
"Selamat ,ibu mulan hamil, usia nya sekarang 12 Minggu atau 3 bulan lebih" seru dokter.
"Alhamdulillah" ujar Dika.
Setelah ini seperti nya aku harus KB. Batin ku.
"Kenapa diam sayang" tanya Dika.
"Oh gpp kok" jawab ku seraya tersenyum.
Selepas dari klinik Dika mengajak ku jalan jalan sejenak.
"Sudah lama banget kita gak kayak gini berduaan pacaran", seru Dika
Kau mencubit lengan Dika.
"Sudah tua hihi, kita gak bisa lama, anak anak menunggu di rumah" seru ku.
Dika mengangguk, kami memang jarang sekali jalan jalan seperti dulu, semenjak melahirkan di kembar aku harus ekstra hemat, mereka bahkan tidak minum susu formula setelah asi 2 tahun. Hanya asi saja, setelah berhenti mereka tidak minum susu lagi.
Sesampai nya di rumah anak anak sudah tidur kecuali ali.
"Maafkan mama lama sayang, kamu pasti ngantuk yah jagain Ade, ya sudah kamu cuci kaki ,sikat gigi dan langsung istirahat juga yah" seru mu.
Ali menurut. Syukur ali anak pintar dan penurut. Dia juga tidak rewel seorang adik adik nya. Sosok kakak yang baik.
"Ayo kita juga istirahat" ajak Dika.
Aku mengangguk.
......🌺🌺🌺......
Di tempat lain.
Farhan sudah mulai Mau menerima Reina sebagai istri nya. Ia mulai membuka hati dan mau tidur dengan nya.
Hasil tes DNA yang reina tukar berhasil mengelabui Farhan.
Farhan sedang duduk termenung.
"Kamu lagi mikir apa sayang?" tanya Reina.
__ADS_1
Farhan tidak menjawab sembari mengesap kopi hangat milik nya.
Bertahun tahun lama nya Farhan kehilangan kontak Mulan.
Farhan tidak menjawab pertanyaan istri nya.
......🌺🌺🌺......
Perut ku semakin besar saja. Alhamdulillah anak yang aku kandung seorang anak laki laki.
Akan sedang menjemur pakaian di samping rumah.
Tak sengaja ku dengar anak anak tetangga mengejek Ali.
"Ali miskin, Ali miskin, Ali miskin....." sorak anak anak ramai mengolok Ali.
Ah sudah hal biasa. Nama nya juga anak anak.
Ali berjalan ke arah ku. Anak anak itu lalu pergi saat melihat ku
Ku peluk Ali. Aku duduk jongkok di hadapan nya.
Ali memang sangat sabar, ia tidak membalas teman teman nya, ia hanya diam. Aku selalu mengajari nya dengan baik.
"Gak apa ma, sudah biasa" seru Ali.
Ku pandangi anak sulung ku ini, wajah nya berdebu dan merona terkena sinar matahari selepas bermain dengan teman teman nya.
Baju nya lusuh karena sudah lama di pakai. Aku tidak punya uang membeli kan mereka baju baru, setahun sekali saja ketika hari raya tiba.
Sedih hati ku melihat nya.
Air mata ku menetes.
"Kok mama nangis?" tanya nya, tangan kecil nya mengelap air mata ku.
"Gak apa apa sayang, mama bahagia punya anak baik seperti Ali" jawab ku. Ku tuntun dia masuk rumah, karena hari sudah mulai sore.
Selepas Ali mandi, ia segera ke surau untuk belajar mengaji.
Ku mandikan anak gadis kembar ku.
__ADS_1
Tak lama kemudian Dika pun pulang dengan wajah lelah sekali.
Segera ku sambut dia.
"Bagaimana pekerjaan hari ini sayang, lancar?" tanya ku.
"Iya Alhamdulillah. Lancar jja kok, mana anak anak" tanya Dika.
"Lagi nonton di depan tv, Ali belum pulang dari surau" jelas ku.
"Tumben jam segini belum pulang?" tanya dika.
Aku pun baru tersadar. Hari sudah mulai petang.
"Aku jemput Ali dulu yah, jaga si kembar" ujar ku sembari tergesa gesa menuju surau.
Dika segera masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh anak anak nya.
"Papa pulang, papa pulang....." seru mereka. Dika segera menggendong mereka.
Sementara aku sudah sampai di surah. Anak anak sudah pulang semua.
Tinggal pak ustadz Risa di sana menunggu waktu magrib.
"Maaf pak ustadz, apa Ali masih di sini? sudah petang dia belum pulang" tanya ku khawatir.
"Oh maaf, kegiatan mengaji sudah selesai sekitar 20 menit yang lalu, mungkin Ali pergi bermain?" jawab pak ustadz.
"Em. Ya udah , makasih pak ustadz saya permisi" ujar ku dengan suara gemetar.
Aku sangat khawatir.
Aku berjalan kesana kemari mencari Ali.
Adzan magrib berkumandang, aku pun pulang tanpa menemukan Ali.
"Loh Ali belum ketemu?" tanya Dika yang sedang memakai kopiah dan bergegas ke masjid.
"Belum, selepas sholat tolong cari dia ya" pinta ku pada Dika.
"Baik lah, semoga Ali baik baik saja" seru Dika.
__ADS_1