
Aku jadi lega karena penasaran ku terkuak ketika bertemu lagi dengan Jenni.
Ternyata dia salah orang. Pantas saja sangat asing.
Ku langkah kan kaki ku menuju pintu keluar cafe, ku gandeng Dika dengan mesra.
Kemesraannya ini jangan lah cepat berlalu.
Kami lalu ke taman, Dika membelikan ku gula kapas favorit ku ketika masih sahabatan dulu.
Aku bersandar di pundak Dika.
Kami bucin seperti baru pertama kali jatuh cinta.
Setelah puas jalan jalan kami kembali pulang ke rumah.
Aku lihat ali sudah tidur.
Kami pun istirahat.
......🌺🌺🌺......
Ditempat lain.
Farhan mendatangi rumah orang tua Mulan.
"Tok tok tok, Assalamualaikum" seru nya dari luar pintu.
Seseorang membuka kan pintu, Farhan masuk ke rumah sederhana itu.
Kedua orang tua Mulan takut dan segera mundur.
"Maaf Bu pak, jangan takut, saya tidak akan menyakiti kalian kok" seru Farhan lembut.
Bapak lalu menyuruh ibu membuatkan minum.
Mereka ngobrol di ruang tamu.
"Ada perlu apa kamu kemari?" tanya bapak.
"Saya cuma berkunjung, tidak boleh?" tanya nya.
"Em, boleh, tapi maaf, utang itu kami tidak bisa membayar nya sekarang" seru ibu.
"Haha, aman saja Bu, kemana Mulan pergi? dia pasti kembali kan?" tanya nya.
"Maaf, dia sudah keluar kota, merantau ikut suami nya, tidak pasti kapan akan kembali" kata ibu.
Farhan tersenyum simpul.
"Baik lah, di kota mana dia merantau?" tanya Farhan.
__ADS_1
Ibu dan bapak diam. Tidak berani menjawab karena Mulan Sudah pernah berpesan untuk jangan memberi tahukan keberadaan nya pada siapa pun, apa lagi Farhan.
"Baik lah, tanpa kalian beri tahu juga aku selalu bisa menemukan nya" jelas Farhan.
"Tolong jangan ganggu anak saya" ujar bapak.
Farhan tidak mendengar, ia pergi dari rumah itu dengan kecewa, ia lalu pulang ke rumah di sambut Reina.
"Kemana ajja sih sayang, Minggu depan kan kita menikah" ujar Reina sambil tersenyum manis.
Farhan mendorong tubuh itu.
"Sudah sering aku katakan aku tidak menyukai mu Reina" seru Farhan.
"Terserah, kau suka atau tidak kita tetap menikah, orang tua kita sudah mengurus semua nya" jelas Reina sambil terus menerus menggoda Farhan.
Reina melingkar kan tangan nya ke leher Farhan hendak mencium nya.
Tiba tiba bibi datang.
"Eh maaf tuan" bibi segera kabur entah kemana.
Farhan menghempas kan tubuh itu. Tidak tertarik sama sekali.
Tapi Reina justru semakin mengejar Farhan hingga ke kamar nya.
Ketika Farhan akan berganti pakaian.
"Apa yang kau lakukan!" pekik Farhan ketika Reina sekarang hanya memakai pakaian dalam. Reina mengunci pintu.
"Aku ingin kamu" jawab nya singkat.
Farhan berusaha menahan diri agar tidak tergoda. Meski tak seindah tubuh Mulan tapi Reina tetap lah wanita.
"Pergi lah Raina, aku tidak ingin" jawab Farhan.
Reina justru langsung memeluk Farhan yang hanya memakai boxer. Tangan nya mulai menggerayangi Farhan.
Reina sungguh tidak tau malu. Ia menawarkan diri untuk melakukan nya.
"Aku mencintaimu farhan, aku menginginkan mu" desah nya membuat Farhan gelisah.
Farhan mulai terpancing, laki laki mana yang tidak tergoda melihat ada wanita seksi di hadapan nya?
Reina mencium dada bidang itu.
Ketika Reina mencoba mencium bibir farhan., farhan tidak lagi berontak. Ia membalas nya.
Farhan akhir nya tergoda, mereka lalu ke atas ranjang.
Reina di atas memegang kendali permainan.
__ADS_1
Ia tersenyum menang saat Farhan pasrah saja. Akhir nya dia bisa memiliki Farhan.
Suara desahan reina mendominasi kamar Farhan.
Reina sudah tidak perawan? batin farhan.
......🌺🌺🌺......
Farhan terbangun, melihat ada Reina di samping nya, mereka hanya tertutup selimut.
Reina terbangun. Dan tersenyum bahagia
"Apa kau menikmati nya sayang? ayo kita menikah biar aku bisa memuaskan mu setiap hari" seru Reina.
Farhan tidak menjawab lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Reina mengambil kesempatan itu, ia mengambil handuk Farhan dan berlari ikut ke kamar mandi.
"Aku ikut mandi" ujar nya.
Farhan mendecak kesal karena Reina sangat agresif membuat nya tidak bisa menahan diri.
Reina melepas handuk nya tepat di hadapan Farhan. Pagi itu mereka kembali mengulang permainan semalam.
Suara desahan Raina lah yang membuat Farhan tidak bisa bertahan untuk tidak melakukan nya.
Selesai pergumulan, mereka segera mandi dan berpakaian lalu turun ke bawah untuk sarapan pagi.
"Eh non Reina menginap?" seru bibi saat melihat Reina turun memakai baju Farhan yang kebesaran.
Kaos besar Farhan ia pakai dan menutupi tubuh nya hingga ke paha. Jadi ia tidak memakai celana lagi, hanya ****** *****.
Memamerkan kaki jenjang mulus putih nya Reina.
Bibi bingung kenapa bisa Reina menginap, yang dia tau tuan nya tidak menyukai Reina, bahkan membenci nya tapi kenapa mereka bisa bersama pagi ini?
"Ada apa Bu melamun?" tanya Reina.
"Eh gpp non, silahkan di makan sarapan nya" seru bibi.
Farhan dan Reina langsung melahap sarapan mereka. Seperti sangat lapar dan haus.
Farhan diam, ia menyesal kenapa mau tidur dengan Reina. Sungguh wanita ini murah sekali, batin farhan.
"Setelah ini kau bisa pulang dan jangan datang lagi kesini" usir Farhan.
"Kok gitu sayang, gpp dong, toh sebentar lagi kita menikah" seru nya.
"Cukup Reina, kau pulang sendiri atau aku suruh supir untuk mengantar mu?" tanya Farhan.
Reina men decak kesal lalu menghentak meja.
__ADS_1
"Lihat saja sayang, kau tidak akan pernah bisa mengusir ku lagi setelah hari ini" seru nya sembari berkemas untuk pulang.