
Aku yang panik segera mencari Ali lagi setelah sholat. Si kembar menangis karena ku tinggal.
Akhir nya aku balik lagi karena tidak ada yang menjaga anak gadis kembar ku.
Aku berharap Dika menemukan nya. Tidak biasanya Ali begini.
Dika datang tanpa Ali. Ia tidak menemukan nya. Aku pun menangis.
Tiba tiba pak RT datang membawa Ali.
Aku langsung memeluk Ali dan memarahi nya
"Dari mana saja, mama sangat khawatir!" pekik ku.
"Ampun ma" seru Ali.
"Sabar Bu, aku sedang di kota tadi, kebetulan melihat Ali di bawa orang asing, saat orang itu lengah ,Ali berlari ke arah ku, aku segera membawa nya pulang, seperti nya ali akan di culik tadi" seru pak RT.
"Astagfirullah, kok bisa sayang bagaimana cerita nya kamu bisa di bawa orang itu?" tanya ku penasaran. Dan semua penasaran mau mendengarkan sendiri dari ali.
"Aku gak tau Ma, saat pulang ngaji ada banyak om om baju hitam kasi kain ke muka ali, aku jadi ketiduran, pas bangun aku gak tau itu di mana, rumah besar sekali dan mewah. Setelah itu kami ke toko besar, nah, ali si belikan jajan, di situ lah aku lihat pak RT" jelas Ali.
Aku terkejut mendengar nya. Siapa yang tega menculik anak kecil seperti itu.
__ADS_1
Jangan jangan? ah gak mungkin.
"Terima kasih banyak pak RT" seru ku.
Pak RT menasehati ku untuk lebih waspada lalu pamit pulang.
Aku lalu membawa Ali masuk.
Aku Dika dan anak anak pun segera makan malam sebelum adzan isya berkumandang.
......🌺🌺🌺......
Setahun kemudian.
Ku tatap wajah anak anak ku. Aku merasa bersalah karena mereka semua serba kekurangan. Baju mereka sudah lusuh. Sama seperti ku.
Aku tidak menyalahkan Dika.
Alasan kenapa kami pindah dari rumah Helmi karena Helmi akan pindah ke luar kota, ia membuka cabang salon nya yang lebih besar di luar. Rumah nya dia jual. Gak mungkin kan kami numpang lagi. Lagian sejak dulu juga Dika ingin ngontrak sendiri.
"Ma, lapar" seru Dina.
Aku memang belum masak. Aku kehabisan bahan dan bumbu masak.
__ADS_1
"Sabar yah sayang. Abis menyusui adik mama masak" seru ku. Padahal aku tidak tau harus masak apa, uang tidak ada, bahan makanan habis. Ya Allah tolong hamba mu ini.
Ku seka keringat di kening ku.
Adik si kembar sudah tidur.
Seseorang mengetuk pintu. Aku buru buru memakai hijab ku dan melihat siapa yang datang.
"Eh Bu lani. Silahkan masuk" ujar ku.
"Aku hanya ingin berbagi ini makanan, maaf Mak Ali, aku gak bisa lama, gak ada yang jaga anak ku" ujar Bu lani sembari pamit pulang.
"Oalah, terima kasih yah Bu lani" seru ku.
Alhamdulillah, Terima kasih atas nikmat mu ini ya Rabb.
Ku buka bungkusan makanan yang lumayan besar itu.
Ku ambil piring dan segera memberi anak anak ku makan karena sedari tadi mereka mengeluh lapar kecuali ali. Ali memang tidak pernah cerewet , jika lapar dia hanya diam.
Mungkin karena anak pertama,jadi lebih dewasa. Namun aku sudah membagikan makanan itu agar cukup untuk semua.
Alhamdulillah anak anak ku bisa makan hari ini.
__ADS_1
Aku juga ikut makan, aku masih menyusui jadi harus makan.