Pria Banci Itu Suami Ku

Pria Banci Itu Suami Ku
Kembali.


__ADS_3

Aku menampar Farhan keras. Membuat pipi nya merah. Asisten Farhan mencoba menghalangi ku tapi Farhan menahan mereka.


"Seperti nya kau sudah gila, aku tidak mungkin memberikan anak ku. Pergi lah atau ku doakan segala keburukan untuk hidup mu!" bentak ku


Farhan terdiam, ia tertunduk lesu namun dia tersenyum.


"Doa mu sudah di kabulkan" seru Farhan pasrah.


Aku mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti jawaban dari farhan.


"Maksud nya?" tanya ku.


Apa dia sedang mengerjai ku?


"Aku bercerai dengan Reina, istri ku, dia membodohi ku, ternyata felicia bukan anak kandung ku, itu anak Reina bersama mantan kekasih nya dulu. Dan sekarang aku sedang sakit parah, waktu ku tidak lama lagi, aku hanya ingin menghabiskan sisa waktu ini dengan mu tapi karena tidak mungkin jadi aku ingin kan anak mu. Itu saja, jika dia menjadi anak angkat ku, dia lah yang akan menjadi satu satu nya pewaris jika aku mati nanti, aku tidak peduli dia bukan anak kandung ku. Mengetahui dia adalah anak dari wanita yang pernah sangat aku cintai sudah cukup membuat ku bahagia" seru Farhan.


Aku tidak langsung percaya, bisa jadi dia membohongi ku tentang penyakitnya itu.


"Aku gak bisa memberikan Ali pada mu, sungguh tidak masuk akal keinginan mu itu, mati lah dalam kesendirian" pekik ku.


Aku memegang tangan Ali dan membawa nya pergi.

__ADS_1


"Setidak nya terima lah bantuan dari ku Mulan, demi keluarga mu" tawar Farhan.


"Tidak, aku tidak butuh bantuan mu" pekik ku.


"Ali juga gak butuh bantuan dari om jahat, ali gak keberatan kok ma pakai sepatu lama, Ali bersyukur masih bisa makan dan sekolah" tegas Ali.


Aku tersenyum senang mendengar perkataan Ali, anak sulung ku yang semakin dewasa ini.


Farhan terdiam, ia tidak mengejar kami lagi.


Farhan tiba tiba tersenyum.


"Wanita itu tidak berubah, masih keras kepala" ujar Farhan.


Farhan diam tidak menjawab.


......🌺🌺🌺......


Aku dan Ali sudah sampai di rumah. Dika ternyata menunggu ku dengan cemas namun dia bingung harus mengikuti kemana.


Jadi dia di rumah menunggu dengan khawatir.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah ali langsung mandi dan tidur.


Aku menceritakan semua kronologi bagaimana ali bisa hilang.


Dika sangat terkejut. Dia tidak menyangka farhan akan senekat itu, dan juga tidak menyangka farhan bisa menemukan keberadaan mereka.


Tapi ia tidak heran, karena dia tau farhan itu siapa.


Aku menatap anak anak ku yang tertidur dengan pulas. suara jangkrik terdengar seperti alunan musik pengantar tidur.


Aku dan dika masih terjaga. Menatap anak anak kami.


Ada perasaan lega ali sudah ketemu.


"Kita harus bagaimana sekarang? aku sudah bilang sejak dulu, farhan itu berbahaya. Aku tidak mau berurusan dengan nya,tidak menutup kemungkinan dia akan kembali menculik anak anak kita " seru ku.


"Semoga saja dia tidak menggangu keluarga kita lagi* jawab dika.


"Aku dengar dia sakit parah tapi aku kurang yakin dan tidak percaya, aku tidak mengerti kenapa dia jauh jauh kesini padahal sedang sakit parah?" ujar ku sambil bersandar di bahu dika. Bahu ternyaman di dunia. Bahu suami ku tercinta.


Dika memeluk ku.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu jangan banyak pikiran, kita istirahat yuk" ajak dika.


__ADS_2