Pria Banci Itu Suami Ku

Pria Banci Itu Suami Ku
kecelakaan.


__ADS_3

Sepanjang jalan aku bingung dan terpaksa mengikuti mau nya Dika.


"Lagi tangga tua, jadi gpp kan makan nasi goreng pinggir jalan?" ujar Dika.


"Iya, sembarang" jawab ku singkat.


Kami pun makan nasi goreng di pinggir jalan.


"Kamu kenapa sih, abis liat apaan tiba tiba mesum gitu" tanya ku.


"Udah deh, aku juga gak tau. Tiba tiba ajja, mungkin karena habis nonton film Yang ada semi nya?" jawab Dika polos.


"Haha pantes an. Gak baik nonton begituan" nasehat ku.


"Lah, aku gak tau kalo film nya itu ada semi nya, aku kira film romantis biasa" jawab Dika lagi.


Aku hanya menggeleng kepala.


"Aku refleks langsung ke kamu, kan kamu istri ku, halal kan" jelas Dika.


Aku mengerutkan kening ku.


"Bukan kah kau tidak nafsu dengan wanita?" tanya ku tanpa takut Dika tersinggung.


"Jangan bilang kau pikir aku gay yang sampai berhubungan intim dengan mereka! tidak! aku tidak seperti itu, aku masih perjaka. Aku belum pernah melakukan nya dengan pria atau wanita, Yang aku jalani tidak sejauh itu" jelas dika.


"Untuk apa kamu jelaskan semua itu pada ku?" tanya ku


"Ya supaya kamu gak salah paham" jawab Dika.


"Hmm, aku kaget ajja, soal nya selama ini kamu gak tertarik dengan tubuh ku? jadi aku pikir kamu memang gak nafsu dengan perempuan" seru ku.


"Yah sebenarnya begitu, awal nya seperti itu, aku gak nafsu dengan wanita, tapi akhir akhir ini aku juga gak ngerti kenapa ketika melihat mu aku ada rasa ingin, tapi aku menepis nya. Aku sudah berusaha menahan diri, tapi tadi aku khilaf. Maaf yah" jawab nya.


Aku tertawa.


"Aduh Dika, lucu banget sih kamu" seru ku masih dengan tawa ku.


"Mulan" panggil nya.


"Yah, ada apa lagi?" tanya ku.


"Em, bagaimana pekerjaan mu? lancar?" tanya Dika.


"Alhamdulillah lancar ajja sih, kenapa?" tanya ku balik.


"Gpp, pulang yuk" jawab Dika. Ia pun membayar nasi goreng kami. Kami pulang menuju rumah. Sepanjang jalan kami bercerita mengenang masa kami masih sahabatan dulu. Kami mulai akur lagi.


Keesokan hari nya.

__ADS_1


Aku turun kerja seperti biasa. Ku bawa motor ku melaju ke tempat kerja.


Aku datang lebih awal dari pada yang lain nya.


Kok sepi yah. Gak ada orang. Pintu gedung juga belum di buka. Kau duduk di depan menunggu.


Satpam mendekati ku.


"Tunggu apa neng?" tanya pak satpam.


"Eh tunggu pintu karyawan itu di buka" jawab ku.


"Lah, ini kan hari Minggu neng, kantor kan tutup?" jawab pak satpam.


"Astaga, aku lupa pak. Makasi yah" jawab ku sambil menertawakan diri sendiri.


Pak satpam itu juga tertawa melihat ku.


Bisa bisa nya aku sampai lupa ini hari Minggu, faktor apaan nih.


Ku lajukan motor ku kembali ke rumah.


Dika sudah berangkat kerja. Ia kerja di toko retail jadi tidak ada libur di tanggal merah. Nanti dia punya liburan nya sendiri di hari lain. Biasa nya sih hari Rabu dia libur.


Aku menyimpun kamar dan rumah ku.


Menjelang magrib kok Dika belum pulang yah. Perasaan ku tidak enak.


Nomor asing, aku segera mengangkat telepon itu.


"Halo, apa anda kerabat saudara dika? ini dari rumah sakit, saudara Dika telah mengalami kecelakaan tunggal, sekarang berada di IGD RSUD." seru seseorang dari balik telepon.


Seketika lutut ku lemas tak berdaya.


"I, iya pak, saya istri nya, saya akan segera ke sana" jawab ku singkat.


Dengan panik aku raih hijab dan kunci motor, tangan ku bergetar hebat.


Ya Allah kuatkan hamba.


Ku laju kan motor ku menuju rumah sakit umum.


Sesampai nya di sana aku bertanya pada suster dan langsung membawa ku menuju ruang IGD RSUD.


Setelah itu Dika di pindahkan ke ruang ICU.


Tak terasa air mata ku mengalir. Aku membuka handphone ku dan menelpon mertua ku. Aku juga menelepon keluarga ku.


Tidak lama kemudian mertua ku datang dengan tergesa gesa.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya ibu mertua ku.


"Dika mengalami kecelakaan saat pulang dari bekerja, dokter masih memeriksa nya" jawab ku lesu.


Tidak lama kemudian dokter keluar.


"Pasien mengalami pendarahan yang serius, ia membutuhkan banyak darah dan kita harus operasi besar. Tapi untuk operasi itu kita membutuhkan banyak kantong darah, sementara stok darah A kami kurang" jawab dokter.


"Lakukan yang terbaik untuk suami saya dokter, saya akan mencarikan pendonor segera" jawab ku.


"Baik lah, silahkan tanda tangani persetujuan operasi dan administrasi nya Bu" ujar dokter.


"Baik dok" jawab ku.


Aku menghubungi teman teman ku, untuk meminta bantuan. Melalui sosial media juga aku mencari bantuan. Agar cepat dapat.


Orang pertama yang menghubungi ku adalah Farhan selanjutnya teman teman ku yang bergolongan darah A juga menyusul.


Setelah selesai tanda tangan dokter pun ambil tindakan. Aku sudah gak tau lagi harus bagaimana. Hanya bisa berdoa agar Dika selamat.


Tidak lama kemudian farhan datang dan segera ke bagian donor darah, beserta teman teman ku, Alhamdulillah masih banyak orang baik , bapak dan ibu ku juga datang. Ku peluk mereka. Air mata ku tumpah seketika.


Kami menunggu dengan cemas operasi itu.


"Sabar ndok, kita doakan saja" ujar ibu ku sambil mengusap kepala ku.


Ibu mertua ku pun tidak berhenti menangis.


Sekitar kurang lebih 3 jam lama nya akhir nya operasi itu selesai.


Teman teman ku juga menunggu kabar Dika. Farhan menatap ku yang tangah kesulitan.


Dokter keluar dengan wajah menenangkan.


"Alhamdulillah operasi kita berhasil tapi mungkin pasien belum akan sadar dalam waktu dekat, sabar dan banyak berdoa" kata dokter sembari pergi.


Aku bernafas lega. Aku pun berlari ke dalam ruangan di mana Dika di rawat.


Malam semakin larut mertua dan orang tua ku pamit pulang dan akan kembali esok hari. Sebenar nya mereka tidak enak meninggalkan aku sendiri tapi aku yang memaksa mereka pulang. Mereka sudah tua. Harus banyak istirahat.


Ku tatap Dika yang masih terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit dengan segala alat di sekujur tubuh nya.


Ternyata Farhan belum pulang. Ia masuk perlahan.


"Mulan, pakai lah ini untuk biaya pengobatan dan lain lain, pin nya tanggal lahir mu" ujar Farhan.


Aku menolak kartu ATM itu.


"Gak perlu, sudah ada jaminan sosial kesehatan kok dari tempat kerja Dika" tolak ku.

__ADS_1


"Ya sudah, jika ada perlu bantuan segera hubungi aku" jawab nya.


"Kamu juga jaga kesehatan, merawat orang sakit itu jika tidak kuat kamu juga akan ikut sakit, jika kamu sakit siapa yang akan merawat suami mu" nasehat Farhan.


__ADS_2