakan platform media sosial untuk promosi Restaurant C, c.'' Menutup laporan tersebut lalu beranjak dari duduk nya, kemudian berjalan keluar dari ruang kerja nya.


Di tengah perjalanan pulang, Bastian membelokan mobil nya ke salah satu toko yang cukup besar. Lebih khusus nya toko tersebut menyediakan handphone dengan berbagai merek. Dari harga yang paling mahal hingga sampai harga yang paling murah di toko tersebut.


Pasti nya, seorang Bastian Aditya Chandra akan membeli ponsel berlogo apel gigit, ponsel bermerek yang terkenal bagus dari segi apa pun. Bastian tidak memperdulikan dengan sebuah harga ponsel tersebut.

__ADS_1


Seusai melakukan pembayaran, Bastian segera melajukan kembali mobil nya, dan segera menuju apartemen milik nya. Dia sudah tak sabar ingin bertemu dengan Maya.


''Maya.'' Gumam Bastian, kemudian menggeleng-geleng kepala cepat.


Selama perjalanan, Bastian menyempatkan menghubungi asisten nya itu yang masih berada di Singapura. Menanyakan beberapa hal tentang perkembangan baik dari ibu si wanita malam itu. Sekaligus perkembangan dengan si pendonor jantung tersebut.


''Bagus, kapan operasi jantung itu bisa di lakukan. ?'' Tanya Bastian, saat mobil nya berhenti di perempatan lampu merah yang menyala.


''Mungkin, satu atau dua hari lagi operasi itu bisa di lakukan.''


Bastian mengangguk pelan, ''Usahakan empat hari lagi urusan di sana sudah selesai. '' Titah Bastian.


''Baik Tuan.'' Dua kata sebagai penutup panggilan tersebut.


Di Apartemen.


Teriyaki salmon, nama masakan yang di olah oleh Maya untuk makan malam ini. Meskipun tidak lengkap dengan bahan-bahan seharusnya, Maya mengusahakan masakan ikan salmon yang dia olah enak di lidah.


Mengingat perintah oleh dari si pemilik Apartemen, seharian ini Maya disibukan oleh pekerjaan rumah. Mulai dari nyapu, ngepel, memasak, cuci piring, cuci baju dan sebagai nya.


''Selesai, makan malam sudah siap tinggal menunggu si tuan rumah menyantap nya.'' Seru Maya, mengusap keringat di dahi dengan bola mata memperhatikan masakan nya yang tersaji di atas meja.

__ADS_1


Indra penciuman Maya menghirup aroma tak sedap dari suhu tubuh nya. Merenggangkan ketiak nya kemudian menghirup aroma tak sedap beberapa waktu.


Oueek, mulut nya bergerak ingin muntah menghirup aroma tubuh nya sendiri.


''Gila.'' Umat Maya.


Ingatan Maya kembali mengingat terakhir kali diri nya mandi.


''Lebih dari satu kali dua puluh empat jam, diri nya belum mandi, pantesan bau nya menyengat.'' Batin Maya menggerutu.


''Aroma tubuh mu saja bau, bagaimana masakan yang kamu masak tadi,? Pasti nya tidak Higienis.'' Seru Bastian seakan enggan menyentuh masakan yang sudah rapi di atas meja.


Mendengar hal itu, Maya hanya bisa menghela nafas panjang. Entah, sejak kapan tuan rumah nya itu sudah pulang ke rumah. ? Kenapa Maya tak mendengar pintu di buka. ?


''Pasti nya kamu sudah tau kan, apa arti nya Higienis. ?'' Mengambil piring yang berisi teriyaki salmon. ''Buang semua makanan ini.!'' Perintah Bastian tegas.


''Higienis dan Sanitasi di Apartemen milik ku sangat di jaga. Jadi, jika kamu ingin melakukan sesuatu harus menjaga dua hal itu, biar masakan kamu dan lingkungan sekitar tetap bersih dan sehat. ''


Higienis adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subjeknya seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun untuk melindungi kebersihan tangan. Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara-- memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subjeknya.


''Dari pada tuan Bastian membuang masakan yang saya buat, lebih baik masakn ini buat saya saja.'' Ucap Maya, dia tak ingin membuang masakan yang capek-capek dia olah di buang begitu saja. Dari pada mubazir di buang tong sampah, lebih baik dia yang memakan nya.

__ADS_1


''Terserah kamu saja, masakan yang kamu olah sebelas dua belas dengan diri mu.'' Sinis Bastian.


Mulut Bastian memang sedikit pedas, pikir Maya, yang berusaha mencoba mengabaikan apa yang dia dengar barusan.?


__ADS_2