
"Ada Apa? Siapa yang membuat keributan itu? Mengapa pagi-pagi buta seperti ini bahkan sudah sangat bersemangat?!" keluh Sang Kaisar Yun Hao Yan pada Sang Kasim Shan yang ada disampingnya itu dengan nada suara yang menunjukan ketidakpuasannya.
Karena sejujurnya Sang Kaisar Yun Hao Yan merasa sangat terganggu di waktu istirahatnya. Karena bahkan Sang Kaisar baru bisa kembali ke kediamannya di Paviliun Naga Baru beberapa jam yang lalu, karena saking sibuknya dirinya menangani seluruh laporan dari para Menteri dan Pejabat Tinggi yang selalu menggunung di meja kerjanya.
"Menjawab Yang Mulia, Suara itu berasal dari Paviliun Lotus tempat Yang Mulia Selir Agung Han," jawab Sang Kasim Shan dengan hati-hati.
"Huh... Apa yang sudah terjadi dan membuatnya begitu bersemangat di awal hari seperti ini? Benar-benar tidak ada etika sama sekali," geram Sang Kaisar Yun Hao Yan.
"Segera siapkan jubah ku, mari coba kita lihat apa yang bisa membuat wanita itu begitu tak tahu aturan," ucap Sang Kaisar Yun Hao Yan pada Sang Kasim Shan.
Yang kemudian mereka pun segera bergegas menuju istana Lotus milik Selir Agung Han.
Sedangkan di dalam Istana Lotus sendiri saat ini telah terjadi kekacauan yang disebabkan oleh Sang Selir Agung Han telah pingsan akibat dirinya menemukan bahwa ada lebih dari 30 kepala manusia yang berlumuran darah di dalam kamar tidurnya.
Dan penyebab utama dari kepanikan Sang Selir Agung Han itu adalah dirinya mengenali beberapa sosok pemilik kepala-kepala tersebut dengan sangat baik.
Karena selama ini Sang Selir Agung Han sering berhubungan dengan mereka, terkait misi untuk mencelakai ataupun membunuh kedua kakak beradik Yun Yi Juan dan juga Yun Yi Jia.
Selain Sang Selir Agung bahkan banyak para pelayan yang melayaninya di Istana Lotus juga banyak yang tidak sadarkan diri akibat merasa sangat terkejut dengan apa yang mereka saksikan di dalam kamar Sang majikan.
Dan beberapa yang lain mereka masih sanggup untuk mempertahankan kesadarannya. Hanya saja mereka tidak mampu untuk menahan gejolak mual yang hebat yang mereka rasakan.
Dan bahkan ada seseorang yang segera memuntahkan isi perutnya di sana saat itu juga.
Dan dalam waktu sekejap mata kini keadaan Istana Lotus telah dipenuhi oleh semua orang yang merasa penasaran akan kejadian apa yang membuat Sang Selir Agung Han itu begitu histeris.
Bahkan saat ini banyak para utusan dari seluruh istana Selir yang ada di harem Sang Kaisar Yun Hao Yan juga telah tiba dan juga menerobos masuk ke dalam Istana lotus milik Sang Selir Agung Han.
Bahkan setibanya mereka disana mereka pun memiliki ekspresi yang begitu mengerikan. Yang membuat bulu kuduk merrka semua meremang dan juga bergidik ngeri karena pemandangan yang begitu penuh darah itu.
Selain itu para Pangeran dan juga Putri Kekaisaran Bulan Perak yang juga telah berada disana segera lari ketakutan karenanya.
Bahkan Sang Putri Pertama Yun Mai Li pun kini tak bisa betduri dengan tegap. Karena kakinya terasa lemas seolah seluruh tulangnya telah menghilang begitu saja.
Dan saat ini Sang Putri pertama Yun Mai Li yang merupakan Putri kandung dari Sang Selir Agung Han pun hanya bisa terduduk lemah di depan pintu Paviliun Lotus milik ibundanya itu, setelah dirinya berusaha sangat kuat untuk pergi dari ruangan yang dipenuhi oleh kepala dan juga berlumuran dengan darah itu.
Tepat ketika dirinya hampir pingsan karena easa takut dan juga keterkejutan yang melanda dirinya.
Tiba-tiba saja dirinya mendengar suara seseorang yang sanfat diringa kenali menghampiri ke arahnya.
"Apa yang kalian lakukan di sini? Ada hal apa yang membuat kaluan begitu riuh saat matahari bahkan belum menampakan batang hidungnya," tegur Sang Kaisar Yun Hao Yan yang telah berada di halaman Istana Lotus.
__ADS_1
Yang membuat semua orang tang kinu berkerumun di tempat itu segera mengalihkan perhatian mereka kepada kedatangan Sang Kaisar Yun Hao Yan yang saat ini tamoak sangat garang danmereka tahu jika saat ini majikan mereka itu tengah memahan amarahnya.
"Salam Yang Mulia Kaisar, semoga panjang umur," mereka semua segera berlutut dan bersujud untuk menghormati sang Kaisar.
"Berdiri dan jawab pertanyaan zhen!" perintah Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan nada dingin.
Yang membuat siapapun yang mrndenfarnya merasa bergidik ketakutan dibuatnya. Terlrbih lagi aura yang dikeluarkan oleh Sang Kaisar juga sangat menakutkan karena mereka semua tahu bahwa Sang Kaisar Yun Hao Yan saat ini sedang tidak dalam suasana hati yang baik.
Bahkan jika mereka semua berani menatap wajah Sang Kaisar Yun Hao Yan secara langsung. Maka semua irang akan melihatnya dengan begitu jelas.
Oleh Karena nya semua orang yang ada di sana segera bangkit dan berusah menjawab dengan sangat susah payah.
Bahkan mereka semua mendadak menjadi gagap ketika mereka kembali mengingat hal apa yang ada di dalam kamar Sang Selir Agung Han.
"Yang.....Yaa...Yang Mulia, Itu ada..... sebenarnya...." ucap salah seorang Kasim dari Paviliun Lotus yang berhasil keluar dan tidak jatuh pingsan setelah apa baru saja yang dia lihat.
"Bicaralah yang benar, jika tidak maka kepala mu tidak akan berada lagi di tempatnya," seeu Sang Kaisar Yun Hao Yan yang sudah sanfat geram dari tadi.
Sedangkan Sang Kasim kepercayaan Selir Agung Han itu kini semakin ketakutan ketika mendengar peringatan dari Sang Kaisar.
Sehingga dirinya cepat-cepat bersujud dan memohon ampunan.
"Ayah, Ayahanda tolong. Aku takut sekali. Saat ini.... saat ini di dalam ada begitu banyak ...begitu banyak...Aahhh... tidak Ayahanda aku takut, tida berani mengatakannya. Mohon Ayahanda selamatkan ibunda ku di dalam," Sang Putri Pertama Yun Mai Li berseru dengan tergagap-gagap karena dia merasa begutu takut dengan apa yang telah Ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Bahkan saking takutnya durinya bahakan tidak dapat berdiri dan menghampiri Sang Ayahandanya.
Putri Pertama Yun Mai Li bahkan mengeeahkan seluruh kekuatan nya untuk merangkak mendekati Sang Kaisar dan memeluk erat kaki Sang Ayah Kaisar nya itu.
Dan Hal itu semakin membuat Sang Kaisar Yun Hao Yan ingin segera melwdak da membunuh semua orang yang hadir disana untuk meredakan amarahnya.
Meskipun Sang Putri Yun Mai Li terbiasa sombong dan dikenal sebagai seseorang yang berbakat dalam kultivasi karena diusianya yang ke lima belas tahun dirinya telah mencapai ranah merah level 3.
Dan tidak begitu jenius seperti adiknya Sang Putri kedua yang kini telah mencapai ranah merah level 4. Tapi dirinya tetaplah tergolong generasi yang sangat berbakat dan juga selalu di sanjung oleh banyak orang.
Namun saat ini dirinya benar-benar ketakutan hingga tak bisa berkata-kata. Bagaimana tidak, bahkan sebodoh apapun dirinya. Tetap saja dirinya akan bisa memahami hal-hal apa yang terjadi setelah melihat pemandangan yang ada di dalam kamar ibundanya tadi.
Apalagi disana juga ada sebuah kain besar yang dibentangkan dari atap. Yang mana didalamnya terdapat sebuah simbol bernentuk kelabang hitam dan disertai sebuah kalimat peringatan yang begitu besar dibawahnya.
Jadi siapapun orangnya yang telah melakukan semua ini pasti adalah orang-orang yang sangat hebat.
Sehingga mereka bisa membunuh danm mengirimkan banyak kepala dari organisasi kelabang hitam itu yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi. dan kebanyakan merwka memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Sang Kaisar Yun Hao Yan. Dan dapat di takhlukkan begutu saja.
__ADS_1
Selain itu mereka bahkan berhasil membawa dan menyusun semua kepala para pembunuh bayaran itu dengan mudah bahkan tanpa ketahuan oleh siapapun dari puhak istana.
Hal ini menunjukan betapa seriusnya masalah ini. Dan pantas untuk bisa membuat banyak penghuni istana Kekaisaran Bulan Perak ini ketakutan setengah mati.
"Huh, apakah tidak ada satupun dari kalian yang bisa mengatakannya dengan baik? Benar-benar tidak berguna. Dan kau juga Li'er, Kau adalah seorang Putri dari Kekaisaran Bulan Perak ini. Begitukah caramu bersikap? Untung saja para utusan dari Kekaisaran tetangga belum ada yang memasuki Istana Kekaisaran. Jika tidak, maka mereka akan menertawaka kami karena memiliki seorang Putri yang pengecut seperti mu," ucap Sang Kaisar Yun Hao Yan yang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya dan segera melampiaskan kemarahannya itu pada Putri kesayangan nya itu.
Sedangkan Sang Putri Kedua yakni Putri Yun Mu Lan, yang kebetulan saja mendengar amarah Sang Ayahandanya begitu dirinya keluar dari dalam ruangan Paviliun Lotus setelah menenangkan dirinya sejenak.
Kini Putri Kedua Yun Mu Lan pun segera melangkah menuju arah dimana Sang Kaisar Yun Hao Yan berada. Dan berniat untuk menjelaska apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar Sang Selir Agung Han kepada Sang Ayah Kaisar nya itu.
"Salam kepada Yang Mulia Ayahanda Kaisar. Semoga Ayahanda panjang umur dan sehat selalu." Sang Putri Yun Mu Lan seketika membungkuk memberikan hormat kepada Sang Ayah.
"Hm bangunlah Lan'er," ucap Sang Kaisar dengan datar.
"Terima kasih Ayahanda. Apakah Ayahanda juga berniat melihat hal besar yang tengah menimpa Yang Mulia Selir Agung? Kalau boleh Ananda menyarankan Ayahanda segera memerintahkan para petugas dari pengafilan Yamen untuk menangani dan menyelidiki semua ini hingga tuntas, Agar kita semua penghuni Istana Kekaisaran Bulan Perak ini dapat hidup dengan tenang ketika semua masalah yang terjadi kali ini terselesaikan," Yun Mu Lan mengatakannya dengan sangat tenang namun sangat serius.
Sehingga hal ini menimbulkan rasa ingin tahu Sang Kaisar Yun Hao Yan pada apa yang telah terjadi menjadi semakin meningkat.
Namun berbeda dengan Sang Putri Pertama Yun Mai Li, yang justru menjadi sangat marah dengan apa yang baru saja dikatakan oleh sang Putri Kedua Yun Mu Lan yang merupakan keturunan dari Selir Kehormatan Shu yang selalu menentang dirinya dan juga ibundanya.
Karena meskipun mereka kedua ibu dan anak tidak memihak kepada siapapun dan bahkan tidak terobsesi dengan kekuasaan. Namun Selir Kehormatan Shu ini dapat membedakan antara dendam dan budi dengan sangat baik.
Oleh Karena nya, mereka tidak pernah sekalipun ikut campur saat mereka mengganggu dan juga menindas dua keturunan kembar Sang mendiang Permaisuri Hua.
Karena Sang Selir Kehormatan Shu dulunya pernah berhutang nyawa pada Sang Permaisuri Hua, di saat dirinya awal memasuki harem Kekaisaran, dulu Selir Kehormatan Shu yang masih sebagai Selir tingkat rendah pernah difitnah oleh seseorang. Dirinya dituduh telah berusaha meracuni Salah seorang selir kesayangan Sang Kaisar Yun hingga menyebabkan Selir tersebut keguguran. Yang membuat dirinya terancam di kurung di istana dingin dan dijatuhi hukuman mati.
Namun berkat pembelaan yang dilakukan oleh Sang Permaisuri Hua yang mengungkapakan rahasia dan kebenaran yang terjadi dari kejadian saat itu. Yang membuat Sang Selir Kehormatan Shu saat itu berhasil lolos dari hukuman mati. Dan justru menjadi salah satu Selir favorit Sang Kaisar Yun dan setelah waktu berlalu beberapa tahun setelah kelahiran Putri Kedua Yun Mu Lan dirinya pun di angkat sebagai Selir Kehormatan Shu oleh Sang Kaisar. Dan semua itu tidak lepas dari campur tangan Sang mendiang Permaisuri Hua.
"Apa maksud mu Yun Mu Lan? Apakah kau barusan menuduh bahwa ibundaku trlah melakukan kejahatan?" teriak Sang Putri Pertama Yun Mai Li dengan penuh kemarahan.
"Apa? Aku hanya menyarankan agar masalah ini segera selesai dengan baik dan tidak mengancam seluruh penghuni Istana Kekaisaran Bulan Perak ini jika pelaku yang meletakan kepala-kepala para pembunuh bayaran itu dapat diketahui dan di tangkap. Mengapa reaksimu begitu tegang dan memarahi ku karena itu? Apakah semua ini memang terjadi karena alasan tertentu yang terkait dengan yang Yang Mulia Selir Agung lakukan, sehingga ada seseorang yang mencoba untuk membalas dendam pada ibu mu itu?" ketus Sang Putri Kedua Yun Mu Lan dengan gamblangnya.
Putri Yun Mu Lan tidak hanya menyarankan solusi terbaik pada Ayahanda nya namun dirinya juga menjelaskan situasi didalam secara tidak langsung.
Bahkan lebih dari itu, dalam ucapannya Sang Putri Yun Mu Lan itu juga, memperingatkan Sang Ayah Kaisar nya itu jika semua kejadian kali ini ada akar masalah yang mendasarinya.
Dan ia juga mengisyaratakan agar Sang Kaisar Yun Hao Yan bisa mengungkap rahasia di balik tabir yang tersimpan dalam tragedi kiriman kepala para pembunuh bayaran itu.
"Apa kepala dari pembunuh bayaran? Brengsek siapa yang...." belum selesai Sang Kaisar Yun Hao Yan mengungkPkan amarahnya justru telah terpotong oleh amukan Sang Putri Pertama nya.
"Memangnya apa yang bisa ibunda ku lakukan pada para pembunuh itu? Bahkan ibunda tidak pernah sekalipun pergi meninggalkan kediamannya selama ini. Jangan keterlaluan kamu Yun Mu Lan," teriak Putri Pertama Yun Mai Li yang semakin meradang ketika dirinya mendengarkan ucapan Sang adik yang berbeda ibu dengannya itu.
__ADS_1