Pria Banci Itu Suami Ku

Pria Banci Itu Suami Ku
Tangan tak sampai.


__ADS_3

D kamar aku masih menangisi kebodohan ku.


Apa memang seharusnya pernikahan ini memang tidak pernah terjadi.


Jika bukan karena aku mencintai Dika mungkin sudah dari dulu aku pergi meninggalkannya.


Dika masih di luar kamar ku. Duduk menyesali sesuatu. Ia tidak bisa berbuat apa pun.


Keesokan hari nya.


Tanpa sepengetahuan ku Dika pergi menemui Reni.


Ia curhat banyak pada Reni. Reni dengan senang hati dan bahagia mendengar cerita Dika.


"Sudah ku duga kau masih belum bisa mencintai wanita lain selain aku" ujar Reni.


"Aku sudah tidak mencintai mu ren ,jangan ge er kamu" ujar Dika.


Reni cemberut tapi ia tetap senang karena rumah tangga Dika sedang tidak baik baik saja.


"Cuma aku yang bisa mengerti kamu dika, kita dulu dekat tidak sebentar loh" kata Reni bangga.


"Lagian kita juga sudah tidur bersama, harus nya kau tanggung jawab, heran juga aku, ketika aku memberi tahu istri mu tentang kita tidur bersama dia biasa saja, dan hubungan kalian baik baik saja waktu itu" kata Reni.


"Karena jelas kamu bohong dan menjebak ku" jawab Dika.


"Ah jangan bahas itu lagi, sudah berlalu, berhentilah membohongi kami dan diri mu sendiri" lanjut Dika.


"Terserah deh. Inti nya jika butuh apa apa hubungi aku ajja yah sayang" kata Reni menawarkan.


"Apaan sih ren, gak usah panggil begitu. Gak enak di dengar" kata Dika.


"Di enakin dong kalo gak enak" jawab nya genit.


Dika pun pulang.


Tentu nya aku tidak di rumah, aku sedang sibuk bekerja.


Ini sudah hari ke 3 aku tidak melihat Farhan.


"Jangan heran, si bos memang jarang hadir di kantor ini, dia kan sibuk ngurus bisnis nya yang lain juga. Apa lagi punya banyak cabang"Jelas Bu Anye seolah bisa membaca pikiran ku.


"Apaan sih Bu, kok tiba tiba bahas si bos?" protes ku.


"Keliatan banget loh kalo kamu lagi nyariin dia. Meski kamu gak bilang. Mata kamu itu selalu melirik ke arah ruangan nya" ujar Bu Anye polos.


"Haha Bu Anye bisa ajja perhatikan orang" tawa ku.


Seorang karyawan tiba tiba datang dan menggoda ku.

__ADS_1


"Buset, kok aku baru lihat ada cleaning servis secantik ini, good looking banget, body model, gak salah profesi mba?" tanya nya pada ku.


"Iya mas, saya memang cs baru di sini, bisa ajja mas nya, ya gak salah, profesi saja memang seperti ini" jawab ku sopan.


"Cocok jadi artis loh kamu" puji nya.


"Artis apaan. Artis Sinetron azab ilahi gitu?" kelakar ku.


Kami pun tertawa, Bu Anye apa lagi. Suara tawa nya menggema ke seisi kantor.


"Istighfar Bu" ku ingatkan Bu anye untuk tidak tertawa berlebihan.


"Nama saya Arif, alias Syarifuddin haha, nama kamu siapa?" ujar Arif memperkenalkan diri.


"Nama saya Mulan mas" jawab ku singkat.


"Kerja, kerja!!!"suara tegas itu tiba tiba menggema mengagetkan kami yang sedang asik ngobrol bertiga.


Kami bertiga melirik ke arah sumber suara.


Pak Farhan dan sekelompok anak buah ber jas hitam nya sedang berjalan ke arah kami.


Arif yang panik langsung lari ke dalam ruangan kerja karyawan.


Aku dan Bu Anye langsung melanjutkan pekerjaan kami.


"Siapa yang mengijinkan mu berdekatan dengan karyawan di sini" ujar Farhan pada ku.


Karena sudah di jawab aku pun diam saja.


"Sudah bersihkan ruangan saya?" tanya nya.


"Sudah pak" jawab ku.


"Kalian boleh pergi" kata Farhan ke anak buah nya dan Bu anye sementara aku dia menahan nya.


"Buatkan aku kopi, bawa ke ruangan ku, ingat, jangan dekat dekat dengan laki laki di sini kecuali aku" ujar nya.


Aku tidak mengerti mengapa ia melarang ku untuk akrab dengan karyawan laki laki.


Aku segera ke dapur kantor untuk membuat kan Farhan kopi.


Setelah selesai aku segera mengantar ke ruangan nya.


Ia sedang sibuk dengan handphone milik nya.


Ku letakan gelas berisi kopi itu ke meja nya.


Ia menatap ku sesaat lalu menyuruh ku untuk duduk bersama nya.

__ADS_1


"Saya berdiri saja pak, tidak enak seorang cleaning servis duduk berdampingan dengan bos nya" seru ku.


"Justru tidak baik, bawahan membantah perintah atasan nya" ujar Farhan.


Perlahan aku duduk.


"Apa kabar? maaf akhir akhir ini aku sangat sibuk sampai melupakan mu" ujar nya.


"Alhamdulillah baik, tidak seharus nya juga bapak mengingat saya" jawab ku.


"Haha kaku banget. Bisa gak jika kita cuma berdua begini kita akrab seperti biasa" seru nya.


"Biasa nya bagaimana?" tanya ku.


"Yah biasa nya kamu panggil aku langsung nama bukan panggil pak" protes nya.


"Ini kan di kantor pak, kamu adalah bos saya" jawab ku.


"Gak mau, pokok nya jika kita hanya bedua seperti ini panggil aku dengan akrab!!!" perintah nya.


"Baik lah, baik lah, jangan kaget ajja jika aku kasar" kata ku.


"Haha justru itu yang aku suka. Mulan yang kasar, cuek dan jual mahal." jawab nya.


Aku menatap nya tidak suka.


"Jangan khawatir Mulan sayang, jika aku tidak ada di sini berarti aku sibuk mengurus bisnis ku. Aku semakin sibuk, apa kau tidak mau membantu ku mengurus bisnis ini?" tanya nya.


"Tidak sama sekali, aku lebih pilih jadi pembantu mu dari pada harus pusing melihat bisnis mu itu" tolak ku.


"Haha iya iya, tidak seharusnya juga kamu pusing karena aku, biar aku saja yang pusing, tugas ku hanya melayani mu, jika butuh apa apa beri tahu saja aku" kata nya sambil mengedipkan sebelah mata nya genit.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu dan langsung masuk ke ruangan Farhan membuat ku sedikit terkejut.


"Reina!!! sudah berapa kali ku katakan jangan masuk ke ruangan ku tanpa ijin ku!!!" bentak Farhan.


Aku langsung berdiri melihat seorang wanita cantik masuk tiba tiba.


"Farhan!!! apa yang kau lakukan sama cleaning servis rendahan itu!!!" pekik nya.


"Jaga ucapan ku, rendahan kata mu, hentikan mulut kotor mu itu Reina!!!" bentak Farhan.


"Bisa bisa nya kau membela seorang rendahan seperti nya!!! aku tunangan mu Farhan. Ingat itu!!!" pekik nya.


"Apa???! tunangan kata mu, cuiihh, jangan bermimpi kau bisa bersama ku!!! bentak Farhan lagi pada wanita itu.


Aku bingung harus berbuat apa. Aku hendak keluar tapi di tahan oleh farhan.


Akhir nya aku bisa diam saja melihat perseteruan mereka.

__ADS_1


"Kita sudah di jodohkan!!! jangan pernah lupakan itu!!!" pekik Reina.


"Dan kau, wanita jalang murahan, jangan pernah mendekati tunangan ku!!!" pekik nya pada ku.


__ADS_2