Pria Banci Itu Suami Ku

Pria Banci Itu Suami Ku
Ali Alhanan.


__ADS_3

6 Bulan kemudian perut ku semakin besar.


Usia kandungan ku sudah menginjak 8 bulan. Aku minta cuti sama Helmi, Helmi justru yang menyuruh ku cuti dan banyak istirahat di rumah.


Sebisa mungkin aku tidak merepotkan Dika. Apa pun akan aku lakukan sendiri.


Tinggal menunggu hari sebelum persalinan.


Seminggu kemudian.


Jam 9 pagi, aku melahirkan normal.


Bayi laki laki dengan kulit putih merona.


Alis nya tebal seperti ku. Selepas Dika adzan di telinga nya ketika lahir, aku menangis.


.


"Sejak hamil ku perhatikan kamu aneh, anak kita sudah lahir, bukan nya bahagia kau malah tidak mau mengurus nya, apa kamu tidak senang punya anak?" tanya Dika marah.


Kami pun bertengkar hebat.


Ku pandangi bayi itu di tangan dika.


Aku pun mengambil nya dan menyusui nya.


Ku beri nama Ali Alhanan.


"Maafkan aku Dika, mungkin aku stress setelah persalinan" jawab ku.


Aku terkena baby blues.


"Jangan begitu, kasihan ali" seru Dika.


Menjelang malam aku bangun, ku tatap wajah polos Ali, yang tertidur pulas bersama Dika.


Aku ambil air wudhu dan sholat malam.

__ADS_1


Air mata ku mengalir dengan deras nya.


Entah lah, setelah melahirkan aku merasa stress dan mudah menangis.


Selesai sholat aku kembali berbaring dan tertidur.


Usia Ali sudah lebih 1 bulan.


Syukur Ali sekilas mirip dengan ku, alis tebal dan bibir tipis nya.


Pagi ini aku ke pasar membeli bahan-bahan makanan.


Sesampai nya kembali di rumah ali menangis.


Tangisan bayi ku memecah keheningan pagi ini.


Maafkan mama Ali, tidak seharusnya aku menelantarkan mu.


Ku gendong Ali ke delapan ku. Tangisan nya mereda, Dika keluar dari kamar mandi dan bersiap siap untuk bekerja.


Dika senang melihat ku mulai mengurus ali.


Setelah Dika berangkat aku berbicara dengan Ali dalam gendongan ku.


Helmi menghampiri ku.


"Jeng, akika berangkat kerja dulu ya, bye Ali" seru Helmi sambil berjalan keluar rumah.


2 Tahun kemudian aku hamil lagi.


Aku dan Dika ke dokter kandungan karena usia kandungan ku terlihat aneh. Baru 5 bulan tapi sudah besar sekali seperti 7 bulan.


Setelah di USG ternyata anak ku kembar.


Aku menangis haru.


"Ya Allah betapa besar nikmat mu ini" batin ku.

__ADS_1


"Anak kita kembar ya, Alhamdulillah" seru Dika senang.


"Sudah bisa lihat jenis kelamin nya belum dok?" tanya dika tidak sabar.


"Oh, sudah bisa kok" dokter Kemabli USG dan memperlihatkan jenis kelamin anak kembar nya.


"Jenis kelamin nya perempuan" seru dokter.


Dika berseru senang. Lengkap sudah anak kami cowok dan cewek.


......🌺🌺🌺......


Farhan juga sudah menikah dengan reina.


Sementara di tempat lain Reina sedang gelisah karena Farhan meragukan anak nya.


"Tes DNA anak ini" seru Farhan pada sekertaris nya.


Sekertaris nya menunduk hormat lalu mengambil sehelai rambut anak gadis berusia 1 tahun lebih itu.


Reina panik. Karena fakta nya anak itu bukan anak Farhan tapi anak mantan kekasih nya.


Reina menggigit kuku nya panik, ia mondar mandir memikirkan cara agar tidak ketahuan.


Reina memutar bola mata nya berpikir. Apa yang harus dia lakukan sekarang.


Felicia menangis. Reina segera menenangkan anak nya.


Hasil test DNA masih lama keluar, reina Masih punya waktu untuk mengubah hasil test DNA nya itu.


Sementara di tempat lain.


"Mulan kita balik kampung yuk, aku rindu mamak" seru dia tiba tiba.


"Apa?!" pekik ku kaget


"Loh kenapa, kan kejadian itu juga sudah lama berlalu, semoga saja Farhan tidak mengganggu mu lagi" seru Dika.

__ADS_1


"Aku gak mau" tolak ku.


__ADS_2