
Aku pun memboyong pulang sepeda motor matic ku.
Mulai besok sudah mulai kerja, Alhamdulillah meski tidak di nafkahi nanti nya setidak nya aku bisa cari uang sendiri.
Sesampai nya di rumah, aku kembali membersihkan gudang samping kamar ku. Ku keluarkan semua barang yang tidak penting dan membuang nya.
Tidak ada springbad, hanya ada lemari kecil.
Aku pun inisiatif untuk membeli kasur tipis biasa saja, yang penting bisa di tidur.
Menjelang sore, gudang sudah bersih.
Barang barang yang semalam ku kemas ku pindahkan. Tidak ada kipas angin. Tidak mengapa, aku tidak biasa tidur pakai kipas. Ku beli pewangi ruangan dan anti nyamuk elektrik.
Ah lelah sekali rasa nya. Seperti baru pindahan rumah saja.
Malam semakin larut dan seperti biasa Dika belum pulang.
Aku pun memulai ritual sebelum tidur.
Ku pakai selimut ku , tidur di kamar baru, dengan singlebad. Berasa kembali gadis. Eh aku kan memang masih gadis. Hihi.
Aku menertawakan diri sendiri.
Lalu kantuk mulai menyerang ku. Aku pun tertidur pulas.
Menjelang subuh aku bangun tidur segera melaksanakan sholat subuh, ku lirik sedikit ke kamar Dika, ternyata dia sudah pulang.
Aku masih masak sarapan sampai uang yang di kasi Dika habis.
Ku siap kan kemeja dan celana hitam ku.
Di kantor baru aku akan berganti pakaian seragam cleaning servis seperti intruksi atasan ku.
Aku tidak lagi menyiapkan seragam kerja Dika seperti biasa.
Selesai sarapan aku pun memakai seragam kerja ku, kemeja putih dan celana hitam, dengan hijab hitam pula.
Ku bawa tas ku, saat keluar kamar Dika juga keluar kamar dengan tergesa gesa.
"Kenapa tidak bangunkan aku, hampir saja aku terlambat!", pekik Dika.
"Kau lupa, kita sedang hidup masing masing. Kau terlambat itu urusan mu" jawab ku santai.
"Ini masih pagi untuk bertengkar!" pekik nya lagi.
Aku hanya tersenyum tipis lalu memakai mulai memakai helm ku.
"Aku sudah masak sarapan, makan lah sebelum turun kerja, aku pamit" ujar ku.
"Kemana?!" tanya nya.
"Kerja, apa aku belum bilang? ups sorry soal nya kamu terlalu sibuk di luar sana jadi gak ada waktu untuk mendengarkan aku. Aku berangkat kerja dulu yah, bye Assalamualikum" tegas ku.
__ADS_1
Ku keluarkan kunci motor lalu menjalankan motor ku.
Rindu nya bawa motor ini. Mengingatkan ku saat masih lajang dulu.
Sesampai nya di kantor L group aku lalu memarkirkan motor ku. Segera masuk untuk berganti pakaian khas cleaning servis.
Setelah berganti pakaian aku mulai di bagi tugas kerja untuk bersih bersih dan membuat kopi untuk karyawan di sana.
Saat aku asik membersihkan lantai.
Bos besar L group pun memasuki kantor, semua karyawan memberi hormat pada nya.
Yang punya perusahaan ini pasti kaya banget, karyawan nya ajja sebanyak ini, ku lirik mereka berjejer untuk menyambut kedatangan bos besar mereka.
Sang bos pun melewati ku. Aku segera menunduk.
Entah kenapa aku tidak berani melihat wajah nya.
Beliau tiba tiba berhenti tepat di depan ku, membuat semua orang kebingungan.
"Cs baru?" tanya nya sambil tersenyum menang.
"I, iya pak" jawab ku sambil terus menunduk.
"Kalo bicara lihat lawan bicara mu, jangan menunduk begitu" jelas nya.
Aku pun menengadah memberanikan diri untuk menatap nya.
Aku terkejut setengah mati.
Aku menghela nafas berat. Aku baru saja dapat pekerjaan, masa harus berhenti karena dia. Tidak, aku harus tetap kerja. Anggap saja dia tidak ada.
"Halo Nona, kenapa malah melamun, temui aku di ruangan ku siang ini?" seru nya sambil berjalan berlalu pergi ke ruangan nya.
Semua karyawan menatap ku. Apa aku melakukan kesalahan?
Seseorang menepuk pundak ku.
"Santai saja, jangan tegang, paling di suruh bersihkan ruangan nya" ujar Mita menenangkan ku, teman seprofesi dengan ku.
Aku pun melanjutkan pekerjaan ku.
Menjelang siang, aku ke ruangan farhan memenuhi panggilan nya.
"Ada apa kau memanggilku?" tanya ku.
"Haha, kau masih saja kasar padahal aku adalah bos mu di sini" tawa Farhan.
"Langsung ke inti nya saja, saya banyak kerajaan" ujar ku.
"Duduk lah dulu Mulan, apa kau tidak capek berdiri seperti itu" tegas nya.
Aku pun menurut duduk tepat di depan nya.
__ADS_1
"Lihat diri mu, bahkan sekarang kerja jadi Cleaning servis. Apa suami mu tidak menafkahi mu?" tanya Farhan.
"Itu urusan pribadi saya pak, tolong profesinal" jawab ku.
Farhan lagi lagi menertawai ku.
"Aku akan ikhlas jika kau bahagia dengan nya, jika sebalik nya jangan harap aku akan melepaskan mu" seru nya.
"Aku bahagia, aku mencintai suami ku, apa itu kurang cukup? berhentilah menganggu ku" jelas ku.
"Apa kau yakin?" tanya nya lagi.
"Insya Allah" jawab ku.
"Apa dia juga mencintaimu?" tanya nya lagi.
Aku hanya diam. Tidak bisa menjawab.
"Baik lah, syarat nya, jangan pernah aku lihat kau menangis karena nya, aku tidak akan pernah diam jika dia menyakiti mu, sehelai rambut pun aku tidak akan rela kau di sakiti siapa pun" tegas nya.
Kali ini aku yang tertawa.
"Hahahaha, jangan sok jadi pahlawan kesiangan, dulu kau kemana saja ketika aku susah, ketika aku kesulitan kau justru menghilang tanpa jejak dan kabar, lalu kau muncul lagi dengan segala omong kosong mu yang terlambat itu!!!", pekik ku.
"Mulan, jangan katakan ada yang menyakiti mu, nanti orang itu akan hilang" kata Farhan meniru gaya dilan saat menggombal milea di film.
"Kita sudah terlalu tua untuk bucin seperti itu, ingat umur" ujar ku.
Farhan lebih tua hanya setahun dengan ku, Farhan seumuran dengan Dika 28 tahun. Sedangkan aku 27 tahun.
"Apa cuma itu yang mau bapak sampaikan? saya mau melanjutkan pekerjaan" kata ku.
"Siapa bos di sini, aku berhak memerintahkan kan mu untuk tetap di sini" tegas nya.
Aku menghela nafas berat, aku tidak enak dengan yang lain sudah bekerja keras sementara aku terbelenggu dalam ruangan ini .
"Mulai besok tugas mu membersihkan ruangan ku, membuatkan ku kopi dan lain Lain" ujar nya.
Aku mengeluh namun tidak bisa berbuat apa apa.
"Baik lah" jawab ku pasrah, aku lalu pamit untuk Kembali bekerja.
Teman teman lalu menanyakan kenapa aku lama di ruangan itu.
"Maaf teman teman aku tadi di suruh bersihkan ruangan beliau maka nya lama" kata ku bohong pada mereka.
Farhan bahkan sudah memberi tahu kepala cs tentang tugas ku yang harus membersihkan ruangan nya setiap hari.
"Kenapa bapak tiba tiba minta kamu bersihkan ruangan nya, biasa nya nih pak Farhan paling gak suka ada yang masuk ruangan nya. Jadi yang bisa masuk ke sana hanya orang tertentu, bahkan tidak ada cs yang bersih bersih di sana. Dia lebih suka membersihkan ruangan nya sendiri, aneh banget" kata ketua cs kami.
"Saya kurang tau Bu, saya juga orang baru di sini, gak tau apa apa, jika ibu penasaran bisa tanyakan langsung ke beliau hehehe" jawab ku.
"Haha, bisa mati aku kalo nanya yang tidak penting, kamu saja yang belum tau dia itu orang nya bagaimana, perfeksionis. Tegas dan keras. Siapa yang berani melawan langsung di selesaikan" jawab Bu Lila.
__ADS_1
"Benar kah?" tanya ku tak percaya.
"Beliau itu orang kuat dan hebat, selain pemilik perusahaan L group ini, dia juga memiliki hotel M.lan dan baru saja buka cafe Mulan baru baru ini. Tajir melintir deh pokoknya", seru Bu Lila di sela jam istirahat kami.