Pria Banci Itu Suami Ku

Pria Banci Itu Suami Ku
Lunas


__ADS_3

Aku mengejar dika yang di culik farhan.


Aku menemui farhan dan meminta nya untuk memaafkan dika. Dengan berat hati farhan melepaskan dika, aku pun bernafas lega.


......🌺🌺🌺......


Setelah urusan dengan farhan selesai aku dan dika pulang menuju rumah.


"Hati2" ujar Farhan.


Aku tidak menjawab dan segera membawa dika pulang ke rumah kontrakan kami.


"Mau aku antar?" teriak Farhan.


"Tidak!" jawab ku lantang.


Tapi farhan tetap memaksa untuk mengantar kami pulang. Dika sedang lemah karena mendapat sedikit penyiksaan balas dendam dari farhan karena dika sempat menghajarnya.


"Maaf yah dika, aku sedikit keterlaluan" ujar farhan pada dika.


Dika tidak menjawab.


Melihat kondisi dika sekarang mau tidak mau aku terima tawaran farhan untuk mengantarkan kami pulang.


Di dalam mobil Tiba tiba handphone ku berdering.


Aku segera mengangkat telepon dari ibu.


"Halo Assalamualaikum, ada apa bu?" tanya ku.


"Mulan, tolong ibu. Rentenir itu datang lagi" jawab ibu panik.


"Apa? mulan segera kesana, ibu yang sabar dulu ya" jawab ku.


Aku segera mengambil tindakan.


"Farhan. Antar kan aku ke rumah orang tua ku sekarang" ujar ku.

__ADS_1


"Oke bos" jawab farhan singkat.


"Tapi dika gimana yah. Kamu sih jahat banget pakai balas dendam segala!" ujar ku.


"Suami mu yang duluan pukul aku yah, jadi wajar aku balas" jawab farhan.


"Tetap saja, kamu yang mulai" seru ku.


"Udah deh, yang terpenting sekarang pulang ke rumah orang tua mu kan. Dika aman deh, aku janji bawa dia ke rumah sakit untuk di rawat. Nanti aku telepon anak buah ku untuk mengurus nya" solusi dari farhan.


"Apa kau bisa di percaya!?" pekik ku.


"Jadi mau mu apa. Terserah deh" jawab mya pasrah.


"Ya sudah. Kita ke rumah orang tua ku sekarang, setelah itu bawa dika ke rumah sakit" jawab ku.


"Hmm baik lah" jawab nya.


Setelah sampai tujuan.


Aku lalu masuk ke dalam rumah, sudah ada rentenir gila itu di dalam. Seperti biasa dia menghardik orang tua ku.


Melihat ku datang Alex langsung tersenyum. Ia mencoba melecehkan ku di depan orang tua ku.


"Haha apa kalian mau anak mu ini kami jual!!!" pekik Alex.


Ibu dan bapak memohon agar Alex melepaskan aku.


Ternyata Farhan tidak langsung pergi. Ia masuk ke dalam rumah dan menghajar Alex.


"Jangan pernah menyentuh nya" ujar Farhan marah.


Alex pun marah dan menyuruh anggota nya untuk menyerang Farhan.


"Kau mau uang kan, aku akan bayar semua nya" ujar Farhan.


Alex mengorek kuping nya dengan jari.

__ADS_1


"Apa kau bilang? mau bayar? hahahaha, silahkan jika mampu" tawa Alex sambil melempar catatan hutang itu ke muka Farhan.


Farhan segera menelepon anggota nya untuk datang dan menyelesaikan transaksi dengan rentenir itu.


"Aku tidak percaya ternyata suami mu orang kaya hahaha beruntung sekali kalian" tawa Alex karena hutang kami lunas dengan bunga bunga nya.


"Dia bukan suami ku!" pekik ku.


"Oh, aku tidak peduli siapa dia, selamat tinggal" ujar Alex dan menyuruh anggota nya untuk segera pergi dari rumah ku.


Bapak dan ibu terkejut dan langsung berterima kasih kepada Farhan.


"Terima kasih banyak nak sudah menyelamatkan kami, kami janji jika ada uang nanti kami akan ganti" ujar bapak.


"Tidak perlu berterima kasih pada nya, kita juga tidak minta di tolong oleh nya" jawab ku.


Farhan hanya tersenyum sinis.


Ibu memukul lengan ku.


"Kenapa berkata seperti itu pada orang yang telah menyelamatkan kita?" bisik ibu.


"Perkenalkan ibu, saya bos nya mulan" Farhan mulai memperkenalkan diri.


"Oh bos nya mulan. Baik sekali kamu nak, terima kasih banyak yah" ujar ibu dan bapak.


Setelah urusan dengan rentenir itu selesai aku pamit pulang, ibu dan bapak tidak banyak tanya soal farhan mungkin karena farhan sudah membantu mereka.


Aku segera berlari keluar mencari dika.


"Di mana dika?" tanya ku.


"Sudah di bawa ke rumah sakit. Tenang saja. Aku sudah mengurus nya" jawab farhan.


Farhan pun memberi tahukan ku lokasi nya.


Aku sedikit bernafas lega, satu persatu masalah ku untuk sementara ini selesai.

__ADS_1


"Mau ku antar ke rumah sakit tempat dika di rawat?" tawar farhan lagi.


"Tidak" jawab ku singkat sambil sedikit berlari ke arah jalan besar untuk mencari angkot.


__ADS_2