Pria Banci Itu Suami Ku

Pria Banci Itu Suami Ku
Balik kampung.


__ADS_3

Udah gak semangat lanjutkan cerita ini. Karena keterbatasan waktu.


Mungkin up akan lama atau bahkan berhenti untuk sementara waktu.


Maaf untuk pembaca setia.


Pengen langsung tamat ajja rasa nya. Tapi gak mungkin juga karena masih gantung cerita nya 😣


Lanjut dulu lah.


......🌺🌺🌺......


Aku dan Dika ke dokter kandungan karena usia kandungan ku terlihat aneh. Baru 5 bulan tapi sudah besar sekali seperti 7 bulan.


Setelah di USG ternyata anak ku kembar.


Aku menangis haru.


"Ya Allah betapa besar nikmat mu ini" batin ku.


"Anak kita kembar ya, Alhamdulillah" seru Dika senang.


"Sudah bisa lihat jenis kelamin nya belum dok?" tanya dika tidak sabar.


"Oh, sudah bisa kok" dokter Kemabli USG dan memperlihatkan jenis kelamin anak kembar nya.


"Jenis kelamin nya perempuan" seru dokter.


Dika berseru senang. Lengkap sudah anak nya cowok dan cewek.


......🌺🌺🌺......


Sementara di tempat lain Reina sedang gelisah karena Farhan meragukan anak nya.


"Tes DNA anak ini" seru Farhan pada sekertaris nya.


Sekertaris nya menunduk hormat lalu mengambil sehelai rambut anak gadis berusia 1 tahun lebih itu.


Reina panik. Karena fakta nya anak itu bukan anak Farhan tapi anak mantan kekasih nya.


Reina menggigit kuku nya panik, ia mondar mandir memikirkan cara agar tidak ketahuan.


Reina memutar bola mata nya berpikir. Apa yang harus dia lakukan sekarang.


Felicia menangis. Reina segera menenangkan anak nya.


Hasil test DNA masih lama keluar, reina Masih punya waktu untuk mengubah hasil test DNA nya itu.


Sementara di tempat lain.


"Mulan kita balik kampung yuk, aku rindu mamak" seru dika tiba tiba.


"Apa?!" pekik ku kaget.

__ADS_1


"Cuma liburan sayang, sementara, gak lama" ujar dika.


Sebulan kemudian Dika benar benar pulang kampung bersama Ali tanpa ku.


Aku melepaskan kepergian mereka dengan sedih.


"Kamu yakin tinggalkan aku yang hamil besar seperti ini?" tanya ku.


"Sabar sayang, sebentar saja kok, cuma 2 Minggu. Karena ada jatah cuti dari perusahaan, Lumayan kan di pakai pulang kampung" jawab Dika.


"Jaga diri baik baik yah, semoga Allah melindungi kamu dan Ali, Aamiin" doa ku.


Ku peluk dan ku cium tangan Dika, ku cium Ali.


Mereka melambaikan tangan sebelum masuk ke bandara. Aku di luar bandara melambaikan tangan ke arah mereka yang semakin menjauh.


Setelah itu aku dan Helmi pulang.


Aku menangis sepanjang perjalanan.


"Perasaan tadi kamu baik baik saja, kok sekarang baru nangis" tanya Helmi.


"Aku gak mau mereka khawatir" ujar ku sambil terisak.


Helmi diam saja fokus mengendarai. Memberi ku ruang dan waktu untuk aku menangisi.


"Aku gak pernah jauh dari mereka jadi sedih banget rasa nya", seru ku.


"Semangat dong sist, lagian gak lama kan" seru helmi.


"Aduh gak usah galau galau deh, aku ajak jalan jalan gimana, mau?" tanya Helmi.


Tanpa ku jawab Helmi sudah pergi tancap gas mengajak ku berkeliling.


"Jangan ngebut, kamu lupa aku hamil besar?" protes ku.


"Hehe, maaf, ini saking semangatnya" ujar Helmi.


......🌺🌺🌺......


Di kota xxx.


Sesampai nya di rumah, Dika di sambut gembira oleh ibu nya. Dia senang sekali anak nya datang bersama cucu.


"Astaga sudah besar cucu nenek, ganteng sekali" ujar ibu nya Dika sambil menggendong Ali kecil.


"Mulan gak ikut?" tanya Bu Ratna, ibu nya Dika. Mertuaku.


"Gak Mak, Mulan lagi hamil besar jadi gak bisa ikut" seru Dika.


"Mulan hamil lagi, syukur Alhamdulillah kalo begitu, cucu nenek jadi banyak, tapi kasian lo kamu tinggal kan sendiri, lagi hamil besar begitu" sambut Bu ratna antusias.


"Ada kok yang jaga di sana, mamak tenang ajja, aku kangen mamak" ujar Dika sambil memeluk ibu yang telah melahirkan nya.

__ADS_1


"Iya iya, mamak juga kangen, ayo masuk ,makan dulu" seru ibu Ratna.


Mereka pun masuk ke dapur, sudah di siapkan makanan kesukaan Dika, karena dika sudah mengabari nya sejak awal berangkat.


"Em makanan emak memang paling enak sedunia" ucap Dika terharu.


"Ah gombal, emang masakan Mulan gak enak?" canda Bu Ratna.


"Enak juga dong hehe" tawa Dika


Ali kecil hanya diam, tidak menangis.


Wajah imut nya membuat setiap orang yang melihat ingin sekali mencubit gemas pipi nya.


"Kamu jangan lupa kunjungi mertua mu ya" seru Bu Ratna


"Siap bos, nanti aku ke rumah mereka" jawab Dika.


"Kenapa kalian tidak balik ajja ke sini sih, kasiankan Mulan harus hamil di luar kota, tidak ada keluarga" protes Bu Ratna.


"Ini justru kemauan nya, dia ingin mandiri, tidak ingin merepotkan siapa pun, Mulan memang seperti itu mak, dia terbiasa mandiri. Aman ajja kok Mak, di sana Dika juga kerja, ada teman Dika yang baik banget sama Dika dan Mulan" jelas Dika


Bu Ratna mengangguk.


"Syukur lah kalo begitu" jawab Bu Ratna.


Keesokan hari Dika dan Ali kecil jalan ke supermarket untuk membeli sesuatu untuk mengunjungi mertua nya.


Dika memakai gendongan agar Ali kecil aman. Meski sudah bisa berjalan Dika gak mau melepas Ali kecil dari gendongan nya.


Karena tidak hati hati Dika menabrak seorang wanita di depan nya.


"Hati hati dong, punya mata tuh di pake!!!", pekik wanita itu.


Wanita itu menggendong anak gadis nya, Usia anak nya di bawah Ali.


"Maaf Bu" ujar Dika.


"Ibu ibu ,jangan panggil ibu, panggil mba ajja! kan masih muda" pekik Reina.


"Tapi kan sudah punya anak?" seru Dika menunjuk anak kecil yang ada di gendongan nya Reina.


"Em iya sih tapi aku masih muda pokok nya!" protes Reina gak mau kalah.


Dasar emak emak rempong, batin Dika.


"Ya udah, maaf yah mba" seru Dika.


Tidak lama kemudian Farhan turun dari mobil dan menghampiri Reina yang lama sekali memberi sesuatu.


"Lama banget sih! cuma beli gitu doang!!!" bentak farhan ke Reina.


Dika terkejut melihat Farhan, pun sebaliknya.

__ADS_1


Farhan lebih terkejut lagi.


"Apa kalian saling kenal?" tanya Reina.


__ADS_2