Putri Rajapatni

Putri Rajapatni
Putri Rajapatni - Catatan Penulis


__ADS_3

Salah satu bagian terindah dalam masa kecil saya adalah ada malam-malam di mana saya berbaring di tem- pat tidur, mendengarkan sandiwara radio dari karangan


S. Tijab. Sejak saat itu, saya memiliki khayalan sendiri akan Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah panjang nusantara.


Saya kemudian memiliki impian menulis sebuah fiksi sejarah dari kacamata seorang wanita. Sama seperti Chiung Yao dengan kisah putri-putri Manchuria atau Danielle Steel yang mengemas cerita romantis di zaman perang dunia dalam Zoya.

__ADS_1


Hati saya semakin terketuk saat saya melihat bagai- mana orang menyukai Dae Jang Geum, Dong Yi, dan bebe- rapa tokoh sejarah Korea Selatan. Saat itu, saya mulai ber- tekad untuk mengemas sejarah nusantara menjadi sesua- tu yang menarik dan lebih kekinian.


Banyak negara di luar negeri bangga dengan kisah romansa sejarah. Bahkan India meregenerasi kisah Ratu Jodhaa dengan Raja Jalal. Ashoka Samrat diceritakan kem- bali. Demikian juga kisah-kisah lain. Jadi kenapa di Indo- nesia tidak ada yang mencobanya?


Tetapi saya bersyukur, saya banyak menerima ban- tuan dalam hal ini. Pak Langit Kresna Hariadi (Pengarang Gajah Mada, Candi Murca, dan Majapahit) memberi sema- ngat dan petunjuk. Begitu pula Mas Putra Gara (Penga- rang Samudera Pasai) yang mengatakan, “Kalau bukan kamu, lalu siapa?”. Pak Tjahja Tribinuka, Pak Victor Alexander Liem, dan seluruh grup Majapahit juga kemu- dian memberikan info-info mengenai segala sesuatu ten- tang Majapahit.

__ADS_1


Saya akui, kisah ini tidaklah sempurna. Kisah ini, saya buat semata-mata ingin mengajak pembaca untuk menje- lajah kebesaran sejarah nusantara. Mengambil hikmah, bukan memperdebatkan kebenarannya. Harapan saya, se- moga dengan adanya novel ini, pembaca dapat mengajak sahabat dan semua yang ada di sekitar mereka untuk pe- duli dan belajar. Menjaga peninggalan-peninggalan seja- rah, baik itu bukti fisik atau kisah-kisah luar biasa yang terjadi di masa lampau. Indonesia itu luar biasa! Sungguh.


Kirang langkung ampurayang,


Putu Felisia.

__ADS_1


__ADS_2