
3 bulan kemudian.
Aku sudah bekerja di salon Helmi.
Sedang kan dika juga sudah kerja di sebuah pabrik gula. Lumayan lah, mengingat kami berdua tidak ada yang kuliah. Setidak nya tidak menganggur.
Sepulang dari pabrik Dika pulang. Aku menyiapkan air hangat untuk nya mandi.
Setelah itu kami berkumpul di ruang tamu.
"Helmi, aku gak enak numpang terus di rumah mu, kami ngontrak ajja yah" pinta Dika.
"Apa!? no no no, akika tinta akan membiarkan mu pergi dari rumah ini selama ada di kota ini, kita bukan orang lain, kita sudah seperti saudara, akika tinta mau" tolak Helmi keras.
"Tapi...." belum sempat Dika protes Helmi menghentikan nya.
"Sssyuut, dulu kita sudah alami susah senang bersama, akika tinta mau melihat mu pergi, jangan pernah berpikir untuk pergi, anggap saja ini sudah rumah sendiri" seru Helmi.
Helmi ngambek karena Dika mau pergi dari rumah nya. Ia pun naik ke atas kamar nya.
"Jadi kita tetap tinggal di sini?" tanya ku.
"Mau bagaimana lagi, gpp kan?" tanya Dika.
Karena sudah larut malam aku dan Dika pun masuk ke kamar. Ini lemak di perut kok makin menjadi yah? aku bercermin dan melihat lemak di perut ku yang semakin membesar semenjak tinggal di rumah ini.
Apa karena makan kami terjamin yah. Dan tidak banyak pikir an semenjak tinggal di kota ini. Bisa jadi.
"Kenapa liat perut begitu?" tanya nya.
"Gak tau nih, lemak di perut menumpuk sampai besar begini?" tanya mu.
"Ihh body ku gak cantik lagi, hiks, aku harus diet" seru ku.
"Masih cantik kok sayang" puji Dika.
"Masa sih?" aku tidak percaya melihat body ku yang sekarang.
__ADS_1
"Eh Mulan, aku perhatikan kamu kok sudah lama tidak haid?" tanya Dika.
"Astaga aku juga baru sadar. Soal nya sejak masih gadis kan haid ku memang tidak teratur, bisa sampai 2 3 bulan gak datang bulan" jawab ku.
"Oh bisa jadi" kata Dika.
"Faktor hormon, maka nya seperti itu" kata ku.
"Jangan jangan kamu hamil? coba nanti di tes" seru Dika semangat.
"Kayak nya gak deh, soal nya aku gak merasa aneh pada tubuh ku, gak mual juga, gak ngidam juga" jawab ku.
"Apa salah nya mencoba sayang" seru Dika.
"Ya udah besok belikan testpack 3 yah" seru ku.
"Siap nyonya, semoga hamil deh. Gak sabar juga pengen jadi bapak" kata Dika sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah ku yang masih sibuk di depan cermin.
"Genit banget sih tuh mata" aku melompat ke arah Dika di tempat tidur. Kali ini aku yang memulai mencium nya.
Dan malam itu kami melakukan nya lagi.
Keesokan hari nya sepulang dari kerja Dika membelikan ku testpack.
Aku libur kerja hari ini. Helmi memberi ku libur sekali dalam seminggu.
Dika menyuruh ku untuk segera memakai testpack nya.
Aku pun segera ke kamar mandi.
Baru pakai 1 sudah ada 2 garis merah. Aku coba lagi tetap sama. Aku coba lagi untuk ketiga kali nya tetap positif hamil.
Aku terkejut dan seperti tidak yakin.
Karena aku tidak merasakan ada yang aneh pada tubuh ku. Aku juga tidak mual dan ngidam yang aneh aneh.
Dika menggedor pintu toilet tidak sabar untuk melihat hasil nya.
__ADS_1
Aku membuka pintu dan Dika pun segera masuk ke toilet karena tidak sabar.
Betapa bahagia nya dika saat melihat hasil nya.
"Alhamdulillah, aku jadi bapak" seru Dika sambil memeluk ku.
Aku masih tidak percaya.
........🌼🌼🌼........
Sementara di tempat lain farhan sedang sakit.
"Jaga kesehatan tuan. Jangan terlalu di paksa kerja" nasehat bibi art nya farhan.
"Apa lagi sebentar lagi acara pernikahan mu akan di selenggarakan" ujar bibi lagi.
"Menikah? dasar? orang tua itu masih saja menjodohkan aku dengan orang yang tidak aku sukai, wanita itu licik, hanya mengincar harta ku, apa mereka tidak bisa membaca mana baik buruk nya seseorang"!? pekik Farhan kesal.
Baru di bicarakan wanita itu datang langsung masuk ke kamar.
Reina langsung duduk di kasur Farhan.
"Ku dengar kau sakit yah sayang?" sapa nya di pagi itu.
Bibi langsung pergi setelah meletakkan bubur dan teh hangat untuk Farhan. Bibi di kode oleh Reina untuk segera pergi meninggalkan mereka berdua.
"Cuma mual saja, pergi lah, aku sedang tidak ingin melihat mu" seru Farhan.
Reina justru semakin mendekat dan mencium bibir Farhan. Farhan langsung mendorong nya.
"Jangan sentuh aku, pergi lah" usir nya.
"Jahat banget sih, tunangan nya datang bukan nya di sambut malah di usir" pekik Reina.
"Aku sedang sakit Reina, kau hanya menambah sakit ku bertambah parah, pergi sekarang!!!" bentak Farhan.
Reina dengan kesal langsung keluar menghempas pintu kamar Farhan.
__ADS_1