
"Emn yah... kau juga sudah kembali? Apakah kau menemukan sesuatu?" tanya Yun Yi Juan.
"Yah, aku menemukannya. Tapi jangan bahas itu dulu. Lebih baik kita segera bergegas Gege. Agar kita tidak melewatkan pertunjukan besar yang akan terjadi," ucap Yun Yi Jia dengan sangat bersemangat.
"Apakah kau begitu bersemangat untuk menyaksikan pertunjukan itu Jia'er?" tanya Yun Yi Juan yang agak ragu.
Namun Yun Yi Jia justru memberikan jawaban nya dengan sangat lantang dan tegas.
"Tentu saja, Aku sudah sangat tidak sabar untuk menyaksikan mereka yang akan saling menyerang satu sama lain. Dan aku juga ingin dan sangat menantikan nasib buruk yang akan dirasakan oleh Selir bermarga Duan itu. ketika dirinya dipergoki oleh semua orang, Karena dia sedang melakukan pergumulan panas dengan pria asing yang bukan suaminya." Seru Yun Yi Jia yang tampak sangat tidak sabar melihat kehancuran orang-orang yang selalu membuat tubuh inangnya dan juga Gege nya selalu hidup menderita sejak mereka lahir.
Karena sejatinya wanita itu lah yang benar-benar telah melenyapkan ibunda mereka dan membuat mereka berdua menjadi seorang anak piatu semenjak lahir. Dan mulai pada saat itu juga lah hidup dan juga mereka di dunia ini bermula.
"Huhh...baiklah. Sepertinya kamu memang sangat menantikannya. Jadi tunggu apa lagi, kita pergi sekarang," ucap Yun Yi Juan yang sangat mengerti akan apa yang dirasakan adiknya itu.
"Yeah... Gege kau memang yang terbaik, Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang. Ucap Yun Yi Jia sambil memegang lengan Gege nya dan membawanya melakukan teleportasi ke ruang tersembunyi di kediaman utama Istana Anggrek milik Selir Kekaisaran Duan yang saat ini telah ramai dan dipadati oleh para pelayan dan juga penjaga kediaman.
Bahkan di sana juga telah tampak beberapa pengawal yang melakukan patroli dan juga para pelayan Kekaisaran yang juga mulai berdatangan dan juga berkumpul di sana.
Untuk menyaksikan sesuatu hal yang menurut mereka sangat menggemparkan melebihi apa yang terjadi di dalam Istana Lotus pada pagi hari.
"Oh, apakah saat ini aku masih waras? Apakah telingaku benar-benar mendengar bahwa suara-suara yang ada di dalam itu merupakan suara. Yang Mulia Selir Kekaisaran Duan? Ini sungguh tak dapat dipercaya," ucap seorang pengawal Kekaisaran yang saat ini telah berada di halaman Kediaman Utama Selir Kekaisaran Duan.
"Bagaimana itu bukan dia, bukankah sudah jelas jika suara itu memang miliknya. Bakan Pria yang bersamanya saja menyebut namanya dengan begitu mesra," timpal penjaga yang lain.
"Hei, Apakah sudah ada yang melaporkan hal ini kepada Yang Mulia Kaisar?" tanya penjaga yang lain.
"Tidak, aku rasa belum, lagi pula siapa yang berani untuk mengatakan hal tak senonoh seperti ini kepada Yang Mulia. Akan lebih baik bagi kita untuk mencari keamanan bagi diri kita sendiri. Lagi pula hal ini akan sangat memalukan bagi Yang Mulia Kaisar jika ada seseorang yang membicarakan tentang hal memalukan seperti ini," timpal seorang kepala pengawal yang melakukan patroli di sekitar Istana Anggrek.
"Huhh... Akan tetapi....Ucap seorang pengawal yang tadi ingin melaporkan masalah ini pada Sang Kaisar telah terhenti oleh cercaan seseorang pelayan.
"Haihh... Apa yang kalian lakukan disini? Bukankah tugas kalian itu menjaga keamanan Istana, mengapa kalian justru asyik menggosip di sini. Sebaiknya kalian pergi dan tutup mulut kotor kalian itu," maki Ning Chun Sang pelayan setia Selir Kekaisaran Duan kepada sekelompok orang yang sedang bergunjing mengenai tuannya itu.
Karena sebenarnya saat ini Ning Chun dan pelayan Istana Anggrek yang lainnya benar-benar merasa ketakutan dan juga tertekan akan apa yang terjadi pada saat ini.
Bahkan Ning Chun sendiri tidak pernah menyangka jika majikannya yang selama ini selalu tenang dan juga cerdik itu, bisa melakukan hal yang seceroboh ini.
Namun Ning Chun tidak lagi sempat untuk memikirkan hal itu. Sebab, sekarang dirinya sangat ingin mengusir para pengawal dan pelayan yang telah lancang memasuki Istana Anggrek mereka.
__ADS_1
Dan mengomentari keburukan majikannya. Jadi Ning Chun saat ini berusaha sekuat tenaga untuk mengusir mereka keluar dan juga menangani masalah disana agar berita ini tidak akan sampai ke telinga Sang Kaisar Yun Hao Yan yang sangat kejam dan juga arogan itu.
Bahkan Dia sangat tega pada kedua keturunan nya sendiri. Bagaimana jika itu pada salah satu Selir nya yang benar-benar telah terbukti bersalah.
Jadi Ning Chun sangat yakin jika Sang Kaisar sampai tahu akan skandal ini. Maka sudah pasti tamatlah mereka semua. Bahkan majikannya saja tidak akan bisa lepas dari tangan Sang Kaisar apalagi mereka yang hanya seorang pelayan rendahan.
"Huhhh.... Aku harus bisa mengendalikan keadaan ini!" gumam Ning Chun penuh tekad.
Namun Ning Chun tidak pernah tahu, jika nasib buruknya akan segera datang di detik berikutnya. Karena Sang Kaisar Yun Hao Yan yang dirinya takuti akan datang itu saat ini benar-benar telah dalam perjalanan menuju Istana Anggrek yang kacau ini.
Sehingga saat ini Ning Chun Sang pelayan setia Selir Kekaisaran Duan itu masih bisa bersuara dengan lantang dan juga galak terhadap para pengawal dan juga orang-orangnya yang saat ini telah menerobos masuk ke dalam Istana Anggrek ini.
"Kalian semua orang luar, segeralah angkat kaki kalian dan pergi dari tempat ini! Tapi ingatlah, jika kalian harus menjaga mulut-mulut kotor kalian itu agar tidak merusak dan mencemarkan nama baik Tuan ku. Jika tidak kalian akan tanggung sendiri akibatnya. Karena Yang Selir Kekaisaran Duan dan juga keluarga dari Kediaman Panglima Agung dari Tiga Dinasti akan membuat perhitungan pada kalian semua dan bahkan seluruh keluarga kalian semua. Dan aku yakin bahwa kalian semua juga tahu jika Yang Mulia Kaisar sendiri tidak berani dan juga begitu sungkan pada orang-orang kediaman Klan Duan kami. Jadi kalian menjadi bijaklah dalam hal ini," teriak Ning Chun yang sangat lantang.
Karena sebenarnya saat ini Ning Chun tengah marah setelah Ia mendengar bahwa majikannya itu di ejek dan juga di cemooh oleh para budak rendahan.
Jadi dirinya menjadi lepas kendali, dan tidak mengontrol kata-katanya yang dirinya ucapkan. Yang mana hal itu justru akan menjadi bumerang bagi Ning Chun sendiri.
"Oh...hahaha.... Pelayan milik Seli Duan ini sungguh menggelikan sekali, Aku jadi sangat penasaran bagaimana jadinya jika dirinya tahu jika semua kata-kata yang telah dia ucapkan dari awal telah di dengar dengan jelas oleh Sang Kaisar Yun Hao Yan yang dirinya takuti akan datang itu. Namun tanpa dirinya sadari Sang Kaisar bahkan telah tampak melangkah dengan aura membunuhnya yang begitu kuat dari kejauhan," kelakar Yun Yi Jia yang sedang menyaksikan keseruan dan juga kemeriahan yang terjadi di sana dari tempat yang tak diketahui oleh semua orang.
"Benar-benar sekumpulan orang bodoh. Bahkan mereka tidak akan sadar jika mereka akan segera mati akibat kebodohannya sendiri," cetus Yun Yi Juan yang kini ikut menimpali apa yang dikatakan oleh Adik perempuannya itu.
Dan tanpa sadar kini dirinya telah tersenyum sinis menatap kearah kerumunan dan juga Sang Kaisar bodoh yang telah membuangnya dan juga adiknya selama ini.
Dan saat semua orang yang tadinya dengan terang-terangan berani menghina Sang Selir Kekaisaran Duan. Namun saat ini ketika mereka mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ning Chun membuat mereka seketika gentar dan juga bahkan mulai ketakutan.
Bagaimana mereka semua tidak tahu mengenai latarbelakang Selir Kekaisaran Duan dan juga Klan Duan yang telah berjasa bagi Kekaisaran Bulan Perak ini.
Bahkan keluarga Duan selama ini memiliki kedudukan yang sangat penting dan juga dibutuhkan oleh Yang Mulia Kaisar.
Jadi mereka semua kini mulai terdiam dan ingin bergegas pergi meninggalkan Istana Anggrek.
"Apakah kalian semua sudah tahu takut sekarang, hah? Jadi lebih baik kalian segera enyah dari tempat ini sekarang juga, sebelum kalian semua menyesali perbuatan kalian saat ini!" Ning Chun masih dengan teriakannya yang begitu lantang dan juga kasar.
Yang membuat para pelayan dan juga pengawal yang tidak berasal dari Kediaman Anggrek milik Selir Kekaisaran Duan itu ingin segera bergegas melenggangkan kaki meninggalkan tempat terkutuk itu.
Bahkan mereka semua sudah tidak berminat untuk menyaksikan pertunjukan yang menggemparkan itu lagi.
__ADS_1
Namun sebelum mereka semua bisa bergerak menjauh dari tempat itu. Kini justru terdengar sebuah suara yang dingin dan kejam dari arah belakang mereka semua.
"Apa yang membuat orang-orang dari Kediaman Duan itu bisa begitu sombong dan juga begitu meremehkan Keluarga Kekaisaran Bulan Perak ini. Bahkan menganggap Zhen sebagai orang yang tamak dan membutuhkan dukungan dari seorang menteri Kekaisaran. Apakah kalian pikir Zhen harus merendahkan diri dihadapan para anggota Keluarga Duan itu? Sehingga bahkan seorang pelayan rendahan seperti dirimu berani begitu lancang mengkritik dan juga merendahkan seorang Kaisar ternama seperti Zhen ini?" geram Sang Kaisar Yun Hao Yan.
Yang mana dirinya dipandang begitu rendah oleh orang-orang yang berasal dari kediaman Duan. Dan itu semakin membuat Sang Kaisar Yun Hao Yan lebih mantap dan bertekad untuk memusnahkan Klan Duan dari tanah Kekaisaran Bulan Perak ini.
Meski Kaisar Yun Hao Yan tahu jika itu tidak akan mudah dan membuat kegemparan di seluruh Kekaisaran bahkan di hadapan orang-orang utusan dari Kekaisaran tetangga yang telah datang pun itu tidak akan membuat Kaisar Yun Hao Yan mengurungkan niatnya untuk melakukan pembalasan dendam ini.
Saat semua orang membalikan tubuhnya dan hendak memberikan penghormatan pada Tuan yang sesungguhnya dari Istana Kekaisaran Bulan Perak ini.
"Hormat kepada Yang Mulia Kaisar, semoga panjang umur dan selalu dibrri keberkahan," seru serempak para pelayan dang pengawal yang berada di sana.
Tapi saat ini Ning Chun justru telah jatuh terduduk lemas setelah dirinya mendengar teguran dan juga mrlihat Sang Kaisar Yun Hao Yan telah berada di hadapan mereka semua. Ia pun menjadi sagat ketakutan hingga dirinya tak dapat berbicara sepatah kata pun.
Karena dirinya sadar telah mengucapkan banyak kata yang tidak pantas yntuk disebutkan yang dirinya ketahui dengan pasti bahwa dirinya telah menyinggung Sang Kaisar yang merupakan orang nomor satu di seluruh penjuru Kekaisaran Bulan Perak ini.
Namun sesaat kemudian dirinya tersadar akan satu hal. Ning Chun ingin memberikan salam sepeti yang lainnya yang kini telah membungkuk dan berlutut di hadapan Sang Kaisar.
"Apmun Yang Mulia, Hormat hamba...." belum selesai ucapan Ning Chun namun sudah di cela oleh Sang Kaisar.
"Zhen kira seorang pelayan yang arigan seperti mu, tidak akan pernah mengakui ku sebagai seorang Kaisar. Jadi lebih baik jangan paksaka durimu untuk berpura-pura di hadapan Zhen," cecar Sang Kaisar dengan nada dingin yang mematikan.
"Ampun Yang...." ucapan Ning Chun kembali diabaikan.
"Sudah Zhen katakan, tidak perlu berpura-pura tunduk dihadapan Zhen. Lebih baik kau panggil majikan mu itu kesini untuk membucarakan sebuah masalah yanf telah dirinya perbuat pada Putra Zhen. Sekarang juga, bawa wanita itu kemari, jika tidak maka aku akan memerintahkan para pengawal ku untuk menyeretnya kemari," perintah Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan nada yang tak mau di bantah.
Ning Chun yang mendengar perintah Sang Kaisar itu pun menjadi semakin tak berdaya Namun juga terkejut. Hingga tanoa sadar Ning Chun mendongakkan kepalanya dan menatap Sang Kaisar Yun Hao Yan dengan tatapan ngeri dan juga takut juga tak berdaya.
"Tap...Tapi Yang Mulia..." ucap Ning Chun tergagap dan tak dapat melanjutkan kata-kata nya. Karena dirinya tidak tahu harus berkata apa mengenai Sang Selir Kekaisaran Duan saat ini.
"Ada apa? Apakah kau sudah tidak mau menuruti perintah Zhen lagi? Atau apakah menurut mu Zhen benar-benar tidak pantas memberi mu perintah?" ucap Sang Kaisar Yun Hao Yan yang masih belum menyadari hal apa yang sebenarnya terjadi di kediaman itu hingga mengundang para pelayan dan pengawal berkumpul di halaman ini di tengah malam seperti ini.
"Tidak, Yang Mulia.... ham...hamba tidak berani," ucap Ning Chun yang semakin ketakutan.
"Tapi dari yang Zhen lihat, seperti kau begitu berani menentang titah yang telah Zhen berikan," ucap Sang Kaisar yang sampai detik ini justru semakin merasa terhina akan tindakan yang dilakukan oleh Ning Chun yang tampak enggan melakukan apa yang dirinya katakan.
Hingga Sang Kaisar Yun Hao Yan mendengar dengan telinganya sendiri, sebuah suara ambigu yang tidak asing dari dalam Kediaman Utama Istana Anggrek itu.
__ADS_1
Barulah Sang Kaisar mengerti dan paham akan apa yang sebenarnya terjadi. Dan itu justru semakin menambah daftar kesalahan Sang Selir Kekaisaran Duan yang tak akan dapat termaafkan oleh Sang Kaisar.
Dan tak dapat di pungkiri lagi jika amarah Sang Kaisar Yun Hao Yan pun semakin melonjak dan ingin segera membunuh semua orang untuk meredakan amarahnya itu.