
Aku sedang berada di rumah orang tua ku sekarang, membawa anak anak ku.
Mereka sudah bertemu nenek nya sejak pertama kali kami kembali ke kota ini.
Orang tua ku sangat bahagia punya banyak cucu.
Setelah kepergian ku dari kota ini ternyata Farhan sudah bertemu orang tua ku dan mengikhlaskan utang mereka.
15 tahun sudah berlalu.
Orang tua ku sangat senang karena sekarang aku dan Dika sukses.
Tidak lupa kami membagikan nya pada orang tua ku dan Dika juga orang orang yang sedang kesulitan di luar sana.
Mungkin kami akan terlihat materialis, karena memanfaatkan harta orang lain.
Realita nya ,orang bodoh mana yang mau menyia-nyiakan kesempatan ini.
Aku yakin gak ada yang menolak jika di kasi nikmat sebesar ini. Yang penting halal, kami tidak mencuri, ini sedekah yang farhan berikan pada kami.
10 tahun kemudian, Ali sudah cukup dewasa untuk menggantikan ayah nya memimpikan perusaan. Dika akhir nya pensiun mengingat usia kami juga sudah tidak muda lagi.
Anak anak gadis ku juga sudah dewasa.
Si kembar bahkan sudah menikah di usia terbilang muda, 22 tahun mereka sudah menikah, tentu nya dengan lelaki yang berbeda. Aku gak bisa menahan mereka.
Maka nya aku lepaskan akan gadis ku menikah duluan dari pada kakak nya, Ali.
Gpp Ali masih 25 tahun, masih sangat muda.
Sementara Aydan masih duduk di bangku Kelas 2 SMA.
Alhamdulillah. Rejeki kami lancar.
Dika duduk di samping ku.
Ku lihat uban mulai tumbuh di kepala nya.
Aku tersenyum sambil memegang erat tangan nya.
Dika sudah berusia 54 tahun sekarang, dan aku 53 tahun.
"Alhamdulillah cita cita kita terwujud, menua bersama" seru Dika.
"Iya ,sudah jadi nenek nenek" jawab ku sambil bersandar di pundak nya.
......πΊπΊπΊ......
Reina juga sudah menikah lagi dengan duda kaya.
Anak nya Feli masih kuliah semester 7, sebentar lagi kuliah nya selesai.
Felicia junior di kampus saat Ali masih kuliah, mereka saling mengenal. Tapi tidak akrab karena Feli sangat cuek, sombong dan angkuh.
__ADS_1
Sementara Ali orang nya sederhana dan religius.
Namun mereka dipertemukan lagi dalam situasi yang berbeda, Ketika Ali mengajak Feli ke rumah. Samar samar Feli mengenali rumah itu. Rumah masa kecil nya tapi ia tidak begitu ingat.
Aku dan Dika juga tidak menyangka Feli adalah anak nya Reina.
Suatu ketika kami bertemu untuk dinner dengan orang tua Feli membicarakan keseriusan hubungan mereka.
Aku terkejut setelah tau Feli adalah anak nya Reina. Reina pun terkejut melihat kami.
Feli dan Ali saling pandang.
"Mama saling kenal?" tanya Ali bingung.
"Panjang ceritanya sayang, gpp kok tenang ajja" jawab ku.
Akhir nya Ali menemukan jodoh nya.
"Aku gak menyangka kita akan jadi besan" seru Reina sambil melirik Dika.
Dika tidak menggubrisnya.
Fakta nya dulu Dika diam diam menolong Reina, memberikan nya sejumlah uang setiap bulan nya.
Tapi dia merahasiakan nya dari siapa pun. Reina yang sangat terbantu perekonomian nya itu pun berjanji tidak akan memberi tahukan siapa pun. Dika hanya kasian pada Reina karena Farhan sama sekali tidak memperhatikan Reina dan anak nya.
Tentu mereka tidak ada hubungan apa pun. Dika sangat setia dengan Mulan.
Meski Reina akhir nya jatuh hati pada kebaikan Dika, tapi Dika menolak nya. Ia tidak akan pernah mengkhianati istri nya.
"Minggu depan saja pak, lebih cepat lebih baik, gak baik kan mereka dekat terlalu lama" seru papa tiri nya Feli.
"Ok baik lah, Minggu depan kami akan ke rumah kalian" seru Dika.
Feli dan Ali saling tersenyum karena sudah berhasil memperkenalkan orang tua mereka.
"Akhir nya kita sampai di titik ini ya sayang, titik di mana anak anak kita sudah dewasa dan menikah, Alhamdulillah" puji syukur ku ucapkan penuh rasa haru dan bahagia.
Sebulan kemudian.
Ali Alhanan dan felicia pun menikah.
Pesta nya mewah dan elegan banyak tamu yang datang.
Namun sesaat aku dan dika bersedih karena orang tua ku dan Dika telah tiada.
Alhamdulillah kami panjang umur bisa melihat anak kami menikah dan punya cucu.
"Nenek...." seru Jesi menghampiri ku. Ku peluk cucu pertama ku itu.
Jesi cucu dari anak ku dini.
Dina juga sudah menikah tapi belum di karuniai anak.
__ADS_1
Sementara Aydan jadi paman muda karena status nya yang masih pelajar.
Jesi lalu pergi ke paman nya, Aydan dan bermain.
Dika menyuruh ku masuk karena pesta susah selesai. Aku dan Dika rencana akan pindah dari rumah ini setelah Ali menikah.
Tapi Ali tidak mau.
"Kami sudah tua sayang, saat nya saling menjaga, lagian ini semua adalah hak kamu, kami bisa kok hidup sederhana di tempat lain" seru ku.
Benar. Ahli waris farhan memang di tujuan atas nama Ali alhanan, anak pertama ku dan dika.
"Jangan tinggalkan Ali ma, surga Ali tetap di kaki mama" seru Ali.
"Iya Bun, jangan pergi" seru Feli.
"Gpp sayang" jawab ku.
"Kalau begitu mama dan papa tinggal di samping rumah ini saja, Ali akan membeli nya, kebetulan rumah di samping di jual. Bagaimana?" tawar Ali.
Sebenarnya aku dan dika tidak enak merepotkan anak kami lagi, tapi ali terlihat begitu sedih mendengar kami akan pergi. Aku pun tidak tega meninggalkan nya.
"Ya sudah terserah Ali" jawab ku pasrah.
Akhirnya aku dan suami ku pindah rumah tepat di sebelah rumah kami yang dulu.
Ali bahkan mempekerjakan seorang art dan perawat untuk menjaga kami yang sudah tua ini.
Aydan tetap tinggal bersama kakak nya Ali.
Sementara si kembar sudah sejak lama keluar dari rumah karena ikut suami mereka hidup mandiri di luar. Aku tidak mungkin menahan mereka.
Akhir nya kami bisa dengan tenang menjalani hari tua kami bersama.
Ali tidak mau membiarkan kami bekerja atau melakukan kegiatan apapun untuk mencari uang, ia memenuhi semua kebutuhan kami. Ali sudah dewasa sekarang.
Aku dan suami ku membuat kebun di belakang rumah, untuk hiburan dan supaya ada kegiatan yang kami lakukan di masa tua ini.
Masya Allah. Alhamdulillah.
TAMAT.
Terima kasih banyak sudah berkenan membaca cerita ini.
Sebagian mungkin mencela atau mendukung kehaluan author. Apa pun itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian, semoga rejeki kalian lancar, yang sakit semoga lekas sembuh, yang sulit keuangan semoga lekas dapat pertolongan dari Allah, yang sehat perbanyak bersyukur karena nikmat sehat itu sangat besar. Yang belum menikah semoga lekas bertemu jodoh nya, yang sedang berjuang 2 garis merah semoga lekas di beri momongan. Yang sedang punya masalah besar maupun kecil semoga mendapat jalan keluar yang terbaik, semoga di permudah segala urusan kita. Aamiin π€²π»
Di kehidupan nyata tidak menutup kemungkinan bisa saja cerita seperti ini ada yang sedang mengalami nya.
Semangat dan jangan putus asa.
Allah bersama orang orang yang bersabar.
Salam hangat dari author.
__ADS_1
Yeni pebriani.