Pra Nikah Dan Perselingkuhan

Pra Nikah Dan Perselingkuhan
Bab 42


__ADS_3

''Saat malam mulai gelap, biarkan kekhawatiranmu memudar. Hanya tidur lelap yang bisa membantumu memulai hari besok dengan penuh energi.''


Maya Agustina


Waktu 04.00 pagi


Satu jam yang lalu, Maya baru terlelap di alam mimpi. Selimut tebal yang menghangatkan tubuh ramping nya sepanjang malam pengantin nya.


Entah, apa yang Maya rasakan tidak ada yang tau. ? Semalaman dia tidak bisa tidur meskipun sudah mencoba nya berulang kali. Di benak Maya selalu terus teringat dengan Ibu nya yang berada di jauh sana.


Jalan terbaik untuk keluar adalah dengan melalui nya.


...****************...


Pagi hari nya.


Deringan ponsel terus-menerus berbunyi nyaring di samping tempat tidur. Mau tidak mau Bastian harus segera meraih nya meskipun dengan kedua mata nya masih terpejam begitu sempurna.


''Iya_____'' Sahut Bastian dengan suara serak khas bangun tidur.


''Ada sesuatu yang terjadi Bas, dan, aku ingin kita berdua segera bertemu.Tidak bisa di bahas melalui telephone seperti ini. Sebab, hal ini sangat penting dari yang lain nya.''

__ADS_1


''Tapi aku_______''


''Aku tunggu di bawah, tut. '' Panggilan pun sudah terputus. Membuat Bastian menggeram tertahan.


''Siapa sayang.?'' Tanya Clara yang baru selesai mandi. Dengan handuk kimono melekat di tubuh ideal nya, Clara berjalan mendekat ke arah suami nya yang terlihat syok saat melihat nya.


Sebelah tangan Clara terulur mengusap lembut pipi suami nya di sisi kanan.


''Jangan menampilkan wajah jelek mu itu di pagi yang cerah ini, sayang,! Sungguh, tidak enak di pandang.'' Merajuk dengan raut wajah sedih nya.


''A-aku hanya sedikit terkejut, kenapa kamu nekat melakukan ini. ? Sudah aku katakan, jangan berbuat seenak kamu untuk dua hari ini.! '' Menyibak selimut nya, kemudian berlalu pergi menuju kamar mandi.


''Iih, kok gitu. Badahal aku hanya ingin memiliki mu di saat malam pengantin kita loh, gak lebih.'' Jelas Clara dengan nada manja.


Tok


Tok


''Gak. ''


Tak selang lama, Bastian keluar dari kamar mandi dengan rambut basah nya. Menetes, setiap butiran membasahi dada bidang milik Bastian yang lebar berotot. Membuat Clara menelan saliva nya sendiri berulang kali. Meskipun sudah merasakan hangat dan nyaman nya jika bersandar di dada tersebut. Clara juga tidak pernah bosan, dan selalu tergoda dengan tubuh atletis kekasih nya naik menjadi suami sirih nya itu.

__ADS_1


''Jangan menatap nya seperti itu, meskipun kamu ingin, aku tetap tidak bisa.'' Sambil mengenakan setelan santai nya.


''Kenapa, biasa nya kamu yang tidak bisa menahan nya. ?'' Heran Clara yang mencoba membuka tali komono nya.


''Asisten ku sudah menunggu ku di bawah.''


''Sepagi ini. ?''


Bastian mengangguk cepat. ''Ya, katanya Ada hal yang sangat penting untuk di bahas.''


''Bukan nya kamu cuti tiga hari. ? Lalu, kenapa si asisten kamu sudah menghubungi mu. ? Apa asisten mu tidak bisa menghandle semua pekerjaan mu dengan baik.'' Ucap Clara seakan meremehkan kemampuan asisten suami sirih nya itu.


''Aku sudah selesai, cup, aku pergi dulu. Ingat, jangan nekat menemui aku hari ini. Jika tidak ingin pernikahan kita berakhir sebelum di mulai.'' Ancam Bastian tegas, sebelum keluar dari kamar dan segera menemui Leon, sang asisten nya yang sudah menunggu nya di bawah.


''Gàk janji.'' Sahut nya.


''Terserah, jika ingin hubungan kita berakhir.''


''Oh, jadi kamu ingin menjadikan aku simpanan kamu terus-menerus gitu. '' Omel Clara yang seakan ingin marah.


''Bukan begitu maksud aku sayang, jika sudah waktu nya, kamu akan menjadi satu-satu nya istri sah aku.'' Jelas Bastian, mengusap lembut pipi istri nya dan beralih sebuah cubitan gemas setelah nya.

__ADS_1


''Aauww akit sayang.'' Pekik Clara dengan bibir di majukan ke depan.


Cup, dengan singkat Bastian mengecup bibir manis milik istri kedua nya itu. Jangan sampai menyesap, jika tidak ingin berakhir di atas ranjang dan melupakan asisten pribadi nya yang sudah menunggu nya di bawah.


__ADS_2