
Putri Rajapatni - Gayatri - 1
Tidak ada seorang pun di antara kami yang tak pernah mengkhayalkan kisah cinta Ken Dedes dan Ken Arok. Kisah paling bergelora di tanah Jawa. Cikal bakal salah satu kerajaan terbesar di nusantara.
Ini adalah kisah yang paling sering kudengar di ista- na. Saat aku dan para putri berkumpul, maka salah satu dari kami tanpa sadar akan menyebutkan nama Ken Dedes. Seorang wanita yang dikatakan memiliki kecantik- an bak dewi. Kisah cinta Ken Dedes telah diperbincang- kan turun temurun. Para pujangga menggubahnya berka- li-kali. Menambahkan berbagai intrik, peperangan, kutuk- an, dan legenda-legenda lain hingga kisah itu semakin memukau.
Mereka mengatakan, kecantikan Ken Dedes adalah sebuah anugerah sekaligus kutukan. Konon, Ken Dedes di- larikan ke Tumapel karena sang Akuwu tergila-gila kepa- danya. Penculikan ini menjadi awal dari serangkaian ku- tukan mengerikan yang mendatangkan banyak kematian di istana.
Aku tidak tahu kehidupan apa yang dijalani Ken De- des di Tumapel. Apakah Tunggul Ametung menyayangi dan memanjakannya..., atau sang Akuwu malah sering menyiksa hingga beliau kemudian memutuskan meneri- ma pinangan Ken Arok?
__ADS_1
Tapi sesuatu membuat pikiranku tak mampu meng- hindar dari rasa simpati. Tunggul Ametung tidak memiliki istri selain Ken Dedes. Bagaimana mungkin, seseorang yang memiliki kesetiaan seperti itu bisa menyengsarakan istrinya?
Berkali-kali aku mencoba mencari tahu. Aku berta- nya kepada setiap orang yang menceritakan. Namun sa- yang, aku tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti.
Semua yang kutanyai hanya mengatakan bahwa Ken Dedes jatuh cinta pada Ken Arok. Mereka mengatakan, ketampanan dan sifat kesatria Ken Arok memikat Ken Dedes. Karena itu, Ken Dedes pun bersedia dinikahi oleh pembunuh suaminya.
Bagiku, ini sebuah ironi. Pertanyaan-pertanyaanku mendatangkan keraguan. Yang mana penjelasan yang be- nar? Apakah Ken Dedes memang bahagia, saat dia melihat Ken Arok menusuk suaminya dengan keris Empu Gan- dring? Apakah dia memang terlalu mencintai Ken Arok hingga bersedia dinikahi, walau tahu ada benih Tunggul Ametung di rahimnya?
Dan inilah kisahku.
__ADS_1
Aku yang melihat penghancuran dan pembaruan. Aku yang lahir dalam bayang-bayang besar dua kerajaan: Singasari dan Majapahit.
Kadang-kadang, aku membayangkan bagaimana pa- ra pujangga menggubah kisahku. Setelah berabad-abad berlalu, akankah aku masih diingat? Apakah masih ada orang yang mengenangku lewat kisah-kisah yang indah? Akankah ada orang yang berusaha mencari tahu? Merajut peristiwa lalu menghidupkanku melalui kenangan?
Atau mungkin, para sejarawanlah yang akan menca- tat namaku. Menyandingkannya dengan banyak nama la- in, raja dan kesatria, mengulang-ulangnya sebagai teori ortodoks. Hanya untuk mengingatkan mereka, pernah hi- dup seorang perempuan bernama Gayatri. Perempuan yang menjadi sekeping kecil sebuah perjalanan sejarah abhati.
Bagaimanapun mereka mengingatku, Pembaca Budi- man.
Apakah itu dalam kisah atau sejarah, Dalam kenangan atau buku hafalan. Bagiku,
__ADS_1
Semuanya hanya semakin memperjelas satu hal:
Betapa tak abadinya hidup manusia.