Pria Banci Itu Suami Ku

Pria Banci Itu Suami Ku
Cafe Mulan.


__ADS_3

Farhan lekat memandang ku dari kejauhan. Aku pura pura tidak melihatnya.


Aku dan teman teman asik ngobrol melepas rindu. Sembari makan.


Tiba tiba Farhan mendatangi meja kami.


"Hay Mulan", sapa Farhan.


Aku tidak menjawab.


"Gila, ganteng banget" bisik Ratih.


Aku pura pura tidak mendengar.


Ratih menyenggol kaki ku. Dan memberi kode untuk merespon orang yang ada di samping ku.


Aku tidak tertarik sama sekali.


Ratih mulai gelisah.


"Mas, kenal Mulan yah?" tanya Ratih.


"Iya, tapi dia sangat cuek sekarang semenjak menikah, apa memang seperti itu?" tanya Farhan.


"Hah, cuek? gak kok, bukti nya sama kami teman teman nya dia masih sangat baik" kata Ratih.


Aku hanya diam mendengarkan mereka.


"Itu kan ke kalian, ke aku gak", jawab Farhan lesu.


Ratih menyenggol lengan Mulan.


"Apa sih", ujar ku.


Tiba tiba seorang pelayan datang.


"Pak, ada yang ingin bertemu" kata pelayan itu.


"Iya suruh saja tunggu di ruangan ku" jawab Farhan.


"Maaf yah, saya tinggal dulu" kata Farhan.


Ratih lalu memanggil pelayan tadi.


"Mba, itu tadi bos yang punya cafe ini yah?" tanya Ratih.


"Oh, iya mba, ada apa yah?" tanya pelayan itu.


"Gpp mba, nanya ajja hehe" jawab Ratih.


"Bukan cafe ini ajja mba, dia juga pemilik hotel M.L.an bintang lima itu loh" seru pelayan itu lagi.


Mulan terkejut setengah mati, hotel M.L an adalah tempat ku dan Dika bulan madu waktu pertama menikah dulu. Aku hampir tersedak air yang aku minum. Teman teman pun panik melihat ku tersedak.


"Kau baik baik saja lan?" tanya Lastri.


"Iya" jawab ku singkat.


"Terus, ada info apa lagi mba, seru nih"kata Lastri ke pelayan itu.


"Dengar dengar sih, nama cafe ini di ambil dari nama cinta pertama nya si bos, mungkin mantan terindah nya beliau" kata pelayan itu.


Aku sungguh tidak percaya dengan apa yang aku dengar. Farhan si anak cengeng itu berubah sekarang.


Aku tidak peduli.

__ADS_1


Cerita mereka semakin menarik membahas Farhan.


Sudah jam 10. Aku telepon Dika untuk menjemput ku di cafe Mulan.


Tidak lama kemudian Farhan keluar dari ruangan nya dan kembali ke tempat duduk kami. Pelayan tadi jadi panik melihat bos nya datang,dan segara kabur kembali bekerja.


Secara bersamaan mereka menuju ke arah ku. Dika datang menjemput ku.


Ini pertama kali dika bertemu dengan Farhan.


Farhan menatap Dika tajam.


"Teman teman maaf yah aku pulang duluan, sudah di jemput nih" Seru ku. Tanpa melihat ke Farhan sedikit pun.


"Halo selamat datang di cafe baru kami, silahkan" seru Farhan ke Dika.


"Kami sudah mau pulang" balas ku.


"Jadi kamu suami nya Mulan?" tanya Farhan tanpa basa basi.


Teman teman ku mulai bertanya tanya.


Harus nya aku gak ke sini. Batin ku.


Dika terkejut dengan pertanyaan pria yang ada di depan nya itu.


"Iya, ada apa mas?" Dika tanya balik. Suasana mulai tegang.


Farhan mendekat dan menepuk pundak Dika seolah akrab.


"Mulan terlalu baik untuk orang seperti mu, jangan kira aku tidak tau siapa kau, jika tidak bisa bahagiakan dia, kembali kan dia pada ku" bisik Farhan ke telinga Dika.


Dika mengepalkan tangan nya. Emosi meluap luap di kepala nya.


"Siapa kau" ujar Dika marah sambil mencengkeram kerah kemeja nya Farhan.


Syukur tempat mereka berbisik tadi jauh dari meja teman teman mu.


Teman teman mulai kepo, penasaran dengan apa yang terjadi. Mereka tidak menyangka dia akan bertindak seperti itu. Mereka terkejut karena Dika berubah jadi laki laki macho. Banci nya hilang saat ini.


"Siapa dia?" tanya dika pada ku sambil melepas kan kerah kemeja Farhan dari tangan nya


"Dia hanya teman masa kecil ku, bukan siapa siapa. Ayo kita pulang Dika" ajak ku.


Farhan tersenyum sinis ke arah Dika.


"Ku peringatkan kau, jangan pernah ikut campur urusan rumah tangga ku" pekik Dika emosi.


"Urusan rumah tangga kata mu? hahahaha" Farhan menertawai Dika.


Dika hendak memukul Farhan, tapi aku menahan nya.


"Sudah Dika, malu di liatin orang, ayo kita pulang" ujar ku.


Dika menuruti ku untuk pulang.


Sepanjang jalan dia hanya diam.


Sesampai nya di rumah Dika pun diam.


Tidak seperti biasa nya.


"Apa yang di katakan Farhan pada mu? kenapa kamu cuekin aku?".tanya ku bingung.


"Siapa dia sebenarnya?" tanya Dika.

__ADS_1


"Aku sudah jawab kan, dia teman masa kecil ku" jawab ku.


"Bukan mantan mu?" tanya Dika lagi.


"Bukan, aku tidak pernah menjalin hubungan apa pun dengan nya" jawab ku.


"Kau tidak membohongi ku kan?" tanya Dika.


"Tidak", seru ku.


"Kalo sekedar teman masa kecil kenapa dia sebegitu nya peduli pada mu" kata Dika.


"Peduli apa? kami bahkan jarang ketemu" ujar ku bingung.


"Sudah lah abaikan saja dia" kata ku.


Dika masih cuek dan aku tidak mengerti.


Apa dia cemburu?


Ah tidak mungkin, gr er sekali aku.


Setelah berganti pakaian aku pun melakukan ritual sebelum tidur. Bersih2, cuci muka dan kaki.


Ku lihat Dika sudah tidur.


Aku pun menyusul. Dika lalu membelakangi ku.


Kenapa aku seperti cowok yang kepergok selingkuh yah? dan dia cewek yang sedang ngambek karena di selingkuhi.


Ah. Apa yang aku pikirkan. Mungkin cuma perasaan ku saja.


Keesokan hari nya Dika masih diam.


Padahal aku sudah berusaha mencairkan suasana.


Setelah Dika berangkat kerja aku pun melihat grup di WhatsApp.


Ratih: Mulan, jujur deh sama kami. Kamu ada hubungan apa sama pemilik cafe itu.


Lastri: iya nih, penasaran.


Sri: Maaf yah gak bisa ikut ngumpul kemarin, ada gosip apa nih?


Mulan: Tidak ada hubungan apa apa, dia cuma teman masa kecil ku, apa kalian juga tidak percaya pada ku?


Ratih: emm. maaf yah sudah kepo, soal nya aku kasihan sama Dika. Di tempat kerja dia kayak gak semangat gitu.


Mulan: Salah ku apa sih, aku gak melakukan apa pun.


Seketika grup langsung sepi. Tidak ada yang menjawab pertanyaan ku.


Kenapa mereka menyalahkan aku. Emang nya aku buat salah apa.


Malam hari setelah pulang kerja, Dika mampir ke cafe milik Farhan. Dika ingin bicara 4 mata dengan nya.


Farhan melihat Dika datang langsung menyambutnya dengan baik.


Mereka pun duduk di salah satu meja di sudut ruangan.


"Sebaik nya kita bicara di ruangan ku saja, di sini banyak orang" kata Farhan.


"Tidak perlu, di sini saja" kata Dika.


ujar Farhan.

__ADS_1


"Ya sudah, silahkan"


__ADS_2